Ciri-ciri Tanaman Jahe & Harga Per Kg

No comment2354 views

Jahe adalah  tanaman  herbal semusim berbentuk rumpun atau bertunas dan berbatang semu. Jahe berasal Asia Pasifik yang tersebar dari India sampai Cina. Nama latin tanaman jahe yaitu Zingiber officinale Rosc.

harga, jahe, per, kg, biasa, merah, gajah, putih, kuning, besar, ekspor, rempah-rempah, 2017, segar, olahan, jamu, kilogram, petani, lokal, kualitas, minuman, tanaman, keuntungan, ciri, rimpang, indonesia

Tanaman jahe, Zibinger Officinale Rosc (sumber: steemkr.com)

Ciri-ciri tanaman jahe yaitu berbatang dengan bentuk batang semu dengan ketinggian antara 30 sampai dengan 100 cm. Rimpang jahe apabila dipotong berwarna kuning atau jingga. Daun jahe berbentuk runcing memanjang dengan panjang 23 mm dan memiliki lebar 8-15 mm. Tangkai daunnya berbulu dengan panjang 2-4 mm dan bentuk daun lidah bentuknya memanjang dengan panjang 7,5-10 mm dan tidak berbulu.

Jahe terdiri dari berbagai antara lain jahe putih atau kuning atau jahe sunti atau jahe emprit. Jahe ini ruasnya kecil, agak rata sampai agak sedikit menggembung. Jahe ini selalu dipanen setelah berumur tua. Kandungan minyak atsirinya lebih besar daripada jahe gajah, sehingga rasanya lebih pedas. Jahe ini dinilai cocok untuk ramuan obat-obatan.

Jenis jahe selanjutnya adalah jahe merah. Jahe ini memiliki ciri rimpangnya berwarna merah dan lebih kecil dari jahe putih kecil. Sama seperti jahe kecil, jahe merah ini juga selalu dipanen setelah tua dan memiliki kandungan minyak atsiri yang sama dengan jahe kecil, sehingga cocok untuk ramuan obat-obatan.

Baca juga  Update Harga Genteng Aspal Terbaru di Pasaran

Jika Anda mencari jenis jahe yang bisa dipanen pada saat berumur muda, bisa memilih jahe gajah atau jahe badak (atau disebut juga jahe putih/kuning besar). Jahe gajah memiliki rimpang dengan lebih besar dan gemuk. Ruas rimpangnya lebih menggembung dari kedua varietas sebelumnya. Jahe ini bisa dikonsumsi sebagai jahe segar atau jahe olahan.

harga, jahe, per, kg, biasa, merah, gajah, putih, kuning, besar, ekspor, rempah-rempah, 2017, segar, olahan, jamu, kilogram, petani, lokal, kualitas, minuman, tanaman, keuntungan, ciri, rimpang, indonesia

Rimpang jahe sebagai perasa dan minuman

Rimpang jahe sudah dikenal sebagai bumbu masak, pemberi aroma dan  rasa pada makanan seperti roti, kue, biskuit, kembang gula dan berbagai minuman. Jahe juga dapat digunakan pada industri obat, minyak wangi, industri jamu tradisional, diolah menjadi asinan jahe, dibuat acar, lalap, bandrek, sekoteng dan sirup. Selain itu, terdapat hasil olahan jahe lainnya yaitu berupa minyak atsiri dan koresin yang diperoleh dengan cara penyulingan. Minyak atsiri jahe berguna sebagai bahan pencampur dalam minuman beralkohol, es krim, campuran sosis dan lain-lain, jahe dapat juga dibuat sebagai biopestisida atau pestisida alami. Dewasa ini para petani menggunakan jahe sebagai pestisida untuk mengatasi hama tanaman cabe.

Selain bisa dikonsumsi untuk campuran dalam minuman, ramuan obat-obatan dan lainnya, jahe juga merupakan salah satu komoditas . Tetapi, sayangnya kinerja jahe Indonesia tahun 2018 bisa disebut sedang lesu. Pasalnya, jahe yang berasal dari Indonesia lebih murah di internasional dibanding dengan jahe gajah dari China. Padahal, kualitas jahe Indonesia dianggap baik. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, ekspor jahe sepanjang Januari-Maret 2018 hanya senilai US$ 0,92 juta, merosot 13,54 persen dibanding periode sama di tahun 2017 yang mencapai US$ 1,06 juta. Secara volume, ekspor jahe juga turun 1,12 persen dari 643,34 ton menjadi 636,11 ton.

Baca juga  Harga Traktor Mini Kubota (Semua Varian)

Sementara itu, menurut Ketua Asosiasi Petani Jahe Organik (Astajo), Kabul Indarto mengatakan bahwa jahe gajah dari China melimpah di pasar dengan harga murah, hanya Rp 5.000 per kilogram. Bahkan, sesuai catatannya, harga jahe gajah China semakin turun menjadi Rp 3.500 per kilogram. Padahal, harga jahe Indonesia di tingkat petani lokal berada pada kisaran Rp 6.500 per kg.

Muryono, petani jahe asal Jawa Tengah, mengklaim, kualitas jahe Indonesia sebenarnya sangat dicari oleh eksportir, terutama dari Uni Emirat Arab, Pakistan, dan Arab Saudi. Tetapi beberapa tahun silam, saat terjadi lonjakan harga ke level Rp 14.000, para petani bermain curang dan menyiramkan air pestisida ke tanaman jahe. Hal itu menyebabkan tanaman menjadi layu dan memberi kesan sudah siap panen. Kepercayaan pembeli mulai berkurang. Menjelang perayaan Idul Fitri Tahun 2018, harga jahe melonjak naik di Kota Saumlaki, Kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB), Provinsi Maluku.

harga, jahe, per, kg, biasa, merah, gajah, putih, kuning, besar, ekspor, rempah-rempah, 2017, segar, olahan, jamu, kilogram, petani, lokal, kualitas, minuman, tanaman, keuntungan, ciri, rimpang, indonesia

Jahe sebagai hasil industrian pertanian (sumber: medicalnewstoday.com)

Menurut salah satu penjual bumbu dapur di Pasar Olilit, Kecamatan Tanimbar Selatan (Tansel), Linda Koisine, tanaman rimpang yang dikenal sebagai rempah-rempah dan bahan obat ini dijual dengan harga Rp70.000 per kilogram (Kg) dari harga sebelumnya Rp40.000 kg. Walaupun harganya naik, tetapi peminatnya terbilang banyak. Hal ini dikarenakan jahe dimasak sebagai menu berbuka puasa.

Baca juga  Update Kisaran Harga Minyak Kelapa Sawit Per Liter & Per Kilogram (kg)

Tidak hanya jahe biasa, Indonesia juga dikenal dengan produksi jahe merah. Berbeda dengan jahe biasa, harga jahe merah dinilai sedang meningkat. Hal itu membuat petani di Kabupaten Lebak, Banten meraih keuntungan cukup besar setelah harga di tingkat penampung menjadi Rp 17.000 per kilo.

Selama ini, permintaan jahe merah cukup tinggi sehingga menyumbangkan pendapatan ekonomi petani. Produksi jahe merah sekitar 7 sampai 10 ton per pekan dan kebanyakan petani Badui. mereka mengembangkan jahe merah menggunakan sistem tumpang sari dengan tanaman padi huma.

Sebagian besar petani jahe merah berasal dari wilayah Kecamatan Leuwidamar, Cimarga, Bojongmanik, Cirinten, Muncang dan Gunungkencana. Sebab, di daerah itu merupakan sentra tanaman palawija. Para petani jahe merah dipastikan mengeruk keuntungan, dikarenakan harga di relatif bagus hingga Rp 17.000/kg. Padahal, sebelumnya jahe merah dijual Rp 10.000/kg.

Kenaikan harga jahe dianggap pedagang jahe dan bumbu dapur disebabkan sulit mencari jahenya. Jahe merah banyak dicari masyarakat untuk keperluan minuman atau campuran jamu tradisional.

loading...
author
Literatur akuntansi sudah digeluti hingga pendidikan pascasarjana. Bagiku ini adalah seni pencatatan dan pengikhtisaran transaksi keuangan dan penafsiran akibat suatu transaksi terhadap suatu unit ekonomi.

Leave a reply "Ciri-ciri Tanaman Jahe & Harga Per Kg"