Update Harga Bungkil Sawit, Pakan untuk Ternak

No comment3862 views

Bagi Anda yang memelihara , mungkin sudah tidak asing lagi dengan bungkil sawit. Ini adalah salah satu limbah yang kerap dimanfaatkan sebagai pakan karena dinilai memiliki nutrisi yang tinggi untuk binatang, terutama sapi. Di pasaran, bungkil sawit telah banyak tersedia dengan harga bervariasi, yang relatif terjangkau, tergantung kemasannya.

Dikutip dari Wikipedia, bungkil sawit atau bungkil inti sawit adalah salah satu hasil samping pengolahan inti sawit dengan kadar 45 persen dari inti sawit. Bungkil sawit ini dikatakan umumnya mengandung air kurang dari 10 persen dan 60 persen kadar nutrisinya berupa selulosa, lemak, protein, arabinoksilan, glukoronoxilan, dan mineral. Meski kadar protein bungkil sawit rendah, tetapi cukup baik dengan serat kasar tinggi.

Bungkil Sawit - @Bungkil Kelapa Sawit Surabaya

Bungkil Sawit - @Bungkil Kelapa Sawit Surabaya

Masih menurut sumber yang sama, dengan komposisi gizi serta produksinya yang relatif banyak, bungkil inti sawit berpotensi sebagai pakan ternak, baik untuk ternak ruminansia maupun non-ruminansia. Karena bungkil inti sawit memiliki palatabilitas yang rendah, menyebabkan ini kurang cocok untuk ternak monogastrik dan lebih sering diberikan kepada ruminansia, terutama sapi perah.

Sementara itu, dirangkum dari situs Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Aceh, bungkil inti sawit disebutkan memiliki nilai nutrisi yang tinggi dibandingkan limbah lainnya karena kandungan protein kasar sebesar 15 persen dan energi kasar sebesar 4.230 kkal per kg, sehingga dapat berperan sebagai pakan penguat atau konsentrat. Industri kelapa sawit sendiri dapat menghasilkan limbah yang berpotensi sebagai pakan ternak seperti bungkil inti sawit, serat perasan buah, tandan buah kosong, dan solid.

Situs yang sama menerangkan, bungkil sawit memiliki potensi sebagai sumber gizi. Kandungan gizi dari bungkil sawit adalah protein kasar sebesar 12,63 persen sampai 17,41 persen, serat kasar sebesar 9,98 persen sampai 25,79 persen, lemak kasar sebesar 7,12 persen sampai 15,15 persen, dan energi bruto sebesar 3.217 kkal per kg sampai 3.454 kkal per kg bahan kering.

Beberapa sumber di internet juga menyebutkan bahwa bungkil sawit memiliki keunggulan nilai nutrisi dibandingkan onggok, jagung, kulit kopi, ampas sagu, kulit kacang, gaplek, rerumputan, atau bungkil rumput laut sebagai pakan ternak. Meski demikian, bahan ini juga tidak luput dari kelemahan, seperti kadar serat kasarnya yang cukup tinggi, cemaran limbah cangkang yang memengaruhi nilai nutrisi bungkil sawit. Kandungan asam amino dan daya cerna yang rendah ini sekarang sudah banyak diteliti di dengan berbagai cara seperti pembiakan mikroorganisme dan kultur mikroba. Dengan demikian, peningkatan protein kasar dari 14 persen dapat dicapai hingga 24 persen.

Sebagai pakan ternak, bungkil sawit dapat diberikan sebesar 30 persen dalam keseluruhan pakan tenak. Namun, menurut pendapat beberapa studi, bungkil inti sawit dapat digunakan sampai sebesar 40 persen dalam konsentrat dengan tujuan untuk penggemukan hewan ternak, yang ditambah dengan 20 persen molasses. Pakan yang hanya terdiri dari 75 persen bungkil inti sawit dan 25 persen molasses dapat diberikan untuk pakan ternak dan akan menghasilkan daya cerna sebesar 82,6 persen. Ini tidak jauh berbeda dengan daya cerna pakan konsentrat kualitas tinggi, yaitu sebesar 84,3 persen, sedangkan tanpa molasses hanya sebesar 77,8 persen.

Bungkil Sawit untuk Pakan Ternak - disbun.kukarkab.go.id

Bungkil Sawit untuk Pakan Ternak - disbun.kukarkab.go.id

Sementara, dalam pakan tambahan untuk ternak yang mengandung bungkil inti sawit sampai 55,5 persen, molasses digunakan sampai 7,50 persen dan menghasilkan pertambahan bobot hidup yang sama dengan konsentrat komersial. Berdasarkan penelitian yang menggunakan bungkil inti sawit sebanyak 30 persen ditambah molasses 3,25 persen dan bahan lainnya pada ternak, hasilnya dapat menyamai bila ternak tersebut diberikan pakan konvensional.

Sayangnya, meski banyak studi yang mengatakan bungkil sawit cocok sebagai pakan ternak, namun pemanfaatan limbah ini dinilai belum optimal, terutama sebagai pakan ternak sapi perah. Umumnya, pabrik belum memanfaatkan bahan ini secara optimal, bahkan cenderung dibuang begitu saja. Selain itu, banyak juga yang memilih untuk menjual limbah kelapa sawit ini ke luar negeri (ekspor).

Bungkil Sawit untuk Pakan Ikan

Selain sebagai pakan ternak sapi, bungkil sawit ternyata juga dapat dijadikan pakan ikan. Hasil penelitian yang dilakukan Institut Pertanian Bogor mengungkapkan bahwa bungkil sawit sebanyak 8 persen dalam pakan dapat menghasilkan kinerja pertumbuhan yang optimal untuk ikan lele. Selain bisa digunakan pada budidaya lele, bungkil sawit ini juga bisa diaplikasikan pada ternak ikan lainnya, misalnya budidaya ikan nila, ikan gurami, dan ikan patin.

Ada minimal tiga yang bisa diperoleh jika menggunakan bungkil sawit sebagai pakan ikan, yaitu menambah variasi dan persediaan bahan baku ransum, mengurangi pencemaran lingkungan, dan menekan biaya ransum. Sayangnya, layaknya pakan sapi, bungkil sawit sebagai pakan ikan juga tidak luput dari kelemahan, seperti kandungan serat yang cukup tinggi, kualitas protein yang kurang baik, masih mengandung banyak lemak, mudah menjadi tengik, memiliki kandungan protein hanya berkisar 17 persen, kandungan lisin dan methionin yang relatif masih rendah dibandingkan sumber protein nabati lainnya, serta serat kasar yang tinggi yang kemungkinan sulit dicerna ikan.

Bungkil Sawit untuk Pakan Ternak - www.rumahmesin.com

Bungkil Sawit untuk Pakan Ternak - www.rumahmesin.com

Harga Bungkil Sawit

Meski belum begitu banyak dimanfaatkan, namun tidak sulit menemukan bungkil inti sawit. Anda bisa membeli bahan ini di pasar-pasar hewan atau bahkan situs jual beli online. Jika Anda ingin memberikan bungkil sawit untuk hewan ternak Anda, harganya sebenarnya relatif terjangkau. Di beberapa situs jual beli online, 10 kg (kilogram) bungkil sawit dijual dengan harga sekitar Rp46.600 hingga Rp69.900. Harga tahun 2020 tidak jauh berbeda dari tahun 2018 lalu. Jika dijual eceran, harga 1 kg bungkil sawit berkisar antara Rp2.500 sampai Rp4.500. Harga eceran ini sedikit turun dari harga tahun lalu yang dibanderol Rp4.600 per kilo.

[Dian]

Baca juga  Info Terbaru Harga WPC Board Lembaran (Semua Ukuran)
author
Sudah lama lulus dari S-1 di kampus PTN ternama. Penyuka musik dan sedikit audiophile.

Leave a reply "Update Harga Bungkil Sawit, Pakan untuk Ternak"