Update Harga Bibit Terong Ungu dan Cara Menanamnya

Terong ungu merupakan jenis sayur yang disukai banyak orang, karena punya rasa yang cukup lezat dan bergizi. Orang biasanya memanfaatkan terong sebagai lalapan atau bahan pelengkap sambal. Sementara harga terong ungu di pasaran fluktuatif, Anda bisa mencoba menanamnya sendiri dari bibitnya karena harganya tergolong lebih terjangkau.

Ilustrasi: Terong Ungu (credit: healthy-holistic-living)
Ilustrasi: Terong Ungu (credit: healthy-holistic-living)

Sebagai salah satu bahan pangan favorit, terong ungu merupakan jenis sayur dengan komposisi nutrisi cukup lengkap. Dalam satu buah terong ungu, mengandung vitamin A, fosfor, kalori, protein, hidrat arang, vitamin B, dan vitamin C. Selain itu, terong ungu juga mengandung alkaloid, solanin, dan solasodin yang cukup tinggi. Berdasarkan penelitian, terong ungu juga memiliki zat anti kanker berupa tripsin (Protease) yang dapat melawan zat pemicu kanker.[1]

Bacaan Lainnya

Banyaknya kandungan gizi pada terong ungu, membuat jumlah konsumennya kian meningkat. Hal ini menjadi berkah tersendiri bagi petani dan penjual terong. Bagi Anda yang ingin mencoba menanam terong ungu sendiri di rumah sebagai bahan pangan harian atau untuk dijual, Anda bisa mencoba menanamnya dari bibit.

Baca juga  Info Terkini Manfaat & Harga Kacang Almond di Supermarket

Cara Menanam Terong Ungu

Cara menanam terong ungu dari bibit tidaklah sulit, yang penting Anda mengetahui lahan dan lokasi yang tepat untuk menanam terong ungu. Untuk menanam terong ungu, pilihlah lokasi yang bersih dan jauh dari pemukiman, akan lebih baik lagi jika lokasi jauh dari polusi kendaraan, industri, dan dapur.

Setelah berhasil mendapatkan lokasi yang tepat, perhatikan juga media tanam yang ingin Anda pakai. Sebagai pemula, akan lebih baik jika Anda mencoba memakai polybag atau pot. Cara ini juga akan mempermudah Anda dalam perawatan serta panen terong nantinya. Pilihlah polybag dan pot yang berukuran sedang atau besar.

Siapkan media tanam lainnya, berupa tanah gembur, kandang, arang sekam, dan kapur tani jika dibutuhkan. Ukur pH tanah yang Anda pakai, jika pH terlalu asam atau dibawah 5,5, maka Anda harus menaburkan dolomit atau kapur tani untuk menyeimbangkan kadar basa pada tanah.

Campur pupuk, arang sekam, dan tanah dengan perbandingan 1:1:2. Masukkan tanah campuran ke dalam polybag atau pot dan siram untuk melembapkan tanah. Biarkan tanah agar tidak terlalu lembap dan lubangi bagian tengahnya. Siapkan bibit terong ungu yang siap tanam. Anda bisa mendapatkannya dengan mudah di toko atau koperasi tani.

Baca juga  Info Terbaru Harga Meja Billiard Terbaru (Mini, Classic, Lipat)

Tanam bibit terong ungu secara perlahan dan tutup lubang serta padatkan bagian atas media tanam. Sehingga, bibit bisa tumbuh dengan baik dan tidak mudah roboh saat terkena angin atau air hujan. Setelah itu, Anda bisa melakukan proses perawatan hingga panen tiba.

Budidaya terong ungu (sumber: kebun.co.id)
Budidaya terong ungu (sumber: kebun.co.id)

Merawat terong di pot atau polybag terbilang gampang-gampang susah, apalagi jika Anda menanam terong di musim hujan. Sebaiknya Anda memindahkan posisi pot atau polybag di ruang yang agak tertutup saat hujan tiba. Sementara, saat musim panas, Anda bisa menanam terong tanpa perlu khawatir dengan kondisi kelembapan tanah.

Penyiraman terong bisa dilakukan setiap hari sebanyak 1 hingga 2 kali, tergantung kondisi kelembapan tanah. Jika tanah masih lembap, Anda tidak perlu menyiramnya. Hal ini sama dengan cara menyiram terong dengan memperhatikan musim menanamnya. Anda bisa menyiram terong lebih dari 2 kali jika cuaca sedang terik atau jika media mudah kering.

Jangan lupa untuk melakukan pemupukan lanjutan setiap 1 hingga 2 minggu sekali sambil membersihkan gulma, hama, dan daun terong yang menguning. yang paling baik untuk terong dalam pot adalah jenis organik. Pupuk kompos atau kandang tidak akan mengubah tekstur atau kadar hara tanah. Sehingga, media tanam tidak mudah rusak dan bisa dipakai lagi.

Baca juga  Update Harga Mentega Putih (Shortening) dalam Berbagai Merek

Perawatan terong bisa dilakukan hingga 70 hari sebelum panen. Terong ungu secara umum bisa dipanen pada hari ke-80 setelah masa tanam bibit. Terong yang sudah dipanen bisa langsung dibersihkan dan disortir untuk dipisahkan antara terong yang dikonsumsi sendiri dan dijual.

Harga Bibit Terong Ungu

Untuk mengetahui keuntungan bisnis terong ungu, Anda harus mengetahui harga bibitnya. Di pasaran, bibit terong ungu siap tanam saat ini dijual dengan harga Rp6 ribu hingga Rp14 ribu per polybag, turun dari tahun sebelumnya yang dijual Rp10 ribu hingga Rp15 ribu per bibit. Sementara, jika Anda ingin yang lebih murah, bisa membeli benihnya yang siap semai dengan harga mulai Rp6 ribuan per 50 biji hingga Rp15.000 isi 1.250 biji terong ungu.

[Update: Almas]

[1] Muldiana, Sahri & Rosdiana. 2017. Respon Terong (Solanum Malongena L.) terhadap Interval Pemberian Pupuk Organik Cair dengan Interval Waktu yang Berbeda. Prosiding Seminar Nasional Fakultas Pertanian UMJ, hal: 155-162.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.