Ciri dan Info Terbaru Harga Tanaman Jahe per Kg

No comment9675 views

Anda tentu sudah tidak asing dengan tanaman . Selain dimanfaatkan untuk rempah-rempah dalam meracik bumbu , juga seringkali digunakan untuk yang bisa melegakan tenggorokan. Di pasaran, dijual dengan yang cenderung fluktuatif, tergantung stok dan permintaan.

Ciri dan Tanaman Jahe

harga, jahe, per, kg, biasa, merah, gajah, putih, kuning, besar, ekspor, rempah-rempah, 2017, segar, olahan, jamu, kilogram, petani, lokal, kualitas, minuman, tanaman, keuntungan, ciri, rimpang, indonesia

Tanaman jahe, Zibinger Officinale Rosc (sumber: steemkr.com)

Jahe sendiri adalah tanaman herbal semusim berbentuk rumpun atau bertunas dan berbatang semu, dengan nama latin Zingiber officinale Rosc. Jahe berasal Asia Pasifik yang tersebar dari India sampai China. Ciri-ciri tanaman ini adalah berbatang dengan bentuk batang semu dengan ketinggian antara 30 sampai dengan 100 cm. Rimpang jahe apabila dipotong berwarna kuning atau jingga. Daun jahe berbentuk runcing memanjang dengan panjang 23 mm dan memiliki lebar 8-15 mm. Tangkai daunnya berbulu, dengan panjang 2-4 mm dan bentuk daun lidah memanjang dengan panjang 7,5-10 mm dan tidak berbulu.

Jahe terdiri dari berbagai jenis, salah satunya jahe putih atau kuning atau jahe sunti atau jahe emprit. Jahe jenis ini ruasnya kecil, agak rata sampai agak sedikit menggembung. Jahe ini selalu dipanen setelah berumur tua. Kandungan minyak atsirinya lebih besar daripada jahe gajah, sehingga rasanya lebih pedas. Jahe ini dinilai cocok untuk ramuan obat-obatan.

Jenis jahe selanjutnya adalah jahe merah. Jahe ini memiliki ciri rimpangnya berwarna merah dan lebih kecil dari jahe putih kecil. Sama seperti jahe putih kecil, jahe merah ini juga selalu dipanen setelah tua dan memiliki kandungan minyak atsiri yang sama dengan jahe kecil, sehingga cocok untuk ramuan obat-obatan.

Jika Anda mencari jenis jahe yang bisa dipanen pada saat berumur muda, bisa memilih jahe gajah atau jahe badak (atau disebut juga jahe putih/kuning besar). Jahe gajah memiliki rimpang dengan lebih besar dan gemuk. Ruas rimpangnya lebih menggembung dari kedua sebelumnya. Jahe ini bisa dikonsumsi sebagai jahe segar atau jahe olahan.

Rimpang jahe sudah dikenal sebagai bumbu masak, pemberi aroma dan rasa pada seperti roti, kue, biskuit, kembang gula, dan berbagai minuman. Jahe juga dapat digunakan pada industri obat, minyak wangi, industri jamu tradisional, diolah menjadi asinan jahe, dibuat acar, lalap, bandrek, sekoteng, dan sirup.

Selain itu, terdapat hasil olahan jahe lainnya, yaitu berupa minyak atsiri dan kerosin yang diperoleh dengan cara penyulingan. Minyak atsiri jahe berguna sebagai bahan pencampur dalam minuman beralkohol, es krim, campuran sosis, dan lain-lain. Jahe pun dapat dibuat sebagai biopestisida atau pestisida alami. Dewasa ini, para petani menggunakan jahe sebagai pestisida untuk mengatasi hama tanaman cabai.

Ilustrasi: Jahe (credit: globalvillagespace)

Ilustrasi: Jahe (credit: globalvillagespace)

Selain bisa dikonsumsi untuk campuran dalam minuman, ramuan obat-obatan dan lainnya, jahe juga merupakan salah satu komoditas ekspor. Namun sayangnya, kinerja ekspor jahe Indonesia tahun 2018 bisa disebut sedang lesu. Pasalnya, harga jahe yang berasal dari Indonesia lebih murah di pasar internasional dibanding dengan jahe gajah dari China. Padahal, kualitas jahe Indonesia dianggap baik. 

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, ekspor jahe sepanjang Januari-Maret 2018 hanya senilai US$ 0,92 juta, merosot 13,54 persen dibanding periode sama di tahun 2017 yang mencapai US$ 1,06 juta. Secara volume, ekspor jahe juga turun 1,12 persen dari 643,34 ton menjadi 636,11 ton.

Harga Jahe 

Namun, memasuki awal tahun 2019, sejumlah petani jahe di Indonesia menyambut gembira kenaikan harga jahe. Untuk awal bulan Januari 2019, harga jahe mengalami kenaikan yang cukup tinggi, mencapai Rp6.000 per kilogram. Sementara, pada 2020, harga jahe biasa sekitar Rp50.000 per kilogram dan jahe merah yang banyak diburu orang harganya sekitar Rp90.000 per kg. Ada juga penjual yang menjual dagangannya dengan harga Rp75.000 per kg dan jahe biasa Rp34.000 per kg. Jahe yang dijual di desa umumnya lebih murah daripada jahe di perkotaan, apalagi yang sudah masuk ke pusat perbelanjaan dan pasar swalayan. 

Dengan harga jahe di atas Rp30.000 per kilogram, petani pastinya mendapat keuntungan yang cukup besar. Karena, dengan harga Rp30.000 per kilogram saja, petani jahe sudah memiliki untung yang lumayan. Semenjak pertengahan tahun 2020, jahe sempat susah ditemukan di pasaran. Ini karena permintaan pasar yang tidak seimbang dengan banyaknya pemasok jahe. Hal ini pula yang membuat harga jahe melonjak tinggi.

[Update: Almasshabur]

Baca juga  Info Terbaru Daftar Harga Jagung Per Kg di Berbagai Wilayah Indonesia
author
Literatur akuntansi sudah digeluti hingga pendidikan pascasarjana. Bagiku ini adalah seni pencatatan dan pengikhtisaran transaksi keuangan dan penafsiran akibat suatu transaksi terhadap suatu unit ekonomi.

Leave a reply "Ciri dan Info Terbaru Harga Tanaman Jahe per Kg"