Update Harga Shampo Jati Jajar untuk Burung (125 ml & 300 ml)

Selain menjaga kebersihan kandang, memandikan burung merupakan hal yang mutlak yang harus dilakukan dalam perawatan burung kicau. Karena punya banyak bulu, agar burung menjadi bersih, pemilik disarankan untuk menggunakan (atau shampo) khusus ketika memandikan peliharaan mereka. Untungnya, saat ini sudah ada banyak merk shampo yang dapat digunakan dan memiliki harga terjangkau, termasuk Jati Jajar.

Burung kicau (sumber: mbizmarket.com)

Burung kicau (sumber: mbizmarket.com)

Risiko Burung Jarang Dimandikan

Burung yang jarang atau bahkan tidak dimandikan, dari segi kualitas suara, kerapian, dan kehalusan bulu-bulu, dan kesehatannya, akan terlihat berbeda dari burung yang secara rutin dimandikan. Burung yang jarang dimandikan juga memiliki risiko lebih besar memiliki kutu. Keberadaan kutu ini sangat membahayakan burung kesayangan. Salah satu jenis kutu yang terkenal di kalangan penyuka burung adalah kutu wambie. Kutu yang bentuk tubuhnya mirip kutu beras ini sempat menjadi momok yang menakutkan bagi kalangan penyuka burung pada tahun 1990-an.

Jika burung terserang kutu jenis ini, sudah dipastikan akan menemui ajalnya. Masa inkubasi kutu tersebut dari telur menjadi larva hanya 7 hari, dan setelah menetas, siap untuk mengisap darah burung kesayangan Anda hingga menemui ajalnya. Burung yang sudah terserang kutu, akan selalu melakukan didise (menyelisik bulu) sebagai tanda mereka merasa tidak nyaman. Yang lebih parah, bulu burung menjadi meranggas (menyisir) dan rusak akibat dari serangan kutu tersebut. Penampilan burung pun cenderung lesu tidak bergairah, akibat kekurangan darah karena terus menerus diisap oleh kutu.

Burung yang memiliki kutu di tubuhnya dijamin tidak bisa tampil stabil di lapangan. Nyisik atau terus bergerak merupakan indikasi gangguan yang disebabkan oleh kutu. Pengalaman mereka yang memiliki burung stabil saat tampil tak lain adalah dengan mengentaskan gangguan bakteri, kutu yang berada di tubuh burung secepatnya ditumpas agar burung dapat tampil dengan stabil.

Kutu burung, selain penampilan burung menjadi lesu, ternyata dapat menyebabkan kerontokan pada bulu burung. Biasanya burung akan kerap mencabut bulunya sendiri dan menyebabkan bulu-bulunya menjadi rusak. Gejala rontok bulu ini bisa ditandai dengan adanya bulu yang selalu rontok setiap harinya, burung menjadi macet bunyi atau tidak mau berkicau, terkadang suka gelisah atau sibuk mencabuti bulunya sendiri, dan menurun.

Dampak rontok bulu ini akan menghambat pertumbuhan burung, jika burung pada usia remaja. Sementara, rontok bulu pada burung dewasa menyebabkan unggas menjadi macet bunyi, perkembangbiakan terganggu, tidak mau kawin, dan kondisi badan lemah. Bila dibiarkan, maka waktu rontok bulu bisa berlangsung sampai 5 bulan, bahkan ada yang mencapai 1 tahun. Rontok bulu yang diakibatkan serangan kutu atau gurem bila dibiarkan akan menjadikan burung lemah, kurus, malas berkicau, dan anemia. Sementara, rontok bulu akibat jeleknya nutrisi makanan yang diperoleh akan menyebabkan burung macet bunyi, bertambah kurus, kondisi makin melemah, dan berlanjut dengan kematian.

Sampo burung Jati Jajar (instagram: @mandiburung)

burung Jati Jajar (instagram: @mandiburung)

Untuk mencegah ataupun mengobati rontok bulu ini, dapat dilakukan berbagai cara tergantung dari mana asal kerontokannya. Rontok bulu akibat faktor biologis, untuk mempercepat pertumbuhan bulunya, air minum burung dapat diberi Ebod Vit, Grit, serta EF full setiap hari. Sementara, pakan bijian dicampur madu dengan perbandingan 1 sendok makan plus 1 kg bijian. Tambahkan pula minyak ikan pada pakannya dengan perbandingan 3 butir berbanding 1 ons bijian. Dijemur cukup 30 menit per hari kemudian setelah diangin-anginkan selama kurang lebih 10 menit, burung dikerodong dan disimpan di tempat yang tenang.

Kelebihan Shampo Jati Jajar

Cara lainnya, kebanyakan orang menggunakan produk shampo burung Jati Jajar untuk mandi burung atau dengan cara disemprotkan. Shampo burung ini telah mengandung lidah buaya (Aloe vera) yang diklaim mampu melembutkan bulu, menyuburkan, dan juga bisa menumbuhkan bulu pada burung yang terserang kebotakan akibat penyakit, terutama infeksi yang disebabkan tungau kantung udara dan burung yang terlalu sering dipaksakan untuk terus berproduksi (kasus pada burung-burung di kandang penangkaran).

Aturan pakai produk shampo Jati Jajar ini untuk burung adalah sebanyak 2 tutup botol tiap 1 liter air. Masukkan ke sangkar mandi atau semprotkan langsung ke burung. Produk tersebut diklaim tetap aman meskipun campuran terminum atau terkena mata burung. Sementara itu, untuk membersihkan sangkar, bisa diberikan 3 tutup botol tiap 1 liter air.

Sebaiknya sangkar dibersihkan seminggu 1 kali dengan menggunakan shampo burung Jati Jajar. Kemudian, burung dimandikan minimal 1 kali sehari. Setelah dimandikan, burung disarankan segera dijemur. Kerodong sangkar, yang merupakan tempat yang disenangi kutu untuk dijadikan tempat sarangnya, sebaiknya juga dicuci menggunakan shampo ini satu minggu sekali.

Harga Shampoo Burung Jati Jajar

Jati Jajar merupakan produk Ebod Jaya, berupa shampoo multifungsi untuk memandikan burung, melembutkan bulu, membunuh kuman dan kutu, serta membersihkan kandang dan juga aksesorisnya. Produk ini dikemas dalam wadah botol berkapasitas 125 ml dengan harga Rp10 ribuan per botol. Sementara, untuk kemasan 300 ml, harga shampo Jati Jajar sekitar Rp14 ribu sampai Rp20 ribuan, tidak jauh berbeda dari tahun sebelumnya.

Baca juga  Update Info Konsep, Pengertian & Tujuan Penetapan Biaya Produksi
author
Sudah lama lulus dari S-1 di kampus PTN ternama. Penyuka musik dan sedikit audiophile.

Leave a reply "Update Harga Shampo Jati Jajar untuk Burung (125 ml & 300 ml)"