Info Terkini Biaya Pasang IUD (KB Spiral) di Dokter Kandungan

Bagi pasangan suami istri yang ingin menunda maupun mengendalikan kehamilan, mungkin akan memilih cara menggunakan metode KB. Penggunaan metode tersebut juga dinilai membantu program pemerintah yaitu dua anak cukup. Salah satu metode KB jangka panjang adalah IUD (Intra Uterina Device) atau sering disebut KB Spiral. Biaya pasang IUD (KB Spiral) di dokter kandungan berbeda-beda tergantung tempat pemeriksaan.

KB IUD T (sumber: aspivix.com)
KB IUD T (sumber: aspivix.com)

Beberapa metode KB disesuaikan dengan pilihan personal. Ada wanita yang tidak mau memakai kontrasepsi hormonal, ada yang lebih suka metode KB yang cukup dipakai di masa subur, atau justru ada yang ingin pasang alat yang bisa bertahan selama bertahun-tahun. Para ahli menyebutkan bahwa pemakaian IUD dinilai efektif dalam mencegah kehamilan. Pemasangan dan pelepasan IUD harus dilakukan oleh tenaga kesehatan seperti bidan atau dokter kandungan.

Bacaan Lainnya

Secara umum, proses memasang IUD adalah dengan memasukkannya ke dalam rahim, sama seperti pemeriksaan ginekologi lainnya. Tenaga kesehatan akan memasukkan melalui leher rahim. Tetapi, sebelum memasang, dokter atau bidan akan memastikan terlebih dahulu kepada pasien, apakah sedang hamil atau tidak, atau ada kemungkinan hamil dalam beberapa minggu atau tidak.

Sebelum melakukan pemasangan, ada baiknya Anda mengetahui terlebih dahulu apa itu IUD. Intra Uterina Device (IUD) merupakan alat kontrasepsi yang ditanam di dalam rahim. IUD berbentuk seperti huruf T. Ada dua jenis, hormonal dan non-hormonal. Keduanya sama-sama berfungsi mencegah sperma membuahi sel telur.

IUD hormonal bekerja dengan beberapa cara. Hormon progestin dari KB spiral tersebut akan menciptakan lapisan serviks yang tebal sehingga sulit ditembus sperma. Progestin juga membuat lapisan rahim menjadi lebih tipis sehingga sel telur yang sudah dibuahi sulit menempel. Sementara untuk IUD non hormonal, akan bekerja dengan cara melepas ion tembaga yang toksik bagi sel sperma. Akibatnya, sel tersebut akan sulit berenang.

Dibanding metode lain, IUD dinilai efektif. Angka kegagalannya hanya 0,2-0,8 persen. Sebagai perbandingan, pil KB memiliki angka kegagalan 9 persen dan kondom 8 persen. IUD juga bisa bertahan selama 3-10 tahun tergantung jenisnya. Untuk memastikan posisi IUD apakah sudah tepat atau belum, dokter mungkin menyarankan memeriksakan diri seminggu setelah pemasangan.

Kesuburan seorang wanita juga akan cepat kembali setelah IUD non hormonal dilepas. Sementara untuk IUD hormonal diperlukan waktu sekitar 6 minggu sampai kesuburan normal. Kini, masyarakat yang sudah memiliki BPJS, sudah bisa mendapatkan layanan KB dengan memanfaatkannya. Pada awalnya BPJS tidak menyertakan kebijakan mengenai KB ini, sehingga peserta BPJS yang ingin menggunakan layanan KB harus mengeluarkan biaya dari koceknya sendiri. 

Biaya Pasang IUD

Ilustrasi: prosedur pasang IUD (sumber: orami)
Kategori IUD Biaya (Rp)
Pasang IUD di puskesmas 60.000
IUD Copper T di bidan 275.000 – 500.000
IUD untuk 5 tahun 500.000
IUD untuk 0 tahun 800.000
IUD Nova T di dokter spesialis kandungan 633.650 – 900.000

Biaya pasang IUD tahun 2022 ini terpantau tidak banyak mengalami perubahan dibandingkan tahun 2020 dan 202 lalu. Biaya pemasangan IUD dibedakan berdasarkan periode pemasangan. Kelebihan dari alat kontrasepsi tersebut adalah mudah dipasang dan dapat dilepas kapan saja sesuai kebutuhan. Waktu pemasangannya pun tidak sampai 5 menit.

Bongkar IUD pun dikenai biaya yang juga cukup mahal, sekitar Rp865 ribu. Harga tersebut terbilang naik dari tarif sebelumnya yang ditaksir mulai Rp300 ribu – Rp700 ribu. Namun jika di Puskesmas biaya pemasangan KB spiral ini kabarnya cukup murah, hanya sekitar Rp60 ribuan saja (sedikit naik dari tahun lalu Rp50 ribuan. Bahkan ada juga yang gratis.

Namun, setelah disahkannya peraturan baru yaitu Peraturan presiden No. 9 Tahun 2016 yang sudah dilaksanakan sejak 1 April 2016 pelayanan KB atau pemasangan kontrasepsi KB untuk peserta BPJS kini gratis dan peserta tidak perlu lagi membayar perlengkapan alat kontrasepsi. Berikut ini berapa jenis layanan KB yang bisa ditanggung BPJS.

Jenis Layanan KB yang Ditanggung BPJS

Pelayanan di kantor BPJS Kesehatan (sumber: jamkesnews.com)
  • Tubektomi dan vasektomi. Tindakan tubektomi adalah pemotongan saluran indung telur pada wanita sehingga sel telur tidak bisa sampai ke rahim. Sedangkan vasektomi adalah pemotongan saluran sperma pada alat reproduksi pria.
  • Pemasangan alat kontrasepsi dan konsultasi. Beberapa pemasangan alat kontrasepsi yang sudah ditanggung oleh BPJS seperti misalnya pemasangan alat kontrasepsi IUD Nova T atau copper T. IUD Nova T adalah alat kontrasepsi yang dianggap paling bagus karena tidak akan mengganggu hormon, biasanya dipasang pada organ wanita pada saat setelah melahirkan baik lahiran dengan operasi maupun normal, tujuannya adalah untuk menunda kehamilan. Jika Anda selesai melahirkan dengan operasi cesar di rumah sebaiknya konsultasi dengan dokter kandungan mengenai pemasangan alat kontrasepsi ini.
  • Pemasangan dan pelepasan spiral. Alat KB berikutnya adalah pemasangan spiral, saat ini BPJS sudah bekerjasama dengan BKKBN, pemasangan alat kontrasepsi spiral sudah bisa ditanggung oleh BPJS, begitu juga untuk pelepasan spiral sudah bisa ditanggung oleh BPJS.
  • Suntik KB. Salah satu jenis layanan KB lainnya adalah KB suntik, untuk KB suntik yang dapat ditanggung BPJS adalah KB suntik 3 bulan sekali, sedangkan yang bulan sekali tidak dapat ditanggung BPJS jadi harus biaya sendiri.

Dengan adanya BPJS, kini pasutri yang ingin menunda kelahiran terutama pasca istrinya melahirkan, dapat langsung pasang KB dan biayanya gratis. Pemasangan KB ini bisa di rumah atau di puskesmas. Untuk biaya, ditanggung oleh BPJS. 

Jika dilakukan di rumah dan waktunya tidak bersamaan dengan perawatan pasca melahirkan harus dimulai dari faskes tingkat untuk mendapatkan rujukan ke dokter kandungan rumah sakit. Selama sesuai dengan prosedur, maka biaya KB saat ini sudah bisa ditanggung oleh BPJS.

Akan tetapi, KB spiral biasanya memiliki efek samping. Salah satu yang dialami banyak penggunanya adalah adanya flek sebelum jadwal haid bulanan dan rasa kram di perut. Namun, rasa kram tersebut lama-kelamaan akan menghilang. Selain itu, kaum wanita yang menggunakannya juga merasakan perubahan pada darah haid, ada yang menjadi lebih sedikit, ada pula yang menjadi lebih banyak. 

IUD dinilai tidak mengganggu hubungan suami istri. Hal ini dikarenakan, alat ini dipasang di dalam rahim, bukan di vagina. Memang ada kemungkinan benang halusnya terlalu panjang sehingga mengganggu. Bila hal ini terjadi, dokter bisa menyesuaikan dengan memotong sedikit kabel IUD.

[Update: Dian]

Pos terkait