
Ciri Cucak Wilis
Sudah ada banyak jenis burung yang cocok dipelihara di rumah, salah satunya cucak wilis. Punya nama ilmiah Pycnonotus bimaculatus, seperti disampaikan di atas, burung ini juga kerap disebut cucak gunung dan cucak rengganis. Sementara itu, dalam bahasa Inggris, varian ini dinamakan Orange-spotted Bulbul, merujuk warna bintik jingga pada bagian kepalanya. Secara umum, cucak wilis dapat dibedakan menjadi tiga sub-spesies, yakni Pycnonotus bimaculatus yang berada di Sumatera barat daya, Jawa Barat, dan Jawa Tengah, Pycnonotus bimaculatus snouckaerti di Sumatera bagian barat laut, dan Pycnonotus bimaculatus tenggerensis di daerah Jawa Timur. Burung ini lebih sering ditemukan di kawasan dataran tinggi dan pegunungan, bahkan di dekat puncak, dengan ketinggian berkisar 800 hingga 3.000 meter di atas permukaan air laut, salah satunya di Gunung Merapi. Secara fisik, burung cucak wilis punya ukuran tubuh sedang, dengan panjang tubuh mencapai sekitar 20 cm jika diukur dari ujung paruh hingga ujung ekor. Punggung satwa ini berwarna hitam kelabu atau kecokelatan, yang tersaput hijau zaitun. Sementara itu, dagu, tenggorokan, dan dada berwarna hitam kecokelatan, sedangkan dada bagian bawah dan perut berwarna keputihan suram atau bercak hitam. Kepala punya satu atau dua bintik jingga kekuningan di depan mata, sedangkan penutup pantat berwarna kuning. Sekilas, burung cucak wilis jantan dan betina susah dibedakan. Namun, Anda bisa memperhatikan bagian alis mata burung tersebut. Untuk cucak rengganis jantan, alis matanya biasanya berwarna oranye, sedangkan warna alis mata burung cucak gunung betina cenderung kuning. Meski demikian, cucak wilis jantan yang berada di Jawa Barat punya alis mata berwarna kuning.Harga Cucak Wilis
| Varian Cucak Wilis | Harga |
| Cucak Wilis Bahan | Rp99.500 – Rp110.000 per ekor |
| Cucak Wilis Jantan | Rp175.000 – Rp231.000 per ekor |
| Cucak Wilis Gacor | Rp250.000 per ekor |
Tips Memelihara Cucak Wilis
Perawatan burung cucak wilis sebenarnya tidak jauh berbeda dengan burung kicau pada umumnya, termasuk kutilang dan trucukan. Untuk pakan, burung ini dapat Anda berikan buah-buahan, seperti pisang kepok putih, pepaya, mangga, dan sejenisnya. Anda pun bisa memberikan serangga secukupnya, seperti jangkrik dan ulat. Tidak hanya itu, Anda pun disarankan untuk melatihnya makan voer. Agar cucak wilis mudah makan voer, Anda bisa melumatkan terlebih dulu pisang, pepaya, atau mangga dengan voer. Lakukan pemberian pakan ini selama beberapa hari. Apabila kotoran burung sudah keras atau tidak berair, itu menandakan burung cucak wilis sudah mau makan voer. Selain pakan, Anda pun harus rajin memandikan burung cucak wilis. Pasalnya, burung ini termasuk jenis yang memang sangat suka mandi. Jika Anda memiliki waktu luang, disarankan untuk memandikannya dengan cara disemprot. Anda pun harus selalu menyiapkan cepuk minuman untuk nantinya digunakan mandi sendiri oleh burung ini. [Update: Ditta] [1] Zulkarnain, David, I Wayan Bebas, I Gusti Ngurah Bagus Tri Laksana. 2015. Performans Reproduksi Burung Cucak Rawa (Pycnonotus Zeylanicus) pada Penangkaran secara Ex-Situ. Indonesia Medicus Veterinus, Vol. 4(2): 139-147. [2] Sudrajat. 1997. Petunjuk Memilih Burung Ocehan Bakalan. Depok: Penebar Swadaya. [3] Alikodra, H. S. 2002. Pengelolaan Satwa Liar (Jilid 1). Bogor: Fakultas Kehutanan IPB. [4] Ontario, J., et al. 1990. Pola Pembinaan Habitat Burung di Kawasan Pemukiman Terutama di Perkotaan. Media Konservasi, Vol. 3(1): 15-28.Kategori: Lain-lain
Tag: binatang, burung, habitat, harga, harga burung, pasaran, spesies, suara, warna