Info Terbaru Daftar Harga Pil KB di Pasaran (Semua Merek)

Umumnya, wanita yang ingin menunda kelahiran akan disarankan untuk menggunakan pil KB. Sayangnya, pil kecil serbaguna ini sering membuat para ibu bingung karena jenisnya yang banyak dan Anda harus mengombinasikannya ketika ingin mengonsumsinya. Harganya juga sangat bervariasi, namun masih cukup terjangkau.

Macam, jenis, pil, KB, menunda, kehamilan, alat, kontrasepsi, merek, merk, tablet, strip, Andalan, Yasmin, Diane, perbedaan, produk, obat, dokter, wanita, apotek, toko, kombinasi, progestin, efektif, mencegah, cara, mengonsumsi, estrogen, di, pasaran, daftar, harga, metode, hamil, pakai, hubungan, seksual, aktif, pasif, minum, efek, samping
Pil KB berbagai merek (sumber: popsugar.com.au)

Keluarga Berencana (KB) pertama kali ditetapkan sebagai program pemerintah pada tanggal 29 Juni 1970, bersamaan dengan dibentuknya Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKN). Sejalan dengan semakin meningkatnya jumlah penduduk Indonesia, serta tingginya angka kematian ibu dan kebutuhan terhadap kesehatan reproduksi, maka program KB digunakan sebagai salah satu cara untuk menekan pertumbuhan jumlah penduduk serta meningkatkan kesehatan ibu dan anak.[1] Ada banyak alat kontrasepsi yang ditawarkan dan pil KB menjadi salah satu yang cukup diminati sebagian wanita.

Bacaan Lainnya

Pil KB sendiri mempunyai beberapa jenis dan manfaat yang berbeda. Seperti yang dilansir mayoclinic.com, bahwa pada intinya pil KB memiliki dua jenis yang paling utama, yakni pil KB kombinasi yang mengandung estrogen dan progestin dan jenis lainnya adalah pil yang hanya mengandung progestin.

Pada pil KB kombinasi, biasanya mengandung 21 pil aktif dan tujuh pil tidak aktif, atau 24 pil aktif dan empat pil tidak aktif. Kemudian, pada pil KB kombinasi, ada jenis yang digunakan untuk jangka panjang yang paketnya berisi 84 pil aktif dan tujuh pil aktif. Pil KB kombinasi juga dikategorikan menurut dosis Anda apakah tetap sama atau berubah-ubah. Jenis pil ini mengandung kurang dari 50 mikrogram etinil estradiol, sejenis estrogen, yang dikenal sebagai pil dosis rendah. Berbeda dengan pil KB kombinasi, semua pil dalam kemasan mini pil progestin bersifat aktif.

Baca juga  Update Harga Neurobion 5000 Injeksi (Ecer & Kotak Ampoule)

Pil KB dianggap sebagai salah satu metode pencegahan kehamilan yang paling efektif. Jika digunakan secara sempurna sesuai aturan pakai dan diminum teratur tanpa pernah terlewat sekalipun, efektivitas pil ini dilaporkan mencapai 99 persen. Artinya, dari 1.000 wanita yang mengonsumsi pil ini secara teratur, hanya kurang dari sepuluh orang yang ‘kebobolan’ hamil.

Namun, angka kesuksesan ini juga harus mempertimbangkan faktor lain, seperti lupa meminum dosis atau kehabisan dosis sebelum sempat isi ulang. Kekeliruan cara pakai atau keterlambatan dosis bisa menurunkan efektivitas pil hingga antara 92-94 persen. Agar efektif, Anda harus memperhatikan benar cara minum pil kontrasepsi Anda dan sebisa mungkin minum tepat di waktu yang sama setiap hari.

Di Indonesia, pil KB dipasarkan dengan beragam merk, seperti Andalan, Yasmin, dan Diane. Sama-sama efektif untuk mencegah kehamilan, lantas apa yang membedakan ketiganya? Jika Anda sedang mempertimbangkan untuk mulai pakai KB, simak penjelasan berikut ini yang kami lansir dari laman Hello Sehat.

Baik pil KB Andalan, Yasmin, dan Diane memiliki cara kerja yang sama untuk mencegah kehamilan. Pil KB mengandung ethinyl estradiol, versi sintetis dari dua yang diproduksi secara alami dalam tubuh wanita: estrogen dan progestin. Kedua hormon ini mengatur siklus menstruasi wanita, dan tingkat naik-turun hormon ini memainkan peran penting dalam kehamilan.

Kombinasi dua ini bekerja dalam tiga langkah, yakni mencegah indung telur untuk melepas sel telur agar tidak terjadi pembuahan (ovulasi), kemudian mengubah ketebalan lendir leher rahim guna menyulitkan sperma bergerak masuk ke dalam rahim untuk mencari telur. Terakhir, pil ini mengubah lapisan dinding rahim sehingga sel telur yang sudah dibuahi pun tidak mungkin untuk menempel dan tertanam di dalam rahim.

Baca juga  Update Harga Eyeliner Emina (Pensil dan Crayon)
Pil Diane (sumber: thestar.com)
Pil Diane (sumber: thestar.com)

Perbedaan Pil KB Andalan, Yasmin, dan Diane

Perbedaan antara ketiga pil pencegah kehamilan ini terletak pada jenis progestin yang terkandung di dalamnya. Pil KB Andalan mengandung mengandung progestin levonorgestrel, pil Yasmin mengandung mengandung progestin drospirenone, sedangkan pil Diane mengandung mengandung progestin cyproterone acetate. Beda jenis progestin, dapat menimbulkan efek samping yang berbeda.

Levonorgestrel dalam pil Andalan rentan menyebabkan jerawat karena efek sampingnya yang meningkatkan androgen dalam tubuh. Levonorgestrel hanya boleh digunakan sebagai kontrasepsi darurat saja, bukan untuk dikonsumsi secara rutin. Dalam beberapa kasus, pil KB darurat ini bisa menyebabkan siklus haid tidak teratur; mual dan muntah; lemas, pusing, kliyengan, dan sakit kepala; hingga sakit perut dan diare. Namun, kebanyakan efek samping ini bersifat sementara.

Waktu terbaik mengonsumsi obat ini adalah kurang dari 12 jam dan tidak melebihi waktu tiga hari setelah hubungan seksual. Bila sudah lewat tiga sampai lima hari dari saat Anda berhubungan seks, pil kondar sudah tidak mempan untuk mencegah kehamilan.

Sementara, drospirenone membantu menekan produksi yang mengatur keseimbangan dan elektrolit dalam tubuh serta menurunkan hormon androgen. Karena menurunkan hormon androgen, drospirenone bisa mengurangi gejala PMS ringan seperti peningkatan nafsu makan, mood buruk, dan perut kembung karena retensi air. Pil KB yang memiliki hormon progestin drospirenone juga bisa dipakai untuk mengobati jerawat. Drospirenone bisa menyebabkan peningkatan kadar kalium berlebihan. Karena itu, pil Yasmin tidak boleh digunakan oleh wanita yang memiliki gangguan ginjal, penyakit hati, atau penyakit  adrenal.

Pil Diane yang mengandung progestin cyproterone acetate (CPA) bisa mengatasi gejala hiperandrogen yang banyak dialami para wanita usia produktif. CPA merupakan sintetis yang bekerja menghambat reseptor androgen, sehingga menurunkan produksi hormon androgen. Penurunan hormon androgen dalam tubuh dapat menekan produksi minyak berlebih pada kulit dan mencegah jerawat radang. Hiperandrogenisme juga dapat menyebabkan pertumbuhan rambut berlebih, yang disebut hirsutisme.

Baca juga  Khasiat dan Harga Biovision untuk Mata Terbaru di Apotek

Pada 2019, pil KB Andalan FE dijual mulai harga Rp7.200 dan Andalan Laktasi seharga Rp14.980. Kedua produk tersebut mengalami perubahan harga pada 2020, untuk pil KB Andalan FE naik seharga Rp8.430, dan Andalan Laktasi turun harga menjadi Rp14.417. Lalu, berapa harga pil KB pada 2021?

Minum Pil KB - (YouTube: Seeker)
Minum Pil KB – (YouTube: Seeker)

Daftar Harga Pil KB

Nama Produk Harga
Andalan FE Rp8.805
Microgynon Limas Rp11.800
Andalan FE Strip Rp14.427
Andalan Laktasi Rp14.068
Andalan Pil KB Rp16.909
Microgynon Rp19.753
Nogestat Tablet Rp25.301
Microlut Rp44.420
Planak Tablet Rp69.575
Marvelon Limas 28 Rp85.152
Exluton Limas Tablet Rp90.813
Obstanon Tablet Rp97.520
Neynna Rp112.394
Marvelon Limas 3×28’s Rp125.560
Cerazette Tablet Salut Selaput 75 MCG Rp134.562
Mercilon 28 Rp139.953
Microgynon 10 Strip Rp143.263
Mercilon Limas 28 Rp150.450
Diane 35 Rp175.291
Synfonia Tablet Rp178.750
Gynera Tablet Rp185.649
Yasmin Rp258.083
YAZ Rp340.570
Triquilar ED Rp343.929
Microgynon 25 Strip Rp353.658

Jika dibandingkan 2020 lalu, harga beberapa produk pil KB mengalami perubahan pada 2021. Misalnya, merk Andalan Pil KB naik dari harga Rp15.762menjadi Rp16.909. Begitu pula dengan Andalan FE berubah dari harga Rp8.430jadi Rp8.805. Sedangkan Andalan FE Strip naik dari harga Rp13.680sekarang dijual Rp14.427.

Pil KB untuk Menunda Kelahiran - parenting.firstcry.com
Pil KB untuk Menunda Kelahiran – parenting.firstcry.com

Pil KB dijual di sejumlah toko obat dan apotek dengan harga yang bervariasi tergantung merek. Jika Anda sedang mempertimbangkan untuk minum pil KB, diskusikan lebih lanjut dengan dokter untuk mengetahui mana yang paling tepat untuk Anda.

[Ditta]

[1]Yunita, Ema Pristi. 2019. Penggunaan Kontrasepsi dalam Praktik Klinik dan Komunitas. Malang: Universitas Brawijaya Press. Hlm 1.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.