Update Harga Bunglon Chameleon per Ekor

Jika Anda pencinta reptil, pastinya Anda sudah tidak asing dengan bunglon dan chameleon. Secara harfiah, bunglon dan chameleon adalah spesies yang berbeda, tetapi banyak orang yang menganggapnya sama. Hewan ini diketahui memiliki banyak penggemar dan dijual dengan harga yang cukup mahal. Populernya bunglon dan chameleon sebagai hewan peliharaan bukan hanya karena mudah dirawat, tetapi kemampuan mimikrinya yang unik.

Bunglon chameleon (sumber: animalhype.com)
Bunglon chameleon (sumber: animalhype.com)

Bunglon adalah kadal yang bisa mengubah warna kulitnya. Mereka melakukannya ketika marah atau takut, ketika ada perubahan cahaya dan suhu udara, juga untuk bersembunyi. Di bawah kulit bunglon terdapat sel-sel, disebut melanafora, yang dapat berubah warna sesuai dengan sekelilingnya, sehingga bunglon sulit terlihat.[1]

Bacaan Lainnya

Perbedaan Bunglon dan Chameleon

  • Bunglon dan chameleon memiliki klasifikasi ilmiah yang berbeda, meskipun kedua hewan ini sama-sama termasuk jenis iguana. Secara ilmiah, bunglon termasuk dalam Famili Agamidae, sedangkan chameleon termasuk Famili
  • Habitat bunglon dan chameleon juga berbeda. Bunglon lebih banyak ditemukan di Pulau Jawa, Borneo, Singkep, Sulawesi, Kepulauan Salibabu, Thailand, Kamboja, dan Filipina. Sementara, chameleon lebih banyak ditemukan di Afrika, Madagaskar, Eropa Selatan, dan di seluruh Selatan sejauh Sri Lanka.
  • Secara fisik, bunglon dan chameleon juga berbeda. Bunglon memiliki bentuk seperti kadal dan lebih sering ditemukan di daun dan ranting dengan kulit asli berwarna hijau terang hingga gelap. Sementara itu, chameleon lebih sering ditemukan di daerah yang berpasir dan biasanya hinggap di bebatuan atau batang pohon yang rendah.
  • Ukuran tubuh bunglon cenderung lebih besar dibanding chameleon. Bunglon bisa tumbuh dengan ujung kepala hingga ujung ekor sampai lima meter, sementara chameleon hanya sekitar dua meter.
  • Ciri-ciri fisik yang paling menonjol pada bunglon, yakni memiliki surai dan jengger di bagian kepalanya dengan tulang yang menonjol ke samping. Sementara itu, chameleon memiliki tanduk dan beberapa ada yang memiliki tulang kipas di bagian dagunya.

Meskipun bunglon dan chameleon memiliki banyak perbedaan, mereka punya kemampuan mimikri yang sama. Untuk mengetahui mimikri pada bunglon dan chameleon, Anda bisa melihat ulasan berikut.

Mimikri pada Bunglon dan Chameleon

Mimikri didefinisikan sebagai pemiripan atau peniruan secara fisik satu spesies terhadap spesies atau lingkungan sekitar dengan tujuan untuk menguntungkan dirinya atau mengelabui mangsa dan musuh.[2] Mimikri yang dilakukan bunglon dan chameleon adalah dengan cara mengubah warna kulitnya menjadi seperti warna benda di dekatnya, antara lain cokelat seperti batang pohon, hijau seperti daun, merah seperti bunga mawar, dan ungu seperti bunga blueberry. Bahkan, ada chameleon yang mampu mengubah warna kulitnya menjadi biru dan kuning untuk menghindari mangsanya.

Dilansir dari beberapa sumber, kemampuan mengubah warna pada kulit bunglon dan chameleon tidak hanya untuk beradaptasi dan mencari mangsa atau melindungi diri, tetapi juga menggambarkan suasana hatinya. Beberapa jenis bunglon dan chameleon yang sensitif, biasanya langsung melakukan mimikri jika mood-nya sedang tidak baik, misalnya ketika mereka marah, sedih, atau stres.

Bunglon & chameleon
Chameleon (kiri) dan bunglon (kanan)

Reptil yang termasuk jenis kadal ini juga bisa kehilangan kemampuan mimikrinya atau kurang bisa melakukan perubahan warna kulit dengan baik jika sedang sakit. Meskipun hewan ini adalah reptil yang terbilang kuat dan tidak mudah terinfeksi virus, bunglon dan chameleon bisa mengalami malnutrisi jika asupan hariannya tidak terpenuhi.

Bunglon dan chameleon yang kekurangan nutrisi akan terlihat kurus dan pucat di bagian kulit dan matanya. Selain itu, menurut review orang yang pernah memelihara bunglon dan chameleon, kukunya yang rapuh juga salah satu tanda bunglon dan chameleon Anda mengalami kekurangan gizi.  Selain itu, ternyata bunglon dan chameleon adalah spesies kadal yang mudah stres.

Sebelum merawat bunglon dan chameleon, sebaiknya Anda memilih lokasi yang jauh dari keramaian. Anda juga perlu menyiapkan ruang khusus dengan pencahayaan yang baik dan suhu yang tidak terlalu dingin atau panas untuk bunglon dan chameleon. Anda bisa memilih tempat yang rindang sebagai salah satu upaya untuk mengontrol suhu di sekitar ruang supaya tetap sejuk dan tidak lembap.

Tips Merawat Bunglon dan Chameleon

  • Dilansir dari wikiHow, Anda harus menyiapkan kandang bunglon dan chameleon yang disebut reptarium atau kandang khusus reptil. Perlu Anda ketahui, bunglon muda akan berkembang atau tumbuh dengan pesat, sehingga Anda membutuhkan kandang dengan ukuran dua kali lebih besar daripada ukuran tubuhnya.
  • Supaya Anda bisa memantau hewan peliharaan dengan mudah, pilihlah kandang yang transparan. Sebagai contoh, Anda bisa memilih akuarium atau kotak kaca yang tebal. Beberapa orang memilih menggunakan kotak resin yang dinilai tidak mudah pecah dan mudah dibersihkan.
  • Letakkan kandang di sudut ruangan dengan sandaran berupa tembok. Jangan meletakkan kotak kaca di dekat jendela saat udara sedang dingin atau cuaca sedang hujan. Hal ini dapat memengaruhi suhu di dalam kotak dan mengubah keadaan menjadi lembap, sehingga membuat hewan peliharaan mudah terserang penyakit jamur.
  • Masukkan pasir atau tanah di bagian dasar kandang sebagai alas, dan setidaknya Anda meletakkan ornamen berupa kayu atau tanaman dengan ranting yang kecil. Ini membuat kondisi kandang menjadi nyaman untuk bunglon chameleon, sehingga tidak mudah stres.
  • Bagian atas kandang harus diberi ventilasi udara sebagai media untuk membersihkan udara di bagian dalam kandang. Selain itu, Anda bisa menambahkan lampu LED untuk berjaga-jaga jika cuaca sedang hujan dan Anda tidak bisa menjemur peliharaan.
  • Jika Anda memelihara reptil seperti bunglon dan chameleon, Anda harus rutin menjemurnya di bawah sinar penuh saat pagi hari. Ini akan membantu hewan untuk menghangatkan tubuhnya, karena reptil adalah jenis hewan berdarah dingin.
  • Sebagai tips supaya bunglon dan chameleon Anda tidak mudah mengalami kekurangan gizi, sebaiknya Anda memilih serangga seperti jangkrik sebagai makanannya. Anda juga bisa memilih pakan khusus yang mengandung banyak protein dan serat.

Setelah mengetahui tips merawat bunglon dan chameleon di atas, apakah Anda tertarik untuk mengadopsinya? Jika iya, pastikan Anda mengetahui harganya di pasaran.

Bunglon chameleon (sumber: wideopenpets.com)
Bunglon chameleon (sumber: wideopenpets.com)

Harga Bunglon Chameleon

Jenis Bunglon Chameleon Harga per Ekor
Veiled Chameleon Not Phanther Bunglon Anakan: Rp600.000
Betina/Jantan: Rp899.000
Sepasang: Rp1.890.000
Chameleon Veiled Juve Bunglon Betina/Jantan: Rp1.200.000
Sepasang: Rp2.200.000
Chameleon Low Pied Veiled Bunglon Rp2.000.000
Chameleon High White Veiled Bunglon Rp2.600.000
Chameleon High Pied Veiled Bunglon Jantan Rp2.900.000
Panther Chameleon Bunglon Dewasa Rp3.250.000

Informasi harga bunglon chameleon di atas telah kami rangkum dari berbagai sumber, termasuk situs jual online. Sebagai perbandingan, tahun lalu, harga Veiled Chameleon betina usia 3,5 bulan berkisar Rp1,2 juta per ekor, sedangkan Veiled Chameleon Low Pied dewasa berkisar Rp3,37 juta per ekor. Untuk info lebih lanjut, Anda bisa mengunjungi pasar hewan atau situs online yang menjual bunglon.

[Update: Ditta]

[1] Farndon dan Kirkwood. 2003. Ensiklopedia Mini Hewan. Jakarta: Erlangga, hlm. 33.

[2] Matondang, Adelia Enjelina & Marcellinus Dwi Hariadi. 2013. Penerapan Tema Mimikri pada Desain Museum Perkembangan Musik Pop Indonesia. Jurnal Sains Dan Seni POMITS Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Vol. 2(2): 102-104.

Pos terkait