Update Harga Obat Antihistamin untuk Alergi

No comment9574 views

Antihistamin adalah kelompok obat-obatan yang digunakan untuk mengobati reaksi , seperti rinitis , reaksi akibat sengatan serangga, reaksi makanan, urtikaria atau biduran. Tidak hanya , antihistamin juga kerap digunakan untuk mengatasi gejala mual atau muntah yang biasanya diakibatkan oleh mabuk kendaraan.

Ilustrasi: bersin sebagai reaksi alergi (sumber: pxhere)

Ilustrasi: bersin sebagai reaksi alergi (sumber: pxhere)

Antihistamin bekerja dengan cara memblokir zat histamin yang diproduksi tubuh. Zat histamin, pada dasarnya berfungsi melawan virus atau bakteri yang masuk ke tubuh. Ketika histamin melakukan perlawanan, tubuh akan mengalami peradangan. Namun pada orang yang mengalami alergi, kinerja histamin menjadi kacau karena zat ini tidak lagi bisa membedakan objek yang berbahaya dan objek yang tidak berbahaya bagi tubuh, misalnya debu, bulu binatang, atau makanan. Akhirnya tubuh tetap mengalami peradangan atau reaksi alergi ketika objek tidak berbahaya itu masuk ke tubuh.

Obat antihistamin terbagi ke dalam 2 jenis, sebagai berikut.

Jenis-Jenis Antihistamin

Antihistamin generasi pertama

Jenis ini memiliki efek menenangkan. Ketika diminum, ada efek samping umum yang bisa Anda rasakan seperti mengantuk, pusing, konstipasi, mulut kering, dalam berpikir, penglihatan buram, dan sulit mengosongkan kandung kemih. Jenis-jenis antihistamin generasi pertama antara lain clemastine, alimemazine, chlorphenamine, cyproheptadine, hydroxyzine, ketotifen dan promethazine.

Antihistamin generasi kedua

Jenis ini tidak memiliki efek penenang. Ketika diminum, efek mengantuk tidak akan sebesar obat generasi pertama. Meski begitu, Anda tetap harus berhati-hati ketika mengemudi atau mengoperasikan alat berat, karena efek mengantuk masih mungkin bisa terjadi. Antihistamin generasi kedua memiliki efek samping yang lebih sedikit ketimbang generasi pertama, misalnya mulut kering, sakit kepala, hidung kering, dan mual. Jenis-jenis antihistamin generasi kedua antara lain fexofenadine, levocetirizine, loratadine, mizolastine acrivastine, cetirizine, dan desloratadine.

Seperti dilansir Alodokter, tubuh kita memiliki zat kimia bernama histamin. Ketika ada zat-zat berbahaya, seperti virus atau bakteri, masuk ke dalam tubuh, histamin akan muncul dan bereaksi melawan zat tersebut. Perlawanan histamin melawan zat berbahaya ini bisa membuat tubuh mengalami peradangan atau inflamasi.

Ilustrasi: pil obat

Ilustrasi: pil obat

Cara Kerja Antihistamin

Jika Anda memiliki alergi, histamin tidak bisa membedakan mana zat berbahaya dan tidak. Hasilnya, ketika ada zat tidak berbahaya seperti makanan, debu, atau serbuk sari, tubuh tetap mengalami peradangan atau reaksi alergi. Beberapa contoh reaksi alergi yang terjadi adalah kulit gatal, memerah dan membengkak, pilek, bersin-bersin, atau mata bengkak.

Obat antihistamin bisa menghentikan histamin dalam memengaruhi sel tubuh untuk mengeluarkan reaksi alergi tersebut. Biasanya, antihistamin jenis tablet dapat mulai bekerja dalam waktu setengah jam setelah diminum. Anda bisa merasakan efeknya secara maksimal setelah 1–2 jam dari waktu konsumsi.

Jika Anda memiliki alergi pada serbuk sari dari tumbuhan, ada baiknya mengonsumsi antihistamin secara rutin pada musim tumbuhnya tanaman tersebut. Cara ini disebut-sebut lebih efektif dibanding mengonsumsinya sesekali.

Seperti halnya obat-obatan yang lain, obat antihistamin juga berpotensi untuk menimbulkan efek samping. Beberapa efek samping yang umum terjadi setelah mengonsumsi obat antihistamin antara lain.

Efek Samping Antihistamin

  • Mengantuk
  • Mulut kering
  • Disfagia
  • Pusing
  • Sakit kepala
  • Nyeri perut
  • Sulit buang air kecil
  • Mudah marah
  • Penglihatan kabur
Obat untuk Alergi - www.remedys.ca

Obat untuk Alergi - www.remedys.ca

Selain memiliki efek samping, Antihistamin juga memiliki petunjuk yang perlu diperhatikan bagi yang akan mengonsumsinya. Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan.

Peringatan & Perhatian Konsumsi Obat Antihistamin

  • Ibu hamil, ibu menyusui, atau wanita yang sedang merencanakan kehamilan, perlu menyesuaikan jenis dan antihistamin menurut anjuran dokter.
  • Hati-hati jika ingin memberikan antihistamin pada anak-anak. Penggunaan tiap jenis obat antihistamin berbeda-beda dan disesuaikan dengan usia.
  • Harap berhati-hati dalam menggunakan obat ini jika menderita gangguan ginjal, gangguan hati, tukak , obstruksi usus, infeksi saluran kemih, pembengkakan prostat, dan glaukoma.
  • Jika diresepkan obat antihistamin golongan pertama, hindari mengonsumsi zat alkohol atau minuman beralkohol karena dapat memperparah efek rasa kantuk.
  • Beri tahu dokter jika sedang menggunakan antihistamin bersama dengan obat-obatan lainnya, termasuk herba, karena dikhawatirkan dapat menyebabkan efek samping yang membahayakan.

Jika terjadi reaksi alergi atau overdosis, segera temui dokter. Obat antihistamin tersedia dalam berbagai dagang di . Sebagai informasi, berikut ini daftar harga sebagian obat antihistamin yang beredar di pasaran.

Daftar Harga Obat Antihistamin

Ilustrasi: aneka jenis obat-obatan

Ilustrasi: aneka jenis obat-obatan

Nama ObatHarga (Rp)
INVERSYN 10MG TAB 30S1.540
NILACELIN TAB2.088
TALION TAB 10MG3.762
CERINI 10MG TAB4.802
TIRIZ 10 MG TAB5.039
CELESTAMINE TAB5.394
LORAN 10MG TAB7.301
LERZIN SYR 60ML8.801
INTRIZIN 10MG TAB9.097
TELFAST OD 120MG TAB11.992
CETIRIZINE IF SYR 60ML 5MG/5ML15.658
CETIRIZINE IF 10MG/ML DROP 10ML38.330
INCIDAL-OD SYRUP 60ML 5MG/5ML51.367
INTERHISTIN SYRUP 60ML53.895
HISTRINE 60ML SYR68.077
RYVEL SIRUP 60 ML 5MG/5ML71.660
ALLORIS SYR 60ML 5MG/5ML76.051
INTRIZIN SYR 60ML90.291

Jika dibandingkan dengan tahun lalu, harga obat antihistamin mengalami perubahan harga. Seperti Talion Tab 10mg yang sebelumnya dijual seharga Rp3.366 kini naik menjadi Rp3.762. Sama halnya dengan Intrizin Syr 60ml dari harga Rp84.614 menjadi Rp90.291. Namun beberapa merk obat dijual dengan harga tetap dari tahun lalu, misalnya Inversyn 10mg Tab 30s dan Nilacelin Tab.

Informasi harga obat antihistamin di atas didapatkan dari berbagai sumber di internet. Perlu Anda ingat bahwa harga antihistamin bisa mengalami perubahan sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya. Selain itu, harga obat antihistamin yang berlaku di setiap tempat bisa saja berbeda-beda, tergantung dari penawaran pihak penjual. Apabila Anda membutuhkan obat antihistamin untuk mengatasi alergi atau sebagainya, Anda bisa membelinya di toko obat atau apotik-apotik terdekat seperti Apotek K24, Apotek Kimia Farma, atau lainnya.

Perlu diperhatikan bahwa rata-rata antihistamin tergolong obat keras yang hanya bisa dibeli dengan resep dokter. Pasalnya dosis obat dan jenis obat antihistamin yang dibutuhkan oleh setiap bisa berbeda-beda, tergantung dari dan gejala yang diderita.

[Update: Ditta]

Baca juga  Indikasi, Dosis, Cara Pemakaian dan Harga Callusol
loading...
author
Pengamat produk dan harga komoditas. Saat ini tinggal di Kota Malang.

Leave a reply "Update Harga Obat Antihistamin untuk Alergi"