Update Harga Cockatiel (Baby, Indukan, Lutino)

parkit yang ada di Indonesia diketahui merupakan hasil penjinakan jenis parkit liar di Australia dan salah satu spesiesnya adalah cockatiel atau burung falk.[1] Meskipun ini terbilang tidak murah, beberapa orang ingin membelinya karena memiliki fisik yang indah dan suara yang merdu.

Burung cockatiel (sumber: a-z-animals.com)
cockatiel (sumber: a-z-animals.com)

Karakteristik Cockatiel

Selain dikenal sebagai falk, cockatiel juga disebut sebagai burung kakatua mini, karena bentuk fisik burung parkit Australia yang sekilas mirip dengan kakatua, hanya saja memiliki ukuran tubuh lebih kecil. Burung ini juga dikenal sebagai salah satu aves peliharaan yang paling populer di dunia.

Bacaan Lainnya

Seperti namanya, falk memang berasal dari Australia dan dikenal sebagai quarrion atau weiro di daerah asalnya. Tak seperti burung liar lain yang mudah ditemukan di pepohonan tengah kota, burung falk lebih banyak ditemukan di daerah hutan pedalaman dan awalnya dijadikan sebagai hewan peliharaan pada tahun 1900-an.

Diketahui, parkit Australia ini juga masih satu famili dengan kakatua, karena memiliki ciri dan kebiasaan hidup yang sama. Di alam liar, falk hidup secara berkelompok dalam kawanan besar, mirip dengan burung kakatua. Ciri khas yang membuatnya berbeda dengan burung kakatua adalah warna bulunya. Cockatiel liar memiliki bulu tubuh berwarna abu-abu, bulu wajah dan jambul kuning, serta pipi berwarna oranye.

Baca juga  Cara Memelihara dan Update Harga Angsa Hitam

Burung falk jantan dan betina juga memiliki ciri tersendiri. Pejantan parkit punya bulu wajah lebih cerah dan jelas, sedangkan betina memiliki bulu berwarna pucat. Lalu, betina memiliki garis-garis di bagian bawah bulu ekor, sementara jantan tidak memilikinya. Meskipun secara alami warna bulu parkit Australia terbilang indah, tidak semua burung falk yang ada di Indonesia memiliki warna yang sama.

Di Nusantara, cockatiel tidak bisa hidup di alam bebas dan cenderung hidup di penangkaran untuk dijadikan sebagai hewan peliharaan, sehingga hewan ini mengalami mutasi warna yang terbentuk selama bertahun-tahun. Mutasi warna yang terjadi pada burung falk di Indonesia, antara lain albino, lutino, pied, pearl/laced/opaline, cinnamon, fawn/isabelle, silver, emerald, creamface, pastel face, yellow cheek, white, dan grey.

Meski mengalami mutasi warna, popularitas burung parkit Australia ini tidak turun, justru lebih meningkat. Hal ini karena orang tertarik dengan burung hias dari warna bulunya yang beragam. Selain itu, beberapa orang ingin memelihara burung falk karena sifatnya yang lembut dan jinak.

Baca juga  Update Harga Kerang Hijau per Kilo

Sudah menjadi hal yang lumrah jika burung penangkaran bersifat jinak dan tidak takut pada manusia. Meskipun begitu, parkit Australia memiliki sifat yang sangat manja dan suka dibelai atau dipegang, tetapi tidak terlalu suka untuk dipeluk. Burung ini juga mempunyai kebiasaan mengikuti owner-nya kemana pun pergi, karena secara insting burung falk yang sudah dipelihara sangat senang melihat dan berada di dekat pemiliknya.

Tak hanya itu, burung cockatiel terbilang aktif dan suka bermain. Anda bisa mengajarkan lempar tangkap bola, tebak-tebakan warna, dan menirukan suara-suara burung lain atau bersiul. Keahlian burung parkit Australia memang cukup banyak, tetapi Anda harus bersabar dalam menggalinya. Anda tidak bisa membentak atau memarahinya, karena unggas ini sangat peka dan mudah grogi.

Sebelum Anda membeli burung parkit Australia, pastikan Anda mengetahui cara merawatnya. Tak seperti burung hias atau kicau lainnya, burung cockatiel harus dirawat dengan treatment khusus seperti berikut.

Cara Merawat Cockatiel

Cockatiel peliharaan (sumber: thesprucepets.com)
Cockatiel peliharaan (sumber: thesprucepets.com)
  • Burung parkit Australia terkenal sangat aktif, sehingga Anda harus meluangkan waktu setiap hari minimal 30 menit untuk bermain bersamanya. Selain bisa meningkatkan kecerdasan burung, cara ini mampu mengatasi stres pada burung cockatiel.
  • Bersihkan kandang secara rutin dan sebaiknya dua hingga tiga kali sehari, karena unggas ini secara alami mampu menghasilkan bubuk pada bulunya yang dapat meninggalkan lapisan seperti tepung. Bubuk yang mengendap di dalam kandang bisa membuat burung terserang penyakit atau jamur.
  • Potong sayap dan kuku cockatiel setidaknya dua tahun sekali untuk membantu proses pertumbuhan mereka. Pastikan Anda memotongnya dengan tepat dan jika perlu pergi ke dokter hewan atau Vet terdekat.
  • Selain itu, Anda harus memberikan pakan yang sehat berupa biji-bijian organik.
Baca juga  Update Harga Teacup Pomeranian Jantan dan Betina

Cockatiel

Varian Burung Cockatiel
Cockatiel Baby Rp825.000 – Rp1.000.000 per ekor
Cockatiel Lutino Mata Merah 4 bulan Rp1.273.000 per ekor
Cockatiel White Rp1.500.000 per ekor
Cockatiel Grey Rp1.760.000 per ekor
Cockatiel Pearl + Cockatiel WF Rp2.200.000 per pasang
Cockatiel Indukan Sepasang Rp2.500.000 per pasang

Informasi burung cockatiel di atas kami rangkum dari berbagai sumber. Jika dibandingkan penawaran sebelumnya, harga burung ini memang terpantau naik. Harga cockatiel grey misalnya, awalnya Rp1,5 juta per ekor dan sekarang menjadi Rp1,7 juta per ekor.[i]Sementara itu, harga cockatiel bayi awalnya Rp650 ribu per ekor, sekarang menjadi Rp825 ribu sampai Rp1 jutaan per ekor.

[Update: Panca]

[1]  Nurkholis. 2017. Konsentrasi Spermatozoa Burung Parkit (Melopsittacus undulatus) pada Berbagai Frekuensi Penampungan. Jurnal Ilmiah INOVASI Politeknik Negeri Jember, Vol. 17(1): 10-14.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.