Daftar Harga dan Varian Rasa Pia Cap Mangkok Malang

Anda tentu sudah tidak asing lagi dengan makanan bernama pia. Kue pia adalah kue yang berasal dari masyarakat Tionghoa, dan sebenarnya berarti 'kue'. Pia terbuat dari campuran kacang hijau dan gula yang dibungkus dengan adonan tepung dan dipanggang.

Varian kue pia mangkok (sumber: piamangkok.com)

kue pia mangkok (sumber: piamangkok.com)

Pia secara umum memiliki rasa manis legit dan kini telah hadir dalam berbagai varian isi seperti coklat, durian, keju, dan sebagainya. Ada yang menyebutnya bakpia dan populer sebagai makanan daerah Pathuk, Yogyakarta. Namun sebenarnya kurang tepat jika istilah bakpia digunakan untuk merujuk pada kue pia dengan berbagai varian isi, karena 'bak' berarti ''. Sehingga arti kata 'bakpia' sebenarnya adalah 'kue '.

Kue Pia yang kita kenal sekarang awalnya hanya berisi campuran kacang hijau dan gula, dalam Bahasa Chinanya disebut Tou Luk Pia yang artinya kue kacang hijau

Pia Mangkok Malang

Ternyata masih ada satu lagi jajanan yang menjadi oleh-oleh khas Malang. Oleh-oleh yang dimaksud adalah Pia Mangkok. Sebutan ini adalah sebutan yang paling dikenal di masyarakat. Meskipun disebut demikian, bukan berarti pia yang dijual berbentuk layaknya mangkok. Bentuknya sama saja dengan pia-pia yang lain, yaitu oval tiga dimensi. Terkadang juga ditemukan nyaris kotak maupun persegi panjang.

Sebutan pia mangkok sebetulnya adalah dari Pia Cap Mangkok. Sebab masyarakat lebih suka memperpendek nama, maka lebih sering disebut Pia Mangkok. Pia ini sekilas nyaris sama saja dengan bakpia maupun pia-pia di daerah lain. Jika bakpia yang sering ditemukan di Yogyakarta bertekstur halus dan padat, maka berbeda dengan Pia khas Malang yang renyah dan krispi kulitnya serta isinya pun tidak sepadat bakpia pathok Yogya.

Ketika dipecah atau digigit nampak rekahan lapisan-lapisan kulit pia mengisi sela di antara kulit dan isian pia. Pia Cap Mangkok ini tersohor di kalangan para pelancong yang berkunjung ke Malang. Apalagi, pia ini sudah ada sejak tahun 1959. Resep dan kualitasnya pun terus dijaga dari waktu ke waktu.

Tekstur luar pia ini tetap enak dengan kulitnya yang krispi meskipun sudah tak lagi hangat disajikan. Juga rasa manis dan legitnya semakin memanjakan lidah bagi para penikmat camilan manis.

Secara rasa, tersedia beberapa varian rasa yang ditawarkan. Di antaranya adalah kacang hijau, coklat, keju, tangkwee, durian, dan kopi. Dari keenam rasa Pia Cap Mangkok di atas, ada satu rasa yang masih aneh terdengar di telinga yaitu tangkwee. Tangkwe adalah manisan labu putih. Dulu, varian rasa yang tersaji memang tidak sebanyak ini. Penambahan varian rasa yang kekinian dan pas untuk adonan pia adalah salah satu inovasi agar Pia Cap Mangkok ini tetap eksis di masyarakat.

Biasanya, yang menjadi favorit adalah Pia Cap Mangkok rasa kacang ijo dan coklat. Sedangkan untuk kopi dan durian masih tak banyak diproduksi. Pia ini hanya memiliki daya tahan hingga 2 minggu saja. Hal ini karena tidak ada pengawet di dalamnya.

Sejarah Pia Cap Mangkok

Pia Mangkok, jajanan lawas khas Malang (sumber: agenkuliner.com)

Pia Mangkok, jajanan lawas khas Malang (sumber: agenkuliner.com)

Keputusan Zabur Utomo memilih kata Shuang Xi yang berarti kebahagiaan ganda pada brand produknya, sungguh tepat. Saat ini, usaha Pia Cap Mangkok yang dirintisnya tahun 1959, benar-benar memberikan kebahagiaan berlipat ganda, termasuk bagi anak dan cucunya.

Bisa dibilang, Zabur termasuk salah satu pionir dalam bisnis pia. Ketika ia merintis usaha ini di Malang, 54 tahun silam, pia belum menjadi tren seperti sekarang. Kala itu bahan baku terigu pun masih hasil impor dari Australia. Belum ada terigu produksi dalam negeri. Namun, Zabur berani menjajal usaha ini karena harus menafkahi keluarga. Meski masa itu orang-orang belum peduli soal desain logo dan , ia seakan sudah merancang jauh ke depan.

Ia pun memilih logo mangkok untuk pia buatannya. Ia hanya tertarik dengan logo salah satu bumbu penyedap makanan, berupa mangkok, maka dari itu diberi nama Pia Cap Mangkok. Tak lupa, Zabur mencantumkan unsur filosofi dalam merek tersebut. Dalam desainnya, gambar mangkok diapit dua tulisan yang diambil dari bahasa Mandarin, yakni Shuang Xi yang berarti Kebahagiaan Ganda. Nah, dalam perjalanannya, makna kebahagiaan benar-benar berlipat ganda. Terbukti, hingga kini, Pia Cap Mangkok masih eksis meski muncul banyak pesaing.

Ada semacam pemeo yang berkembang di dunia bisnis bahwa generasi pertama merintis usaha, generasi kedua yang membesarkannya, dan di tangan generasi ketiga bisnis bakal hancur. Tapi, hal itu tak berlaku di Pia Cap Mangkok yang tetap eksis hingga generasi ketiga.

Nama Pia Cap Mangkok pun bahkan tak cuma populer di Malang, melainkan telah melebar sampai Bandung dan Bali. Total, saat ini ada enam pabrik yang dioperasikan di ketiga daerah itu. Dua di antaranya di Malang, sebagai lokasi pusat.

Adalah Reza Setiawan, salah seorang cucu Zabur, yang dipercaya memimpin dan dua pabrik di Malang yang mempekerjakan 87 karyawan. Sarjana lulusan Universitas Maranatha Bandung ini memang punya ketertarikan khusus dengan dunia kue pia yang dirintis kakeknya.

Sejak masih duduk di bangku kelas 5 SD, Reza sudah belajar membuat pia dari sang kakek. Dia justru lebih suka menghabiskan libur kuliah untuk membuat pia. Agar usaha keluarga ini kian berkembang, Reza dan sang adik, Vikky Setiawan, terus mencari inovasi, termasuk belajar resep pia.

Salah satu inovasinya, Reza sengaja mencantumkan logo terigu Bogasari di Pia Cap Mangkok. Ini demi meyakinkan pelanggan akan kualitasnya. Reza pun tak segan mengikuti pameran di luar daerah demi memperluas pasar. Salah satunya mengikuti Bogasari Expo Jakarta pada akhir Juni 2013 lalu.

Pia Cap Mangkok

Salah satu outlet Pia Mangkok khas Malang (sumber: openprice.id)

Salah satu outlet Pia Mangkok khas Malang (sumber: openprice.id)

Harga Pia Cap Mangkok ini cukup bervariasi, dibedakan dari varian rasa dan jumlah pia dalam kemasan tersebut. Sebagai referensi, berikut kami sajikan daftar harganya.

Nama Harga
1 pack isi 5 bijiRp11.500
1 dus isi 12 bijiRp26.500
1 dus isi 25 biji (kacang hijau)Rp49.000
1 dus isi 25 biji (cokelat)Rp49.000
1 dus isi 25 biji (kopi)Rp49.000
1 dus isi 25 biji (tangkwe)Rp53.000
1 dus isi 25 biji (keju)Rp53,000

Outlet Pia Cap Mangkok di Malang

Toko yang menjual pia mangkok di Malang ada di Jalan Semeru, Sukarno Hatta, Tidar, dan ada baru di Singosari.

Cabang Semeru
Jl. Semeru 25 - Telp. (0341) 335900;

Cabang Tidar
Jl. Villa Tidar Indah No. 5 - Telp. (0341) 569283;

Cabang Soekarno Hatta
Jl. Soekarno-Hatta Kav 16-17;

Cabang Singosari

Baca juga  Pilihan Menu & Harga Paket Hokben Simple Set

Toko Sensa, Jl. Raya Randu Agung No. 9, Singosari - Telp. (0341) 458488

loading...

Leave a reply "Daftar Harga dan Varian Rasa Pia Cap Mangkok Malang"