Update Harga Palladium per Gram dan Tips Membelinya

Bagi Anda yang saat ini sedang mencari perhiasan dengan karakter unik dan menarik, bisa mencoba memilih perhiasan dengan bahan baku palladium. Selain emas, perak, dan tembaga, palladium juga salah satu jenis batuan yang sering digunakan sebagai bahan dasar pembuatan perhiasan, terutama cincin untuk pria. Palladium sendiri terbentuk secara di alam dan harus ditambang terlebih dahulu. Di pasaran, harga palladium dipatok ratusan ribu rupiah per gram. Sementara itu, jika sudah diolah menjadi cincin, harganya bisa mencapai angka jutaan rupiah.

Bacaan Lainnya
Ilustrasi: bongkahan palladium mentah (sumber: matmatch.com)
Ilustrasi: bongkahan palladium mentah (sumber: matmatch.com)

Apa Itu Palladium?

Dibandingkan emas atau perak, nama palladium mungkin kurang populer. Padahal, palladium adalah salah satu logam mulia yang juga kerap dijadikan sebagai perhiasan, termasuk cincin untuk mempelai pria. Dikutip dari BBC, palladium adalah logam mulia dengan warna putih mengilap. Palladium masih satu kelompok dengan platinum, iridium, rhodium, osmium, dan ruthenium, yang terdapat dalam satu kandungan.[1]

Dilansir dari Galeri24, logam ini biasa ditemukan dalam sistem gas buang, dengan palladium berfungsi mengurangi emisi gas beracun dari ruang bakar mesin. Selain itu, palladium lazim digunakan untuk peralatan kedokteran gigi dan elektronik. Dengan beragam manfaatnya tersebut, tidak mengherankan jika kemudian permintaan akan palladium terus mengalami kenaikan.

Palladium

Salah satu keunggulan palladium, yaitu sebagai bahan dasar pembuatan cincin kawin. Tidak semua orang bisa menggunakan cincin pernikahan berbahan dasar emas, apalagi bagi kaum pria. Seperti yang kita ketahui, bahwa seorang pria tidak boleh menggunakan cincin emas dalam ajaran agama Islam. Untuk itu, Anda bisa menggunakan palladium sebagai bahan dasar dalam pembuatan cincin kawin pada pria.

Dengan menggunakan palladium, cincin kawin pada pria juga setara dengan cincin kawin yang terbuat dari batuan mulia, seperti emas maupun perak. Jika Anda seorang wanita dan ingin membuat cincin pernikahan berbahan dasar palladium, juga bisa. Pengguna cincin palladium tidak hanya pria saja, beberapa wanita juga menyukainya walaupun lebih banyak kaum Adam.

Keunggulan lain yang dimiliki oleh palladium adalah tampilannya yang lebih maskulin jika dibanding dengan beberapa jenis logam mulia lainnya. Bagi Anda yang ingin tampil maskulin dengan perhiasan, Anda bisa menggunakan palladium. Palladium tidak hanya digunakan sebagai keperluan perlengkapan pernikahan saja, tetapi juga digunakan sebagai bahan dasar pembuatan aksesoris pria.

Perlu Anda ketahui pula bahwa palladium merupakan salah satu jenis logam perak langka yang tidak semua orang miliki. Untuk mendapatkan palladium di alam juga dibutuhkan ketelitian dan kerja keras yang ekstra, berbeda dengan emas atau perak. Bagi pengguna logam mulia palladium, mereka pasti akan merasa bangga mengenakannya. Hal ini juga bisa menjadi salah satu takaran mengenai status sosial. Biasanya, orang yang menggunakan aksesori dengan bahan dasar palladium akan lebih dipandang memiliki status sosial tinggi.

Palladium memiliki warna putih yang mirip dengan perak, dan sekilas tampak hampir sama dengan emas putih. Berbeda dengan kebanyakan logam yang dapat berubah warna, palladium tidak berubah warna sama sekali. Anda juga tidak perlu khawatir akan pengikisan logam, karena palladium juga salah satu jenis logam paling solid dan keras.

Perawatan palladium pun sangat mudah, mengingat warna palladium tidak akan memudar. Anda hanya perlu membersihkan perhiasan maupun aksesoris yang terbuat dari palladium menggunakan lap basah. Jika ingin hasil lebih optimal, Anda bisa membersihkan di toko aksesori, karena biasanya mereka juga akan menawarkan perbaikan jika aksesoris atau perhiasan Anda rusak.

Ilustrasi: Kekurangan Palladium (credit: mmsteelclub)

Kekurangan Palladium

Salah satu kekurangan dari palladium adalah masih awam di telinga masyarakat. Apalagi untuk masyarakat kelas menengah ke bawah. Karena masih awam di telinga, hanya beberapa orang yang mengoleksi perhiasan maupun aksesori dengan bahan palladium. Kebanyakan orang yang suka memamerkan palladium biasanya juga dari kalangan menengah ke atas.

Sedikit orang yang mengetahui palladium ini juga disebabkan oleh langkanya logam tersebut. Tidak semua orang bisa mendapatkan palladium dengan mudah. Ini tentu berbeda dengan perhiasan emas atau perak yang lebih banyak dijumpai di berbagai toko perhiasan. Palladium sendiri penjualannya juga tidak semudah emas atau perak karena masih langka dan jarang ditemui di pasar bebas.

Karena masih awam di telinga banyak masyarakat, kebanyakan toko perhiasan juga tidak berani memperjualbelikan palladium dalam jumlah banyak. Hanya beberapa toko perhiasan besar yang menjual palladium dan menerima penjualan palladium kembali. Toko-toko seperti ini biasanya adalah toko berlabel dan terkenal di kota-kota besar.

Untuk mendapatkan palladium pun, biasanya Anda harus melakukan pemesanan terlebih dahulu. Pemesanan logam palladium juga tidak bisa sehari atau dua hari saja. Pemesanan palladium paling cepat biasanya seminggu hingga satu bulan. Ini juga berlaku bagi Anda yang ingin membeli perhiasan palladium dengan desain sendiri.

Kekurangan lain palladium adalah cukup sulit dibentuk, sama seperti platinum. Anda harus tahu bahwa kadar palladium yang bagus adalah 50 persen, berbeda dengan perak yang mencapai 95 persen. Kenapa begitu? Karena semakin tinggi kadar palladium atau semakin murni, justru bakal makin sulit pula dibentuk. Hal inilah yang akhirnya membuat harga cincin palladium di pasaran tidak semahal platinum bahkan emas, karena perhiasan palladium yang ada tidak murni sampai 100 persen. Meskipun begitu, ada beberapa cincin palladium dengan kadar lebih dari 50 persen.

Mengenai harga, pada tahun 2021 lalu, palladium 10% dijual dengan harga sekitar Rp120 ribu per gram, harga palladium 25% sekitar Rp300 ribu per gram, dan harga palladium 40% sekitar Rp480 ribu per gram. Kemudian pada 2022, harga palladium 10% naik menjadi Rp210 ribu per gram, harga palladium 25% turun menjadi Rp280 ribu per gram, dan harga palladium 40% menjadi Rp430 ribu per gram. Lalu, berapa harga palladium saat ini?

Palladium 100 gram (sumber: novavenezia.com)

Harga Palladium

Tipe Palladium Harga
Palladium 10% Rp210.000 per gram
Palladium 25% Rp280.000 per gram
Palladium 35% Rp350.000 per gram
Palladium 40% Rp430.000 per gram
Palladium 50% Rp480.000 per gram

Harga palladium di atas kami rangkum dari berbagai sumber, termasuk toko perhiasan dan beberapa situs beli online. Hingga saat ini, harga palladium yang belum diolah menjadi perhiasan relatif stabil.

Sepasang cincin palladium (sumber: passionjewelry.co.id)

Harga Cincin Palladium

Tipe Cincin Palladium Harga
Cincin Palladium 10% Rp4.536.000
Cincin Palladium 25% Rp6.120.000
Cincin Palladium 30% Rp7.248.000
Cincin Palladium 50% Rp9.080.000

Harga cincin palladium di atas kami rangkum dari berbagai sumber, termasuk toko perhiasan dan beberapa situs jual beli online. Perlu Anda catat bahwa harganya tidak mengikat dan dapat berubah sewaktu-waktu. Sebagai perbandingan, tahun sebelumnya, harga cincin palladium 10% sekitar Rp1,89 juta, harga cincin palladium 25% sekitar Rp2,55 juta, cincin palladium 30% dilepas Rp6,55 juta, dan cincin palladium 50% dijual Rp9,54 juta.

Tips Membeli Cincin Palladium

Jika Anda tertarik membeli cincin berbahan palladium, ada sejumlah hal yang perlu Anda perhatikan. Penting bagi Anda untuk menentukan kadar kemurnian dari cincin palladium yang akan Anda gunakan. Semakin tinggi kadar kemurnian cincin, tentu saja semakin bagus kualitas yang diberikan. Umumnya, kadar palladium yang digunakan di pasaran berkisar 50%, sisanya dikombinasikan dengan bahan perak dan alloy.

Tips berikutnya, sebaiknya pilih cincin dengan model sederhana. Model cincin palladium yang simpel akan cukup membantu Anda agar nyaman ketika mengenakannya. Secara sederhana, model juga turut memengaruhi tingkat maksimal kecantikannya, karena cincin dengan model simpel umumnya punya tingkat keberhasilan yang tinggi dalam pengerjaannya.

[Update: Ditta]

[1] Gunawan, Reinandus Aditya. 2013. Analisis Pengaruh Return Harga Komoditi Dunia terhadap Return Indeks Harga Saham Gabungan di Indonesia Periode 2000 – 2010. Jurnal Manajemen Atma Jaya, Vol. 10(2): 128-148.

Pos terkait