Harga Canting Batik (Semua Jenis)

Batik menjadi salah satu hasil kerajinan tangan khas Indonesia yang bahkan telah diakui sebagai Warisan Dunia oleh UNESCO. Kain dengan berbagai motif dan tersebut secara umum memang kerap digunakan untuk pakaian. Nah, untuk menghasilkan motif yang sempurna, para perajin batik menggunakan sebuah alat bernama canting. Merupakan komponen utama dalam membatik, ternyata harga canting ini sangat terjangkau.

Ilustrasi: canting untuk membuat batik tulis (sumber: pinterest)
Ilustrasi: canting untuk membuat batik tulis (sumber: pinterest)

Sekarang tidak hanya digunakan orang tua, melainkan juga kaum muda milenial, sejarah batik di Indonesia ternyata sangat panjang. Kain ini konon telah ada sejak zaman Kerajaan Majapahit, lalu berkembang pesat pada masa Kerajaan Mataram. Setelah batik tulis muncul pada akhir abad ke-18 atau awal abad ke-19, batik cap kemudian dikembangkan setelah Perang Dunia I.[1]

Bacaan Lainnya

Saat ini, industri batik dapat ditemukan di daerah-daerah yang dulunya merupakan bekas wilayah Kerajaan Majapahit, seperti di Mojokerto. Sementara itu, daerah pembatikan yang berasal dari masa penyebaran Islam sekarang bisa ditemukan di Ponorogo (batik cap kasar atau batik cap mori), sedangkan batik Solo dan Yogyakarta menyempurnakan corak batik yang ada di Mojokerto dan Tulungagung.[2] Batik pun berkembang ke arah barat, termasuk kawasan Banyumas, Pekalongan, Tegal, dan Cirebon.

Baca juga  Update Jenis dan Harga Celana Cargo Eiger Panjang dan Pendek

Fungsi Canting Batik

Setiap daerah menghasilkan corak atau motif batik yang berbeda. Terlepas dari corak yang dihasilkan, proses membatik tidak bisa lepas dari alat yang bernama canting. Canting adalah alat yang dipakai untuk memindahkan atau mengambil cairan yang khas, yang digunakan untuk membuat batik tulis. Model tradisional biasanya terbuat dari tembaga atau bambu sebagai pegangannya.

Sebelum canting ditemukan, nenek moyang kita dulunya menggunakan bambu yang dibentuk menyerupai pensil, digunakan untuk menorehkan zat perintang yang dibuat dari bahan bubur ketan.[3] Setelah ditemukan zat perintang dari bahan malam atau lilin, teknik membuat batik yang awalnya memakai bambu, kemudian beralih menggunakan canting tulis dari bahan tembaga.[4]

Canting sendiri berasal dari bahasa Jawa yang berarti alat untuk melukis batik tulis. Alat ini setidaknya memiliki tiga bagian, yakni cucuk, nyamplung, dan pegangan. Cucuk canting berfungsi seperti mata pena sebagai ujung keluarnya cairan malam (lilin), nyamplung berguna sebagai tempat untuk memasukkan malam (lilin) panas, sedangkan pegangan biasanya terbuat dari bambu atau kayu.[5]

Baca juga  Info Terkini Harga Dakron per Kg

Jenis Canting Batik

Berdasarkan ukurannya, canting setidaknya dapat dibagi menjadi tiga jenis. Pertama adalah canting cecek, yakni canting yang berukuran kecil dan berfungsi untuk memberikan isen-isen pada motif batik. Kedua adalah canting klowong, yaitu canting berukuran lebih besar dan berfungsi untuk membuat garis motif pokok dalam proses pembatikan. Ketiga adalah canting tembok, merupakan canting paling besar dan berguna untuk menutup bidang luas dengan lilin.

Sementara itu, jika dilihat dari fungsinya, canting dapat dibedakan menjadi dua tipe. Model pertama adalah canting reng-rengan, yang digunakan untuk membatik reng-rengan, yakni pola batik pertama kali sebelum dikerjakan lebih lanjut. Varian kedua adalah canting isen, yang berfungsi untuk mewarnai atau mengisi pola dari kerangka dasar yang sudah jadi.

Canting batik (sumber: roots.sg)
Canting batik (sumber: roots.sg)

Tidak cuma itu, canting juga dapat dibedakan berdasarkan jumlah cucuk yang dimiliki. Menurut kategori ini, ada setidaknya tujuh jenis canting. Varian pertama adalah canting cecekan bercucuk satu dan berukuran kecil, kemudian canting loron dengan cucuk dua sejajar, canting telon dengan tiga cucuk, canting prapatan dengan empat cucuk, canting liman dengan lima cucuk, canting byok yang dipakai untuk membentuk lingkaran kecil, serta canting galaran atau carat.

Baca juga  Update Harga Lem DF 74 untuk Transfer Foto ke Kayu

Harga Canting Batik

Varian Canting Harga
Canting Cecek Kuningan Rp3.000
Canting Klowong Kuningan Rp3.000
Canting Tembokan Kuningan Rp3.000
Canting Cecek Tembaga Rp5.000
Canting Klowong Medium Tembaga Rp7.000
Canting Tembokan Besar Tembaga Rp7.000
Canting Batik Kuningan 1 Rp14.400
Canting Batik Tembaga 1 Rp25.000
Canting Batik Listrik 1 Rp64.900 – Rp150.000

Harga canting batik di atas kami rangkum dari berbagai sumber, termasuk platform online. Harga canting tersebut tentu saja tidak mengikat dan dapat berbeda-beda di masing-masing penjual. Ada yang menawarkan satu berisi tiga canting dengan harga Rp128 ribuan, ada pula yang menjual satu set alat batik lengkap dengan harga rata-rata Rp200 ribuan.

[1] Nurainun, Heriyana, Rasyimah. 2008. Analisis Industri Batik di Indonesia. Fokus Ekonomi, Vol. 7(3): 124-135.

[2] Ibid.

[3] Djoemena, Nian S. 1987. Ungkapan Sehelai batik: Batik its Mystery and Meaning. Jakarta: Djambatan, hlm. 28.

[4] Soeparman. 1998. Teknologi Batik dalam Seni Lukis Batik Indonesia. Yogyakarta: Taman Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, hlm. 82.

[5] Soesanto, Sewan. 1984. Seni Kerajinan Batik Indonesia, Balai Penelitian Batik dan Kerajinan. Jakarta: Lembaga Penelitian Industri Departemen Perindustrian RI, hlm. 26.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *