Harga Cockatiel (Baby, Indukan, Lutino)

No comment169 views

Burung parkit yang ada di Indonesia diketahui merupakan hasil penjinakan jenis parkit liar di Australia dan salah satu spesiesnya adalah cockatiel atau burung falk.[1] Meskipun harga burung ini terbilang tidak murah, beberapa orang ingin membelinya karena memiliki fisik yang indah dan suara yang merdu.

Karakteristik Cockatiel

Burung cockatiel (unsplash: Sultan)

Burung cockatiel (unsplash: Sultan)

Selain dikenal sebagai burung falk, cockatiel juga disebut sebagai burung kakatua mini, karena bentuk fisik burung parkit Australia yang sekilas mirip dengan kakatua, hanya saja memiliki ukuran tubuh lebih kecil. Burung ini juga dikenal sebagai salah satu aves peliharaan yang paling populer di dunia.

Seperti namanya, burung falk memang berasal dari Australia dan dikenal sebagai quarrion atau weiro di daerah asalnya. Tak seperti burung liar lain yang mudah ditemukan di pepohonan tengah kota, burung falk lebih banyak ditemukan di daerah hutan pedalaman dan awalnya dijadikan sebagai hewan peliharaan pada tahun 1900-an.

Diketahui, parkit Australia ini juga masih satu famili dengan kakatua, karena memiliki ciri dan kebiasaan hidup yang sama. Di alam liar, burung falk hidup secara berkelompok dalam kawanan besar, mirip dengan burung kakatua. Ciri khas yang membuatnya berbeda dengan burung kakatua adalah warna bulunya. Cockatiel liar memiliki bulu tubuh berwarna abu-abu, bulu wajah dan jambul kuning, serta pipi berwarna oranye.

Baca juga  Update Harga Kendang Elektrik (DTX, Akai, Alesis)

Burung falk jantan dan betina juga memiliki ciri tersendiri. Pejantan parkit punya bulu wajah lebih cerah dan jelas, sedangkan betina memiliki bulu berwarna pucat. Lalu, betina memiliki garis-garis di bagian bawah bulu ekor, sementara jantan tidak memilikinya. Meskipun secara warna bulu parkit Australia terbilang indah, tidak semua burung falk yang ada di Indonesia memiliki warna yang sama.

Di Nusantara, cockatiel tidak bisa hidup di alam bebas dan cenderung hidup di penangkaran untuk dijadikan sebagai hewan peliharaan, sehingga hewan ini mengalami mutasi warna yang terbentuk selama bertahun-tahun. Mutasi warna yang terjadi pada burung falk di Indonesia, antara lain albino, lutino, pied, pearl/laced/opaline, cinnamon, fawn/isabelle, silver, emerald, creamface, pastel face, yellow cheek, white, dan grey.

Meski mengalami mutasi warna, popularitas burung parkit Australia ini tidak turun, justru lebih meningkat. Hal ini karena orang tertarik dengan burung hias dari warna bulunya yang beragam. Selain itu, beberapa orang ingin memelihara burung falk karena sifatnya yang lembut dan jinak.

Baca juga  Harga Diffuser CO2 untuk Aquascape (Berbagai Tipe)

Sudah menjadi hal yang lumrah jika burung penangkaran bersifat jinak dan tidak takut pada manusia. Meskipun begitu, parkit Australia memiliki sifat yang sangat manja dan suka dibelai atau dipegang, tetapi tidak terlalu suka untuk dipeluk. Burung ini juga mempunyai kebiasaan mengikuti owner-nya kemana pun pergi, karena secara insting burung falk yang sudah dipelihara sangat senang melihat dan berada di dekat pemiliknya.

Tak hanya itu, burung cockatiel terbilang aktif dan suka bermain. Anda bisa mengajarkan lempar tangkap bola, tebak-tebakan warna, dan menirukan suara-suara burung lain atau bersiul. Keahlian burung parkit Australia memang cukup banyak, tetapi Anda harus bersabar dalam menggalinya. Anda tidak bisa membentak atau memarahinya, karena unggas ini sangat peka dan mudah grogi.

Sebelum Anda membeli burung parkit Australia, pastikan Anda mengetahui merawatnya. Tak seperti burung hias atau kicau lainnya, burung cockatiel harus dirawat dengan treatment khusus seperti berikut.

Cara Cockatiel

Cockatiel peliharaan (sumber: thesprucepets.com)

Cockatiel peliharaan (sumber: thesprucepets.com)

  • Burung parkit Australia terkenal sangat aktif, sehingga Anda harus meluangkan waktu setiap hari minimal 30 menit untuk bermain bersamanya. Selain bisa meningkatkan kecerdasan burung, cara ini mampu mengatasi stres pada burung cockatiel.
  • Bersihkan kandang secara rutin dan sebaiknya dua hingga tiga kali sehari, karena unggas ini secara alami mampu menghasilkan bubuk pada bulunya yang dapat meninggalkan lapisan seperti tepung. Bubuk yang mengendap di dalam kandang bisa membuat burung terserang penyakit atau jamur.
  • Potong sayap dan kuku cockatiel setidaknya dua tahun sekali untuk membantu proses pertumbuhan mereka. Pastikan Anda memotongnya dengan tepat dan jika perlu pergi ke dokter hewan atau Vet terdekat.
  • Selain itu, Anda harus memberikan pakan yang sehat berupa biji-bijian organik.
Baca juga  Harga Bunglon Chameleon per Ekor

Harga Cockatiel

Burung CockatielHarga
Cockatiel BabyRp650.000 per ekor
Cockatiel Lutino Mata Merah usia 4 bulanRp1.100.000 per ekor
Cockatiel GreyRp1.500.000 per ekor
Cockatiel WhiteRp1.500.000 per ekor
Cockatiel Indukan SepasangRp2.400.000 per pasang
Cockatiel PearlRp1.000.000 per ekor

Harga burung cockatiel di atas telah kami rangkum dari berbagai macam sumber, termasuk situs jual beli online. Harga burung falk tersebut tidak terikat dan bisa berubah sewaktu-waktu.

[1] Nurkholis. 2017. Konsentrasi Spermatozoa Burung Parkit (Melopsittacus undulatus) pada Berbagai Frekuensi Penampungan. Jurnal Ilmiah INOVASI Politeknik Negeri Jember, Vol. 17(1): 10-14.

author

Leave a reply "Harga Cockatiel (Baby, Indukan, Lutino)"