Ciri-ciri Tanaman Jahe & Harga Terbaru per Kg

Anda tentu sudah tidak asing dengan jahe. Selain dimanfaatkan untuk rempah-rempah dalam meracik bumbu masakan, jahe juga seringkali digunakan untuk minuman yang bisa melegakan tenggorokan. Di pasaran, jahe dijual dengan harga yang cenderung fluktuatif, berkisar antara Rp10 ribu hingga Rp20 ribuan per kg.

Rimpang jahe

Rimpang jahe

Jahe sendiri adalah  tanaman herbal semusim berbentuk rumpun atau bertunas dan berbatang semu. Jahe berasal Asia Pasifik yang tersebar dari India sampai Cina. Nama latin tanaman jahe yaitu Zingiber officinale Rosc.

Ciri-ciri tanaman jahe yaitu berbatang dengan bentuk batang semu dengan ketinggian antara 30 sampai dengan 100 cm. Rimpang jahe apabila dipotong berwarna kuning atau jingga. Daun jahe berbentuk runcing memanjang dengan panjang 23 mm dan memiliki lebar 8-15 mm. Tangkai daunnya berbulu dengan panjang 2-4 mm dan bentuk daun lidah bentuknya memanjang dengan panjang 7,5-10 mm dan tidak berbulu.

Jahe terdiri dari berbagai antara lain jahe putih atau kuning atau jahe sunti atau jahe emprit. Jahe ini ruasnya kecil, agak rata sampai agak sedikit menggembung. Jahe ini selalu dipanen setelah berumur tua. Kandungan minyak atsirinya lebih besar daripada jahe gajah, sehingga rasanya lebih pedas. Jahe ini dinilai cocok untuk ramuan obat-obatan.

Jenis jahe selanjutnya adalah jahe merah. Jahe ini memiliki ciri rimpangnya berwarna merah dan lebih kecil dari jahe putih kecil. Sama seperti jahe kecil, jahe merah ini juga selalu dipanen setelah tua dan memiliki kandungan minyak atsiri yang sama dengan jahe kecil, sehingga cocok untuk ramuan obat-obatan.

Jika Anda mencari jenis jahe yang bisa dipanen pada saat berumur muda, bisa memilih jahe gajah atau jahe badak (atau disebut juga jahe putih/kuning besar). Jahe gajah memiliki rimpang dengan ukuran lebih besar dan gemuk. Ruas rimpangnya lebih menggembung dari kedua sebelumnya. Jahe ini bisa dikonsumsi sebagai jahe segar atau jahe olahan.

Rimpang jahe sudah dikenal sebagai bumbu masak, pemberi aroma dan  rasa pada makanan seperti roti, kue, biskuit, kembang gula dan berbagai minuman. Jahe juga dapat digunakan pada industri obat, minyak wangi, industri jamu tradisional, diolah menjadi asinan jahe, dibuat acar, lalap, bandrek, sekoteng dan sirup. Selain itu, terdapat hasil olahan jahe lainnya yaitu berupa minyak atsiri dan koresin yang diperoleh dengan cara penyulingan. Minyak atsiri jahe berguna sebagai pencampur dalam minuman beralkohol, es krim, campuran sosis dan lain-lain, jahe dapat juga dibuat sebagai biopestisida atau pestisida alami. Dewasa ini para menggunakan jahe sebagai pestisida untuk mengatasi tanaman cabe.

harga, jahe, per, kg, biasa, merah, gajah, putih, kuning, besar, ekspor, rempah-rempah, 2017, segar, olahan, jamu, kilogram, petani, lokal, kualitas, minuman, tanaman, keuntungan, ciri, rimpang, indonesia

Tanaman jahe, Zibinger Officinale Rosc (sumber: steemkr.com)

Selain bisa dikonsumsi untuk campuran dalam minuman, ramuan obat-obatan dan lainnya, jahe juga merupakan salah satu . Tetapi, sayangnya kinerja jahe Indonesia tahun 2018 bisa disebut sedang lesu. Pasalnya, harga jahe yang berasal dari Indonesia lebih murah di pasar internasional dibanding dengan jahe gajah dari China. Padahal, jahe Indonesia dianggap baik. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, jahe sepanjang Januari-Maret 2018 hanya senilai US$ 0,92 juta, merosot 13,54 persen dibanding periode sama di tahun 2017 yang mencapai US$ 1,06 juta. Secara volume, jahe juga turun 1,12 persen dari 643,34 ton menjadi 636,11 ton.

Namun, memasuki awal tahun 2019, sejumlah petani jahe di Kabupaten Toba Samosir (Tobasa) menyambut gembira kenaikan harga jahe. Untuk awal bulan Januari 2019, harga jahe mengalami kenaikan yang cukup tinggi mencapai Rp6.000 per kilogram.

Hingga saat ini, harga jahe di tingkat penampung sekitar Rp20.000 per kilogram dari sebelumnya Rp14.000 per kilogram. Harga jahe mengalami kenaikan semenjak pertengahan tahun 2018 lalu. Awal tahun 2018, di tingkat penampung hanya Rp6.000 hingga Rp7.000 per kilogram.

Dengan harga jahe Rp20.000 per kilogram, petani pastinya mendapat keuntungan yang cukup besar. Karena dengan harga Rp8.000 per kilogram saja, petani jahe sudah memiliki untung yang lumayan. Semenjak pertengahan tahun 2018, pasokan jahe sangat minim. Minimnya pasokan jahe, karena harga jahe anjlok. Harga jahe memang dinilai tidak pernah stabil, tergantung pasokan

Tidak hanya jahe biasa, Indonesia juga dikenal dengan produksi jahe merah. Berbeda dengan jahe biasa, harga jahe merah dinilai sedang meningkat. Kenaikan harga jahe dianggap pedagang jahe dan bumbu dapur disebabkan sulit mencari jahenya. Jahe merah banyak dicari masyarakat untuk keperluan minuman atau campuran jamu tradisional.

[Update: Galih Conainthata]

Baca juga  Info Harga Terbaru Beras Maknyus Ukuran 5 Kg
loading...
author
Literatur akuntansi sudah digeluti hingga pendidikan pascasarjana. Bagiku ini adalah seni pencatatan dan pengikhtisaran transaksi keuangan dan penafsiran akibat suatu transaksi terhadap suatu unit ekonomi.

Leave a reply "Ciri-ciri Tanaman Jahe & Harga Terbaru per Kg"