Update Harga Bibit dan Buah Ciplukan Cecendet

Buah cecendet termasuk dalam jenis tanaman liar. Di Indonesia, cecendet juga dikenal dengan banyak nama, mulai dari ciplukan, kopok-kopokan, ciciplukan, cecenet, dan lainnya. Memiliki manfaat yang baik untuk kesehatan, jenis buah ini seakan naik kasta hingga membuat harga jualnya cukup mahal.

Buah ciplukan cecendet (sumber: kompas.com)
Buah ciplukan cecendet (sumber: kompas.com)

Tips Budidaya Ciplukan 

Bisnis budidaya ciplukan dianggap mampu menghasilkan keuntungan yang besar. Pasalnya, harga jual ciplukan ini terbilang tinggi, namun pesaing bisnis masih minim. Untuk memulai budidaya ciplukan, juga tidak sulit. Bisa dimulai dengan mudah dengan modal yang kecil. Anda dapat memulai bisnis budidaya ciplukan di lahan kecil atau pekarangan rumah.

Bacaan Lainnya

Budidaya ciplukan atau cecendet bisa dan cocok dijalankan oleh semua orang. Dengan kemauan dan minat yang tinggi, bisnis budidaya ciplukan ini dapat Anda jalankan dengan mudah. Untuk mencari konsumen dari budidaya tanaman ciplukan juga tidak sulit, karena permintaan konsumen akan buah ini dapat dikatakan cukup besar, mulai dari pelaku bisnis yang membutuhkan ciplukan dalam pembuatannya ataupun untuk konsumsi sehari-hari.

Namun, yang perlu diingat dalam pembudidayaan buah ciplukan adalah tanaman ciplukan ini lebih cocok hidup di tanah yang subur, gembur, tidak tergenang air, dan memiliki pH mendekati netral. Tanaman cecendet disebut mampu hidup pada tanah yang kurus, agak padat, dan kurang terawat bersama tanaman liar yang lain. Kondisi lapisan olah tanah bagian atas sangat berpengaruh terhadap kesuburan tanaman ciplukan.

Berbeda dengan jenis tanaman obat lainnya yang terkadang masih mengandung racun pada salah satu bagian tanamannya, buah cecendet dianggap bebas dari racun sehingga aman untuk dikonsumsi dalam jangka waktu yang panjang. Namun, rasanya yang begitu pahit terkadang membuat banyak orang malas mengonsumsinya.

Manfaat Buah Ciplukan

Buah cecendet yang juga disebut dengan morel berry ini mulanya hanya dikenal sebagai tanaman liar yang tidak mempunyai nilai jual. Namun, tak disangka ternyata buah ciplukan ini berkhasiat untuk meredakan berbagai macam penyakit, termasuk menurunkan kadar kolesterol, meredakan bisul, luka, konstipasi, hingga berbagai masalah pencernaan.

Sebenarnya, sudah sejak lama jenis tanaman ini telah diteliti oleh para ahli di berbagai negara. Dari yang telah dilakukan, didapatkan informasi bahwa ciplukan memiliki aktivitas sebagai antibakteri, antiinflamasi, antihiperglikemik, antivirus, imunostimulan dan imunosupresan, antioksidan, dan sitotoksik. Kandungan buah cecendet sendiri terdiri dari senyawa-senyawa aktif, seperti saponin, polifenol, flavonoid, dan fisalin.

Buah ciplukan atau cecendet mengandung banyak zat bermanfaat, di antaranya karbohidrat, lipid, mineral, dan vitamin. Masyarakat biasa memanfaatkan daunnya secara tradisional untuk melawan radang kandung kemih, limpa, dan hati. Mandi dengan air rebusan tanaman ciplukan juga dikatakan baik untuk untuk meredakan peradangan pada kulit serta rematik.

Buah ciplukan cecendet (sumber: depositphotos)

Salah satu khasiat buah ciplukan adalah diklaim dapat mengobati gangguan jantung. Cara memanfaatkannya cukup mudah, yakni dengan mengambil 40 helai daun ciplukan dan hancurkan dengan blender seperti jus, kemudian diminum tanpa campuran lainnya. Selain diolah seperti jus, daun ciplukan juga bisa dimakan langsung.

Masyarakat di Lembah Amazon jus ciplukan sebagai obat penenang, depuratif (pembersih darah), anti-rematik, dan meredakan sakit telinga. Tidak hanya bagian daun, bagian buah ciplukan juga bisa dikonsumsi untuk menurunkan demam atau panas terutama pada anak-anak. Dengan meminum air rebusan daun, buah, dan akar secara rutin selama tiga minggu berturut-turut, juga diyakini mampu menurunkan tekanan darah tinggi.

Berbagai studi dan menunjukkan bahwa ciplukan terutama terlibat dalam efek imunologis (sistem imunitas tubuh). Ia menjanjikan bagi gangguan-gangguan (penyakit) yang terkait dengan sistem kekebalan tubuh. Tentu tak semua penyakit yang disebutkan di atas termasuk ke dalam kategori ini.

Para peneliti juga sempat mengeringkan ciplukan dan mengekstraksinya dengan etanol 70 persen. Hasilnya, ekstrak ciplukan tersebut memberikan dampak positif dan mampu menginduksi apoptosis (kematian) pada sel kanker payudara. Lagi-lagi, temuan ini juga tentu perlu penyelidikan lanjutan untuk bisa dikembangkan menjadi salah satu terapi kanker yang diakui.

Menariknya, semua bagian dari buah ciplukan ternyata bisa dikonsumsi sebagai penawar racun. Namun perlu diingat, meskipun buah ciplukan ini memiliki khasiat yang luar biasa, tidak disarankan untuk mengonsumsinya bersamaan dengan kopi, karena konon malah dapat menyebabkan keracunan. Lantas, berapa harga buah ciplukan di pasaran?

Sebelum sepopuler sekarang, buah ciplukan bisa didapatkan secara gratis di berbagai tempat, terutama di kebun warga atau di area persawahan. Namun, saat ini keberadaan buah ciplukan semakin langka sehingga membuat harga jualnya semakin tinggi. Berikut referensi harga ciplukan cecendet.

Harga Ciplukan Cecendet

Varian Ciplukan Cecendet Harga
Ciplukan Cecendet Kering 10 gr Rp5.900
Ciplukan Cecendet Kering 55 gr Rp10.000
Ciplukan Cecendet Segar 100 gr Rp15.000
Bibit Ciplukan Cecendet 2 gram Rp10.000
Ciplukan Cecendet Segar 200 gr Rp20.000
Ciplukan Cecendet Segar 250 gr Rp29.000
Bibit Ciplukan Cecendet 1000 biji Rp34.950

Harga ciplukan cecendet di atas telah kami rangkum dari berbagai macam sumber, termasuk situs jual beli online. Jika dibandingkan dengan tahun 2020, harga ciplukan cecendet tahun 2021 dan 2022 mengalami perubahan. Sebagai contoh, ciplukan cecendet segar 100 gr yang dibanderol Rp40 ribu tahun 2020, turun drastis menjadi Rp10 ribuan saja tahun 2021, tetapi naik menjadi Rp15 ribu tahun 2022.

[Update: Almas]

Pos terkait