Kandungan, Dosis, dan Update Harga Acyclovir Salep (2gr, 5gr, 10gr, 15gr)

Hingga detik ini, herpes masih menjadi salah satu momok bagi banyak orang.Penyakit menular tersebut memang sudah ada sejak dulu, dengan tingkat penyebaran yang semakin luas.Untuk mengatasinya, biasanya dokter memberikan obat antivirus seperti Acyclovir salep dengan dosis mulai  2gr, 5gr, 10gr, hingga 15gr. Meskipun harga jualnya tidak bisa dibilang murah, namun karena terbukti cukup efektif, mau tidak mau pasien yang terkena herpes harus membelinya.

Ilustrasi: Mengaplikasikan Salep Acyclovir (sumber: medicalpark.com)
Ilustrasi: mengaplikasikan salep Acyclovir (sumber: medicalpark.com)

Herpes merupakan salah satu jenis penyakit kulit yang lebih sering terjadi pada rongga mulut. Penyakit ini disebabkan oleh virus herpes atau lebih dikenal dengan nama HSV. Herpes dapat ditularkan secara langsung melalui kontak fisik dari individu yang terinfeksi ke individu yang sehat.

Bacaan Lainnya

Infeksi virus herpes ditandai dengan timbulnya luka yang disertai rasa pada atau kulit sekitar mulut.Infeksi herpes sendiri secara umum dapat berlangsung selama 2 hingga 3 minggu.Gejala penyakit herpes tidak hanya disertai rasa gatal dan sensasi terbakar pada kulit, tetapi juga disertai dengan demam serta terjadi pembengkakan kelenjar getah bening di bagian leher.

Untuk membantu penyembuhan penyakit herpes, pasien akan diberi obat antivirus. Obat antivirus seperti Acyclovir salep terbukti efektif melawan infeksi HSV dengan cara menghambat sintesis DNA virus. Sehingga, proses pertumbuhan serta perluasan penyakit akibat virus dapat terhambat.[1]

Indikasi Acyclovir Salep

Acyclovir salep merupakan salah satu jenis obat topikal atau obat luar yang digunakan untuk mengatasi luka melepuh akibat virus herpes simpleks.Obat antivirus ini merupakan salah satu obat kategori B yang bisa didapatkan dengan resep dokter.

Obat kategori B sendiri adalah jenis obat yang telah diuji secara lab dengan studi terhadap binatang percobaan, dan tidak memperlihatkan adanya risiko terhadap janin. Meskipun begitu, pasien yang sedang hamil disarankan untuk mempertimbangkan obat secara risiko dan manfaat penggunaannya.Selain dapat membantu proses penyembuhan herpes di sekitar mulut, Acyclovir salep juga dapat mempercepat proses penyembuhan herpes di area genital dan mata. Dalam hal ini, obat akan mencegah terjadinya penyebaran virus herpes di tubuh penderita.

Kandungan Acyclovir Salep

Di Indonesia sendiri, Acyclovir topikal tersedia dengan tekstur yang tidak terlalu padat dan hampir mirip dengan cream dengan kandungan Acyclovir 5% untuk kulit dan Acyclovir 3% untuk area mata.

Perlu Anda ketahui pula, obat ini memang dapat membantu proses penyembuhan penyakit, tetapi tidak bisa menyembuhkan penyakit herpes. Obat hanya akan meredakan penyakit sekaligus gejalanya. Selain itu, obat antivirus ini tidak dapat mencegah proses penularan penyakit dan kambuhnya penyakit. Untuk itu, Anda disarankan agar berhati-hati dan selalu menjaga kebersihan. Dengan cara ini, Anda bisa terhindar dari penyakit herpes.

Di pasaran sendiri Acyclovir salep dijual dengan berbagai macam merek dagang, seperti Acyclovir, Acifar, Acyclovir, Azovir, Clinovir, Hufaclovir, Acyclovir, Lacyvir, Matrovir, Mediclovir, Molavir, Scanovir, Zenclovir, Zovirax, Zoter, dan masih banyak lagi. Agar Acyclovir salep dapat bekerja dengan baik pada pasien, tentunya harus dipakai sesuai dengan dosis dan cara yang tepat.

Acyclovir Salep (sumber: blibli.com)

Dosis Acyclovir Salep

Keluhan Dosis
Herpes Mata Oleskan 5 kali sehari tiap 4 jam, sampai 3 hari setelah sembuh
Herpes Kelamin dan Oleskan 5-6 kali sehari, selama 5 sampai 10 hari

Informasi dosis Acyclovir di atas merupakan dosis penggunaan Acyclovir salep secara umum yang dilansir dari Alodokter.Perlu Anda ketahui, sebaiknya Anda mengunjungi dokter terlebih dahulu untuk mendapatkan dosis yang benar-benar tepat, apalagi kondisi dan jenis penyakit herpes pada setiap orang berbeda, sehingga memerlukan resep yang berbeda pula.

Selain dosisnya harus tepat, pasien juga harus mematuhi cara pakai yang tepat agar tidak menimbulkan efek samping. Sebelum mengaplikasikan obat pada kulit, bacalah petunjuk penggunaan obat yang ada di bagian kemasan atau pada kertas petunjuk yang ada di dalam kemasan.Selain itu, Anda harus mematuhi anjuran dan resep yang diberikan dokter.

Cara Pakai Acyclovir Salep

  • Sebelum mengoleskan Acyclovir salep, pastikan tangan dan jari Anda dalam keadaan bersih. Cuci tangan dengan sabun terlebih dahulu untuk membunuh bakteri maupun virus pada tangan. Ini bertujuan agar virus atau bakteri di area tangan tidak mengontaminasi obat yang diberikan. Setelah itu, bersihkan dan keringkan area kulit yang akan diobati.
  • Oleskan obat secukupnya secara merata hingga menutupi kulit yang terinfeksi virus. Akan lebih baik lagi jika Anda menggunakan sarung tangan atau aplikator untuk mengoleskan obat. Ini bertujuan untuk menghindari penyebaran virus ke bagian tubuh atau kulit lainnya. Selain itu, penggunaan aplikator juga berfungsi untuk mencegah penularan virus ke orang lain.
  • Anda bisa menggunakan aplikator berupa cutton bud atau stik plastik yang hanya dapat digunakan sekali saja. Buanglah aplikator dengan membungkusnya terlebih dahulu memakai plastik atau kantong kresek. Sehingga, virus yang menempel pada aplikator tidak menyebar dan mengenai orang lain.

Perlu Anda ketahui, obat ini tidak boleh mengenai kulit bagian dalam mata, bagian dalam hidung, dan bagian dalam mulut.Jika obat tidak sengaja mengenai bagian tersebut, segera bilas dengan air hingga bersih.Anda hanya bisa mengoleskan Acyclovir salep di kulit bagian luar dan sekitarnya.

Sebelum memakai Acyclovir salep, pastikan Anda sudah memberitahu riwayat penyakit pada dokter.Hal ini karena obat tidak dianjurkan digunakan oleh penderita HIV.Selain itu, Acyclovir topikal tidak dianjurkan untuk wanita yang sedang menyusui dan anak-anak di bawah 12 tahun. Hal ini karena kandungan obat dapat diserap oleh ASI, sementara itu anak-anak dengan usia di bawah 12 tahun masih terlalu rentan untuk menggunakan obat ini.

Acyclovir Salep

Bagi pasien yang memiliki terhadap obat atau sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu, juga tidak disarankan memakai Acyclovir salep.Kesalahan dalam pemakaian salep dapat menyebabkan efek samping, seperti pecah-pecah, kulit kering dan mengelupas, dan rasa terbakar pada kulit, gatal, kemerahan, iritasi, pembengkakan wajah, pembengkakan tungkai, sulit bernapas, dan sulit menelan.

Ilustrasi: memakai salep/krim untuk herpes (sumber: globalnews.ca)

Apabila Anda mengalami gejala di atas, sebaiknya Anda segera menghentikan pemakaian obat dan berkonsultasi dengan dokter. Selain itu, konsultasi dengan dokter juga wajib untuk mengetahui tingkat efektivitas dan proses penyembuhan penyakit oleh salep. Jika Anda sudah memakai obat tersebut dalam waktu lebih dari 2 bulan, namun penyakit tak kunjung sembuh, Anda bisa meminta resep dokter untuk mengubah jenis obat yang Anda butuhkan.

Harga Acyclovir Salep

Merek/Varian Acyclovir Salep Harga (Rp)
Acyclovir IF 5 gr 5.123
Acyclovir Erela 5 gr 6.997
Acifar 5 gr 7.918
Molavir 5 gr 11.326
Ezefer 5 gr 15.454
Danovir 10 gr 17.138
Sancortmycin 10gr 21.126
Matrovir 10 gr 21.951
Danovir 5 gr 26.599
Scanovir 10 gr 43.208
Clinovir 5 gr 47.045
Benoson N CR 15 gr 48.839
Zoster 5 gr 71.481
Diprosalic 5gr 93.467
Zovirax 2 gr 93.801
Zovirax 5 gr 184.896

Jika dibandingkan 2020, salep Acyclovir mengalami perubahan harga pada 2021 dan 2022. Misalnya, merk Zovirax 5 gram yang dijual seharga Rp173.810 tahun 2020, naik menjadi Rp175.878 tahun 2021, naik lagi menjadi Rp184.896 tahun 2022.

Begitu pula dengan produk Diprosalic 5 gr yang ikut naik dari harga Rp92.973 tahun 2020 menjadi Rp93.355 di tahun 2021, dan menjadi Rp93.467 di tahun 2022. Sedangkan, untuk varian Sancortmycin 10 gr mengalami kenaikan harga dari Rp19.878 di tahun 2020, menjadi Rp20.272 di tahun 2021, dan Rp21.126 di tahun 2022.

Harga Acyclovir salep di atas telah kami rangkum dari berbagai macam sumber, termasuk situs dagang online.Perlu diketahui bahwa harga salep Acyclovir di atas tentu tidak terikat dan dapat berubah sewaktu-waktu.

[Update: Almas]

[1] Kusumastuti, Endah. 2016. Gingivostomatitis Herpetika Primer pada Ny. N Usia 32 Tahun. Jurnal Wiyata, Vol. 3(2): 156-161.

Pos terkait