Update Harga (Biaya) Crowning Gigi di Rumah Sakit

No comment33448 views

Dalam dunia kedokteran , dikenal istilah crown gigi atau mahkota gigi. Tindakan crowning gigi dilakukan dengan suatu tujuan. Crowning gigi diperlukan untuk mengembalikan kekuatan, fungsi dan estetik dari gigi yang bermasalah. Dengan dipasang crown, maka bentuk gigi akan menjadi normal kembali seperti sedia kala. Biaya crowning sendiri cukup bervariasi, tergantung pemilihan atau dan material crown yang digunakan.

Ilustrasi: periksa gigi

Ilustrasi: periksa gigi

Seringkali ada kejadian yang tidak terduga dan di luar kehendak sehingga menjadikan gigi Anda bermasalah. Namun, penambalan seringkali bisa jadi bukan solusi terbaik karena yang terganggu adalah bagian gigi yang tampak terlihat dari luar. Belum lagi, proses penambalan gigi yang mungkin tak cukup satu kali kunjungan.

Untuk itu, perlu dicarikan jalan keluar untuk mengembalikan rasa percaya diri Anda, yaitu dengan jalan pembuatan tutup cover gigi atau dalam dunia kedokteran gigi disebut crown. Kondisi-kondisi gigi yang perlu dibuatkan crown:

  • Pasca kecelakaan. Beberapa kejadian kecelakaan bisa menyebabkan benturan yang sangat keras pada gigi depan, sehingga gigi depan menjadi patah. Dengan dibuatkan crown, maka gigi yang patah tadi menjadi terlindung dan bentuknya menjadi seperti gigi normal.
  • Untuk melindungi gigi yang memiliki terlalu besar, sehingga tidak memungkinkan lagi untuk ditambal (jika di tambal cepat lepas).
  • Gigi yang berubah warna.

Pemasangan crown gigi mempunyai beberapa tujuan dan indikasi, waktu (lama) proses pemasangan serta jumlah kunjungan yang diperlukan. Semua itu tergantung dari keadaan gigi yang akan dipasangkan crown. Selain beberapa kondisi yang mengharuskan gigi untuk dibuatkan crown, juga ada beberapa kondisi gigi yang membutuhkan crown sebagai solusi kerusakannya, seperti:

  • Gigi yang patah lebih dari ½ mahkota dan mengekspos rongga pulpa/ kamar syaraf gigi. Dengan kondisi gigi seperti itu, maka perlu dilakukan perawatan saluran akar terlebih dulu. Kemudian baru dipasang pasak pada saluran akar gigi untuk memperkuat mahkota tiruan/crown yang akan dipasang di atasnya.
  • Gigi yang berubah warna dan tidak dapat diatasi dengan bleaching.
  • Gigi yang kelainan bentuk, terutama pada gigi depan.
  • Gigi dengan karies/lubang yang besar/luas terutama pada gigi depan.
  • Gigi yang telah menjalani perawatan saluran akar.

Crown gigi yang digunakan ada bermacam-macam jenisnya tergantung dari bahan yang digunakan. Ada yang terdiri dari porcelain pure, porselen campur logam, akrilik, dan lain sebagainya. Bahan-bahan itu semua nanti tergantung kepada kondisi gigi atau keputusan dokter dengan pasien.

Jika gigi yang patah masih menyisakan setidaknya ⅔ mahkota gigi dan rongga pulpa (yang berisi saraf gigi) belum terekspos, maka gigi masih memungkinkan untuk dilakukan restorasi dengan menggunakan bahan tambalan sinar yang sewarna dengan gigi. Sebaliknya, jika gigi yang patah menyisakan kurang dari ½ mahkota gigi dan rongga pulpa telah terekspos, maka gigi tidak dapat ditambal. Hal itu dikarenakan jika gigi ditambal, maka tambalan akan cepat lepas dan lama kelamaan saraf gigi akan mati.

Apabila gigi yang patah kurang dari ½ mahkota gigi dan rongga pulpa terekspos, maka harus dilakukan perawatan saluran akar gigi dulu. Perawatan saluran akar/endodontik biasanya memerlukan beberapa kali kunjungan. Tetapi, mungkin setelah selesai dilakukan perawatan, Anda menunda restorasi berupa crown gigi. Biasanya karena mempertimbangkan harganya yang mahal daripada tambalan biasa.

Ilustrasi: crowing gigi (sumber: uptowndentalcentre.com)

Ilustrasi: crowing gigi (sumber: uptowndentalcentre.com)

Adakah risiko yang mungkin terjadi jika tidak dilakukan restorasi crown? Salah satu hal yang mungkin akan dialami oleh pasien adalah gigi pecah secara tiba-tiba, mungkin setelah pasien menggigit sesuatu yang keras. Hal itu bisa terjadi karena gigi yang telah dirawat saluran akarnya, biasanya hanya tersisa dinding yang sudah tipis akibat lubang cukup besar ditambah dengan pembuatan akses untuk dilakukan perawatan saluran akar. 

Dinding mahkota gigi yang tipis jika terkena tekanan kunyah berlebih dan terus menerus (terutama gigi belakang), maka memungkinkan gigi beserta tambalannya bisa tiba-tiba pecah. Jika sudah pecah, maka perawatan sebelumnya yang dilakukan sia-sia. Apabila gigi sudah pecah, maka tindakan yang dilakukan adalah gigi harus dicabut (apabila patahnya sudah dalam). 

Setelah dilakukan perawatan saluran akar, maka jika sudah dinyatakan segera dilakukan crowning gigi, sebaiknya segera dilakukan. Dokter mungkin akan melakukan pencetakan gigi. Dan, hasil cetakan gigi itulah yang akan menjadi dasar pembuatan mahkota jaket (crown). Selanjutnya, baru bisa dilakukan pemasangan crown gigi. 

Waktu perawatan yang dibutuhkan bervariasi tergantung dari lama perawatan saluran akar. Untuk perawatan saluran akar sendiri membutuhkan waktu sekitar 2 hingga 3 minggu. Sedangkan dari pemasangan pasak sampai dengan pemasangan mahkota jacket (crown) mungkin membutuhkan waktu kurang dari 1 minggu.

Apabila Anda ingin mengetahui tentang biaya crowning gigi, maka jawabannya adalah tergantung dari bahan yang digunakan, apakah itu porselen fused to metal (porselen yang bagian dalamnya dilapisi metal) atau full porselen, atau bisa juga bahan lainnya. Untuk lebih jelasnya, Anda bisa berkonsultasi langsung dengan supaya mendapatkan penjelasan detail dan rincian biaya yang diperlukan. Sebagai gambaran, berikut ini ada beberapa daftar harga untuk melakukan tindakan crown gigi di beberapa rumah sakit di beberapa kota di Indonesia.

Daftar Harga (Biaya) Crowning Gigi

Lokasi Pemasangan Crown GigiBiaya (Rp)
Rumah Sakit Premier Surabaya Mulai dari .000 
RS Permata Bekasi Mulai dari 279.000 
Rumah Sakit Mulya Mulai dari 303.600 
Siloam Hospitals BogorMulai dari 330.000
RS Awal Bros Makassar, Tangerang, Batam, Bekasi Barat, Pekanbaru, RS Evasari Awal Bros, Mulai dari 500.000
RS Awal Bros Bekasi TimurMulai dari 600.000
Klinik Pratama Merial Health Mulai dari 950.000 
Rumah Sakit Aqidah Tangerang Mulai dari 1.000.000 
Rumah Sakit FMC Bogor Mulai dari 1.250.000 
RSU Firdaus Jakarta Mulai dari 1.500.000 
Siloam Hospitals SurabayaMulai dari 2.250.000
RS Permata Depok Mulai dari 3.000.000 

Tarif di atas terpantau tidak banyak perubahan dibandingkan tahun 2019 lalu. Namun, perlu diingat bahwa bukan menjadi patokan karena kondisi setiap orang berbeda. Begitu pula dengan pelayanan yang tersedia di rumah sakit atau klinik tempat Anda berobat. Anda juga perlu mempertimbangkan biaya crowning gigi berdasarkan bahan yang digunakan.

Crowning Gigi di Rumah Sakit - www.t32dental.com

Crowning Gigi di Rumah Sakit - www.t32dental.com

Dilansir dari sejumlah situs online, bahan untuk crowning gigi terbilang beragam mulai dari akrilik atau komposit, metal, zircon, hingga porcelain atau ceramic. Perawatan crowning gigi menggunakan bahan tersebut tentu berbeda-beda harganya. Untuk yang termurah pada 2020, yakni crowning gigi menggunakan bahan alginate yang dibanderol mulai harga Rp100 ribu per gigi.

Ada beberapa rumah sakit yang mengharuskan Anda untuk membuat janji dengan dokter gigi terlebih dahulu. Untuk itu, Anda dapat menelusuri lebih lanjut ke sejumlah situs online. Anda bisa mencari informasi lebih lengkap mengenai prosedur crowning gigi beserta biaya dengan datang langsung ke rumah sakit terdekat.

[Ditta]

Baca juga  Info Terkini Harga Polysilane (Obat Maag Cair, Tablet, & Granul)
author
Literatur akuntansi sudah digeluti hingga pendidikan pascasarjana. Bagiku ini adalah seni pencatatan dan pengikhtisaran transaksi keuangan dan penafsiran akibat suatu transaksi terhadap suatu unit ekonomi.

Leave a reply "Update Harga (Biaya) Crowning Gigi di Rumah Sakit"