Harga Blockboard per Lembar Terbaru (9mm, 12mm, 15mm, 18mm)

Bagi Anda yang saat ini atau pernah menekuni dunia pertukangan mebel atau furniture, pasti sudah tidak asing lagi dengan blockboard. Ini adalah salah satu hasil olahan kayu lapis yang diklaim sangat baik untuk pengerjaan pengecoran hingga kitchen set. Di pasaran sendiri, blokcboard ditawarkan di kisaran harga ratusan ribu rupiah, tergantung ukuran ketebalannya.

Blockboard (sumber: firstwood.net)
Blockboard (sumber: firstwood.net)

Meski sekarang sudah tersedia material seperti galvalum, kayu tetap menjadi favorit masyarakat untuk keperluan membuat furniture maupun dalam proyek konstruksi bangunan. Sebagai bahan bangunan, kayu masih digunakan karena harganya memang relatif murah dibandingkan bahan bangunan lainnya.[1] Selain itu, kayu mudah diproses untuk dijadikan barang sesuai dengan kemajuan teknologi dan punya penampilan dekoratif.[2]

Bacaan Lainnya

Namun, seiring dengan perkembangan zaman, kayu solid saat ini makin jarang diminati, karena selain harganya yang relatif mahal, juga semakin susah untuk ditemukan. Sebagai penggantinya, banyak pengusaha dan konsumen yang lantas beralih ke kayu lapis atau biasa dikenal dengan nama triplek. Selain dinilai praktis untuk pembuatan furniture atau perabotan rumah, kayu lapis ini juga memiliki harga yang lebih terjangkau dibandingkan dengan kayu solid.

Dipaparkan Wikipedia, kayu lapis adalah sejenis papan pabrikan yang terdiri dari lapisan kayu (veneer kayu) yang direkatkan bersama-sama. Kayu lapis merupakan salah satu produk kayu yang paling sering digunakan. Kayu lapis bersifat fleksibel, murah, dapat dibentuk, dapat didaur ulang, dan tidak memiliki teknik pembuatan yang rumit. Kayu lapis biasanya dibuat menggunakan kayu solid karena lebih tahan retak, susut, atau bengkok.

Masih menurut sumber yang sama, teknik pembuatan kayu lapis telah ditemukan sejak abad ke-17, namun baru sekitar akhir abad ke-19 kayu lapis diproduksi secara komersial untuk pembuatan peti teh. Kayu lapis yang digunakan untuk pembuatan peti kala itu memiliki tiga lapisan sehingga biasa disebut three-ply, atau tripleks di Indonesia.

Lapisan atau veneer yang mengomposisi sebuah kayu lapis harus relatif tipis. Jika tidak, maka kayu lapis cenderung mudah menyusut atau terdistorsi karena kekuatan adhesif perekat kalah kuat dibanding beban kayu veneer. Karenanya, pembuatan kayu lapis yang lebih tebal tidak dilakukan dengan menebalkan lapisan veneer, melainkan menambah jumlah lapisan itu. Kayu lapis yang terdiri lebih dari tiga lapisan biasa disebut multiply (multipleks). Terkadang, kayu lapis yang terdiri dari lima lapisan disebut sebagai five-ply.

Lapisan-lapisan pada kayu lapis harus selalu dibuat dalam jumlah ganjil untuk menciptakan konstruksi kayu yang seimbang. Bagian tengah kayu lapis, atau biasa disebut central core, biasanya relatif lebih tebal dibandingkan veneer sebelah luar, namun dengan kepadatan yang lebih rendah agar hasil akhir kayu lapis tidak menjadi terlalu berat.

Sementara, dikutip dari Imagebali.net, beberapa furniture di rumah, seperti lemari, meja, backdrop, TV cabinet, dan lain-lain pasti menggunakan bahan baku kayu lapis. Bahan ini menjadi pilihan utama karena dinilai lebih murah dibandingkan dengan kayu solid yang kian hari kian mahal seiring stok yang semakin terbatas. Ada beberapa jenis kayu lapis yang biasa digunakan untuk membuat furniture.

Blockboard (sumber: tokopedia)
Blockboard (sumber: tokopedia)

Jenis Kayu Lapis

  • Multipleks, terdiri dari tiga atau lebih lapisan yang memiliki ketebalan yang seragam. Pada umumnya, multipleks memiliki berat yang lebih daripada blackboard, dan punya ukuran yang sama. Karena lapisan kayu untuk multipleks ini berbeda dan berkualitas daripada blackboard, maka harganya pun biasanya relatif lebih mahal. Selain itu, seperti blackboard, multipleks juga bersifat solid sehingga tidak bisa dilengkungkan.
  • MDF, merupakan singkatan dari Medium Density Fiberboard, adalah jenis kayu lapis yang terbuat dari leburan kayu direkatkan dengan resin dan lilin. MDF ini dikatakan lebih kuat dan memiliki tingkat kepadatan antara 600-800 kg/m3. Karena serat kayu yang digunakan lebih halus, maka MDF bisa dilengkungkan. Biasanya menggunakan kayu pinus, finishing untuk MDF antara lain finishing tempel seperti HPL, decosit, takonsit, dan lain sebagainya.
  • Partikel, penggunaan material ini sudah sangat banyak, biasanya dipakai untuk furniture siap rangkai yang banyak dijual di toko-toko mebel. Partikel sendiri dibuat dari serbuk kayu yang direkatkan dengan lem, kemudian ditekan hingga berbentuk lembaran. Finishing yang bisa digunakan sama dengan MDF, yaitu HPL, decosit, takonsit, dan lain sebagainya. Secara kualitas, partikel jauh di bawah blockboard, multipleks, atau MDF karena hanya punya kepadatan sekitar 160-450 kg/m3.
  • Melaminto, adalah material dengan yang halus dan licin berwarna putih, biasa digunakan untuk papan tulis yang memakai spidol sebagai alat tulisnya. Permukaan melaminto yang halus dan licin juga biasa digunakan untuk melapisi multipleks, yang akan di-finishing duco. Dengan penggunaan melaminto, proses finishing duco akan lebih mudah, karena permukaannya sudah sangat halus dan licin.
  • Teakwood, adalah kayu jati yang sudah berbentuk lembaran. Teakwood secara umum memiliki dimensi panjang dan lebar seperti multipleks, dan biasanya digunakan untuk melapisi bahan tersebut, seperti memberi corak. Corak yang dimiliki teakwood sendiri bermacam-macam dan sering menimbulkan kesan alami.
Rak dari blockboard (sumber: dekoruma.com)
Rak dari blockboard (sumber: dekoruma.com)

Kegunaan Blockboard

Selain varian di atas, jenis kayu lapis lainnya adalah blockboard. Ini adalah kayu lapis yang umumnya memiliki tiga lapisan kayu dan memiliki ukuran ketebalan bervariasi, mulai 0,9 cm sampai 1,8 cm, dengan panjang x lebar sekitar 122 cm x 244 cm. Umumnya, blockboard berasal dari sisa pengolahan kayu di industri olahan kayu, sehingga tidak memerlukan kualitas bahan baku yang tinggi.[3]

Blockboard terdiri dari satu lapis kayu yang dilapisi dua lembar lapisan kayu yang lebih tipis di kedua sisinya. Pembuatan blockboard dilakukan dengan melapisi kedua permukaan core dengan viner (susunan tiga lapisan, yakni veneer + core + veneer). Material veneer bisa menggunakan plywood dari jenis kayu meranti dengan ketebalan 2,5 mm. Bisa pula dari keruing dengan ketebalan 1,5 mm dan 0,9 mm. Sementara itu, perekat blockboard umumnya memakai urea formaldehida cair dan pengeras (hardener).[4]

Blockboard sendiri sering digunakan sebagai bahan pembuat furniture, termasuk lemari dan meja. Pasalnya, material ini dianggap memiliki banyak kelebihan seperti bentuk dan ukuran yang sangat presisi, sisi bagian lebarnya lebih luas daripada kayu alami, gampang dipotong dengan gergaji, punya kekuatan yang lebih baik dibandingkan kayu olahan lainnya, serta finishing furniture yang lebih mudah.

Saat ini, tidak sulit mendapatkan blockboard. Pasalnya, Anda sudah bisa membeli material ini di banyak toko kayu maupun bahan bangunan. Blockboard sendiri terdiri dari berbagai macam ukuran, mulai 9 mm hingga 18 mm. Semakin tebal ukurannya, biasanya harganya semakin mahal. Berikut kami sajikan informasi terkini kisaran harga blockboard di pasaran.

Saat ini, tidak sulit mendapatkan blockboard. Pasalnya, Anda sudah bisa membeli material ini di banyak toko kayu maupun bahan bangunan. Blockboard sendiri terdiri dari berbagai macam ukuran, mulai 9 mm hingga 18 mm. Semakin tebal ukurannya, biasanya harganya semakin mahal. Berikut kami sajikan informasi terkini kisaran harga blockboard di pasaran.

Harga Blockboard

Blockboard (sumber: gharpedia.com)
Blockboard (sumber: gharpedia.com)
Tipe/Ukuran Blockboard Harga per Lembar
Blockboard 9 mm Rp95.000
Blockboard 12 mm Rp193.400
Blockboard 15 mm Rp188.000
Blockboard 18 mm 65 x 45 cm : Rp55.000
40 x 80 cm : Rp58.800
90 x 40 cm : Rp68.000
90 x 45 cm : Rp68.000
60 x 60 cm : Rp72.000
40 x 80 cm : Rp75.000
80 x 80 cm : Rp107.000
120 x 55 cm : Rp110.000
50 x 100 cm : Rp120.000
120 x 65 cm : Rp131.000
122 x 244 cm : Rp200.000
200 x 60 cm : Rp205.000
240 x 80 cm : Rp235.125

Harga blockboard di atas kami rangkum dari berbagai sumber, termasuk sejumlah toko bahan bangunan dan beberapa situs jual . Jika dibandingkan tahun sebelumnya, harga material ini sebenarnya relatif stabil. Harga blockboard 18 mm ukuran 120 x 65 cm misalnya, masih tetap Rp131 ribu per lembar, sedangkan harga blockboard 15 mm sedikit naik dari Rp182 ribu menjadi Rp188 ribu per lembar.

(Update: Panca)

[1] Hadjib, Nurwati, Mohammad Muslich, Ginuk Sumarni. 2006. Sifat Fisis dan Mekanis Kayu jati Super dan Jati Lokal dari Beberapa Daerah Penanaman. Jurnal Penelitian Hasil Hutan, Vol. 24(4): 359-369.

[2] Anugraini, Arif Seswi, Rida Safuan Selian, Ramdiana. . Kerajinan Kayu Gerupel dalam Konteks Masyarakat Gayo. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Program Studi Pendidikan Seni Drama, Tari dan Musik Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Unsyiah, Vol. II(1): 13-19.

[3] Mawardi, Indra, Yuniati, Saifuddin. 2013. Pengembangan Block Board Varian Baru Berbasis core dari Komposit Partikel Kayu Kelapa Sawit. Jurnal Teknik Mesin Politeknik Negeri Lhokseumawe, Vol. 14(1): 28-34.

[4] Kliwon, Suwandi, M. I. Iskandar, Paribroto Sutigno. 1987. Sifat Papan Blok dengan Inti Limbah Eksploitasi Hutan Lampung. Jurnal Penelitian Hasil Hutan, Vol. 4(2): 16-20.

Pos terkait