Info Terbaru Harga Kayu Balsa (Kubik, Gelondongan, Sheet)

Mungkin Anda belum terlalu familiar dengan kayu balsa. Berasal dari dengan nama yang sama, kayu balsa dapat dijadikan alternatif untuk membuat , plafon, serta berbagai perabotan rumah tangga karena punya bobot yang ringan tetapi tetap berkekuatan prima. Bisa dibeli per kubik atau satu gelondongan, harga kayu balsa pun dapat dikatakan cukup terjangkau.

Kayu balsa gelondongan (sumber: bibitbalsa.com)
Kayu balsa gelondongan (sumber: bibitbalsa.com)

Mengenal Pohon Balsa

Sebelum membahas kayunya, tidak ada salahnya jika kita mengupas sedikit mengenai pohon balsa. Bernama latin Ochroma sp., balsa dikatakan berasal dari Amerika Latin, kemudian ditanam di Indonesia sebagai tanaman introduksi.[1] Balsa yang berarti rakit dalam bahasa Spanyol, tumbuh di dataran rendah dengan ketinggian hingga 1.000 mdpl.

Bacaan Lainnya

Perkembangbiakan tanaman balsa menggunakan benih, dengan di Amerika peremajaan tanaman dilakukan secara alami pada lahan hutan yang terlebih dahulu dibakar. Sementara itu, di Jawa, peremajaan tanaman balsa dilakukan secara buatan. Perkecambahan benih balsa dimulai sesudah lima sampai tujuh hari sejak dikecambahkan, dan rata-rata berkecambah dua sampai tiga minggu setelah ditabur.[2]

Benih balsa termasuk biji yang mengalami dormansi eksogenus yang penyebabnya bukan faktor bawaan, tetapi faktor luar seperti air, gas, dan penghambat mekanis lainnya. Untuk mengatasi masalah tersebut, biasa dilakukan cara skarifikasi mekanis, seperti dengan perendaman biji dalam air panas sekejap atau dalam air panas sampai dingin, serta skarifikasi kimiawi dengan menggunakan asam keras sehingga melunakkan kulit biji.[3]

Dari sisi karakteristik, balsa termasuk pohon yang cepat tumbuh, dengan waktu pertumbuhan tanaman ini sekitar lima sampai enam tahun, dengan tinggi mencapai 20 meter dan diameter 40 cm. Jika dibandingkan dengan jenis pohon lainnya, masa perkembangbiakan tanaman tersebut tergolong cukup instan, sehingga kayu ini punya potensi besar sebagai material cadangan. Sayangnya, masih banyak orang Indonesia yang tidak menyadari kelebihan kayu balsa.

Kelebihan Kayu Balsa

Pohon balsa menghasilkan kayu balsa yang sangat ringan dan berwarna cerah. Kayunya dapat digunakan sebagai bahan baku kotak, pelampung, kerajinan tangan, dan sol sepatu. Bahkan, seperti dilansir dari Greeners.co, pada era Perang Dunia Pertama, kayu ini dimanfaatkan pekerja militer Amerika Serikat sebagai pengganti gabus. Seiring waktu, kayu balsa juga digunakan sebagai bahan pembuat meja, kursi, pintu rumah, bahkan untuk wall panel, plafon, dan kusen.

Seperti dikutip dari Dekoruma.com, salah satu keunggulan kayu balsa yang paling terkenal adalah bobotnya yang ringan. Kayu balsa memiliki berupa sel besar serta dinding tipis, bahkan hanya sekitar 40 persen dari potongan kayu balsa yang merupakan material padat.  Karena itu, pengolahan dan pengeringan kayu balsa harus dilakukan secara benar agar penggunaannya maksimal.

Kayu Balsa - login.aliexpress.com
Kayu Balsa – login.aliexpress.com

Masih menurut referensi yang sama, meskipun bobot kayu balsa cukup ringan, tetapi kekuatannya dapat disandingkan dengan jenis kayu mahal lain yang ada di pasaran. Kayu balsa memiliki kekuatan yang sangat prima sehingga hasil pengolahannya akan kokoh dan tahan lama. Namun, sebelum menggunakan kayu balsa, pastikan Anda memilih potongan dengan kepadatan yang baik.

Karena punya tingkat kepadatan yang rendah dan berbobot ringan, kayu balsa pun relatif mudah dibentuk untuk dijadikan bahan utama pembuatan berbagai jenis perabotan rumah tangga seperti sandaran kursi makan. Kayu tersebut juga dapat menyerap getaran ataupun guncangan sehingga lebih mudah untuk dipotong serta direkatkan. Anda pun tidak perlu menambah finishing jika ingin mendapatkan perabotan dengan hasil akhir berwarna light, karena kayu ini punya warna yang terang secara natural.

Harga Kayu Balsa per Kubik

Ukuran Kayu Balsa Harga
Rp80.000 per m3
Kayu Balsa Bulat Diameter 20 – 29 cm Rp118.000 per m3
Kayu Balsa Bulat Diameter 30 cm Rp135.000 per m3

Informasi harga kayu balsa di atas kami rangkum dari berbagai sumber. Perlu Anda catat bahwa harga kayu tersebut tidak mengikat dan bisa berubah sewaktu-waktu. Apabila stok kayu menipis, harganya cenderung mengalami kenaikan, begitu juga sebaliknya.,

Harga Kayu Balsa Gelondongan

Jika ingin lebih hemat, Anda bisa membeli kayu balsa langsung dari petaninya. Biasanya, petani akan menjual kayu balsa per pohon atau secara gelondongan. Tergantung ukuran, harga kayu balsa gelondongan sekarang sekitar Rp1,7 juta hingga Rp2,5 juta. Harga itu biasanya sudah termasuk ongkos tebang dan angkutan ke pabrik. Sebagai perbandingan, tahun lalu harganya mulai Rp1,5 jutaan.

Sementara itu, untuk mereka yang tidak ingin repot, bisa membeli kayu balsa yang sudah berbentuk balok, lembaran atau papan, dan stick. Harganya tergolong terjangkau, berada di kisaran belasan ribu rupiah, tergantung ukuran. Berikut kami sajikan informasi terbaru kisaran harga kayu balsa yang sudah berbentuk lembaran.

Potongan Kayu Balsa - (berita.99.co)
Potongan Kayu Balsa – (berita.99.co)

Harga Kayu Balsa Lembaran

Ukuran Kayu Balsa Lembaran Harga per Lembar
100 cm x 10 cm x 1,5 mm Rp17.000
100 cm x 10 cm x 2 mm Rp17.500
100 cm x 10 cm x 3 mm Rp18.300
100 cm x 10 cm x 4 mm Rp22.500
100 cm x 10 cm x 5 mm Rp24.500
100 cm x 10 cm x 6 mm Rp26.500
100 cm x 10 cm x 7 mm Rp28.000
100 cm x 10 cm x 8 mm Rp31.000
100 cm x 10 cm x 9 mm Rp33.000
100 cm x 10 cm x 10 mm Rp35.500

Harga kayu balsa lembaran di atas merupakan kayu balsa grade A atau kualitas terbaik. Perlu Anda catat bahwa harga kayu balsa tersebut tidak mengikat dan dapat berubah sewaktu-waktu. Jika dibandingkan penawaran sebelumnya, harganya memang cenderung naik. Harga kayu balsa ukuran 100 cm x 10 cm x 2 mm misalnya, awalnya Rp15.500 dan sekarang menjadi Rp17.500 per lembar.

(Panca)

[1] Charomaini, M. dan Sri Rukun Diana Windiasih. 2005. Peningkatan Daya Kecambah Benih Balsa Melalui Perendaman dalam Air dan Kimiawi. Jurnal Penelitian Hutan Tanaman, Vol. 2(2): 68-73.

[2] Soekotjo. 1975. Silvikultur. : Yayasan Pembina Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada, hlm. 136-140.

[3] Ibid.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *