Harga Daging Sapi Impor 2018

No comment628 views

Pemerintah berusaha keras untuk menekan harga daging sapi yang selama ini dipasaran masih bertengger Rp100 ribuan per kilogram dan target Pemerintah menjadi Rp80.000 per 1 kg. Berbagai cara dilakukan, salah satunya adalah mendatangkan daging impor dari Australia dan New Zealand, bahkan India.

Selama ini daging sapi lokal dikenal dengan daging segar (fresh), sedangkan daging impor dikenal dengan daging beku (frozen). Lalu, apa saja perbedaan secara umum antara daging impor dan daging lokal? Berikut perbedaannya:

Perbedaan Daging Lokal dan Impor

Harga, daging, sapi, impor, lokal, Australia, New Zealand, India, mahal, murah, pemerintah, cara, membedakan, perbedaan, di, pasar, domestik, pedagang, pembeli, beku, frozen, sejuk, murni, bagian, bentuk, rasa, per, kilogram, kg, paha, hati, variatif, kerbau, warna, serat, lemak, nilai, tukar, rupiah, dampak,

Ilustrasi: daging sapi impor

Daging sapi lokal fresh dan tidak mengandung es atau cairan, karena sapinya baru dipotong di rumah pemotongan hewan. Sedangkan daging sapi impor/frozen mengandung es atau cairan, karena dibekukan dari negara pengimpor.

Daging sapi lokal selesai dipotong tetap utuh per bagian daging dan tidak cair dan tidak menyusut sebab dalam tubuh sapi tidak mengandung cairan seperti air. Sementara daging sapi impor/frozen dipotong sesuai potongan yang diinginkan atau tidak utuh dalam kondisi beku, kemudian mencair dan menyusut saat dimasak.

Daging sapi lokal tidak mengandung lemak (fat), sebab sapinya banyak memakan serat (rumput). Setelah dipotong daging sapi dijual di , dan biasanya pembeli akan meminta penjual membersihkan lemak pada daging jika ada, atau dikenal dengan daging tetelan. Sementara itu, daging sapi impor/frozen banyak mengandung lemak (fat), karena saat pemotongan di negeri asalnya, lemak yang menempel di tubuh sapi setelah dikuliti, sengaja tidak dibersihkan (tetap menempel) dan dipotong-potong sesuai dengan yang diinginkan.

Daging sapi lokal memiliki aroma yang khas daging sapi yaitu sedap, gurih dan warnanya merah. Sedang daging sapi impor/frozen memiliki aroma yang kurang sedap, tidak gurih dan berwarna pucat.

Sebagian besar masyarakat yang berbelanja di pasar lebih memilih daging sapi lokal karena tidak ada lemak. Untuk daging sapi impor/frozen banyak dikonsumsi untuk daging olahan seperti bakso, sosis karena selain harganya lebih juga bila selesai diproses menjadi bakso dan sosis maka lemaknya tidak kelihatan lagi.

Daging sapi impor umumnya sampai ke Indonesia dalam dua rupa berbeda, yakni dalam kondisi beku dan sejuk. Sebenarnya keduanya sama-sama mengalami proses pendinginan, hanya saja terdapat perbedaan metodenya. Chilled beef (daging sejuk) tersebut disedot udaranya (vacuum), maka dari itu protein masih dapat terus mengalami proses kembang karena ada enzim di dalamnya. Daging beku atau frozen akan mematikan enzim sehingga protein tak lagi dapat mengalami proses kembang.

Harga, daging, sapi, impor, lokal, Australia, New Zealand, India, mahal, murah, pemerintah, cara, membedakan, perbedaan, di, pasar, domestik, pedagang, pembeli, beku, frozen, sejuk, murni, bagian, bentuk, rasa, per, kilogram, kg, paha, hati, variatif, kerbau, warna, serat, lemak, nilai, tukar, rupiah, dampak,

Daging sapi impor dalam bentuk beku (sumber: merdeka.com)

Situs Grass Land Beef dari Amerika Serikat menuliskan jika daging beku sesungguhnya bukanlah daging segar. Namun beda hal dengan daging sejuk. Proses bungkus kedap udara kemudian pendinginan selama 10-28 hari dibutuhkan untuk menjaga daging tetap segar. Umumnya butuh waktu maksimal dua hingga tiga bulan agar daging sapi sejuk dari pertama disembelih, dibungkus, didinginkan, dikirim dan kemudian sampai ke Indonesia. Selama proses yang membutuhkan waktu lama tersebut, daging sejuk tetap konsisten dalam soal ukuran dan .

Oleh karena itu ia lebih memilih daging sapi sejuk ketimbang daging sapi beku dari Australia. Meski harga daging sapi sejuk tentu lebih mahal dari yang beku. Daging sejuk bahkan dapat bertahan hingga tiga bulan sejak di tangan konsumen. Namun jika terlampau lama tidak dimasak, proses kembang daging akan terlalu pesat. Membuat daging jadi bertekstur kering karena menyerap air. Langkah yang terbaik adalah langsung mengolah daging sejuk. Penyimpanan daging sejuk yang disarankan adalah 3-5 derajat celcius.

Daging yang beredar di pasar kini semakin variatif sejak daging kerbau impor India masuk ke pasar. Pedagang mengaku, kini ada tiga jenis daging yang berada di yakni daging kerbau impor India, daging sapi impor Australia, dan daging lokal atau yang dipotong di dalam negeri. Lantas, bagaimana cara membedakan daging-daging tersebut?

Secara umum untuk daging impor dan lokal memiliki perbedaan. Untuk daging impor cenderung basah karena berasal dari daging beku. Sementara, daging lokal cenderung kering.

Lalu dari segi rasa juga terdapat perbedaan. Menurut dia, rasa daging lokal lebih khas juga dari segi aroma lebih menyengat. Berbeda dengan daging impor yang cenderung tawar karena dibekukan dan banyak mengandung air.  Begitu juga dengan ketahanan daging. Daging impor dinilai cenderung mudah hancur apabila direbus. Lebih detail, daging impor asal Australia cenderung memiliki banyak lemak. Berbeda dengan kerbau impor India yang lebih minim lemak.

Kemudian, daging kerbau dan sapi juga memiliki perbedaan yang mendasar dari segi warna dan serat. Dia mengatakan, daging kerbau cenderung berwarna lebih gelap dan serat yang lebih kasar. Berbeda dengan daging sapi baik lokal dan impor dari Australia yang berwarna lebih muda serta serat yang halus.

Harga Daging Sapi Impor

Harga, daging, sapi, impor, lokal, Australia, New Zealand, India, mahal, murah, pemerintah, cara, membedakan, perbedaan, di, pasar, domestik, pedagang, pembeli, beku, frozen, sejuk, murni, bagian, bentuk, rasa, per, kilogram, kg, paha, hati, variatif, kerbau, warna, serat, lemak, nilai, tukar, rupiah, dampak,

Aktivitas penjual daging hewan

Harga daging sapi lokal di pasar domestik masih berada di angka Rp120 ribu per kg. Harga tersebut termasuk stabil mengingat tidak adanya perubahan harga sejak setahun terakhir. Kendati demikian, saat ini penjualan daging sapi lokal memang tidak begitu ramai. Selain mahal, hadirnya daging sapi beku impor menjadi penyebab lesunya penjualan daging sapi lokal.

Jumlah pembeli daging sapi beku impor diakui lebih tinggi. Walaupun untuk harga daging sapi beku impor saat ini sedang naik menjadi Rp100 ribu per kg dibandingkan sebelumnya Rp90 ribu per kg. Berdasarkan pantauan, harga daging sapi beku impor murni atau bagian paha dibanderol Rp100 ribu per kg. Sedangkan untuk hati impor dibanderol Rp40 ribu per kg lebih murah dari hati lokal sekitar Rp60 ribu per kg.

Namun, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS yang terus melemah telah berdampak pada keuntungan pedagang daging sapi impor. Pasalnya sebagian besar sapi hidup impor yang didatangkan dari Australia untuk memenuhi kebutuhan daging di dalam negeri mengalami kenaikan. Sementara itu pihak pengecer daging sapi segar mengaku tidak berani menaikan harga daging sapi lantaran kondisi pasar yang tengah lesu.

Baca juga  Daftar Harga Cat Dasar Tembok Alkali dalam Berbagai Merek & Ukuran
loading...

Leave a reply "Harga Daging Sapi Impor 2018"