Update Info Terbaru Cara Menghitung Denda Pajak Sepeda Motor

Memiliki , entah itu sepeda motor atau mobil di Indonesia harus dilengkapi dengan surat-surat kepemilikan dan tanda nomor kendaraan. STNK (Surat Tanda Nomor Kendaraan) merupakan bukti registrasi dan identifikasi yang berguna untuk kelengkapan bermotor. Setiap tahunnya Anda juga wajib membayar dan denda STNK. Besaran kendaraan bermotor ini bisa berbeda-beda tergantung dari , kendaraan, dan tahun produksi kendaraan Anda.

Denda Pajak Sepeda Motor - automotivexist.blogspot.co.id

Denda Pajak Sepeda Motor - automotivexist.blogspot.co.id

Selama ini banyak masyarakat yang mungkin masih belum memahami bagaimana cara menghitung pajak kendaraan bermotor, apalagi jika Anda berhalangan untuk membayar pajak secara tepat waktu dan terpaksa dikenai denda karena terlambat membayar pajak kendaraan bermotor. Memang besaran pajak yang harus dibayarkan tiap tahunnya sudah tertera di balik STNK Anda, namun agar lebih memahami seputar pajak motor, ada baiknya Anda menyimak terlebih dahulu informasi terbaru seputar pajak motor.

Dalam pajak sepeda motor ada beberapa istilah yang mungkin masih terasa asing di telinga Anda. Oleh sebab itu, sebelum menghitung sendiri pajak sepeda motor serta denda yang harus Anda bayarkan, sebaiknya ketahui terlebih dahulu istilah-istilah terkait pajak motor berikut ini.

  • BBN KB (Bea Balik Nama kendaraan bermotor): Mencapai 10 persen dari harga kendaraan tersebut atau harga faktur untuk kendaraan baru, bekas mencapai dua pertiga dari pajak kendaraan bermotor.
  • PKB: Pajak kendaraan bermotor besarnya 1,5% dari nilai jual kendaraan dan selalu mengalami penurunan setiap tahun karena penyusutan nilai jual dari kendaraan tersebut.
  • SWDKLLJ (Sumbangan wajib dana kecelakaan lalu lintas jalan): Merupakan sumbangan yang dikelola oleh Jasa Raharja.
  • BIAYA ADM (Biaya ): Biasanya untuk kendaraan baru dan jika ganti pelat nomor 5 tahun sekali maka akan dikenai biaya .
  • Denda Pajak Kendaraan Bermotor: Jika masa berlaku dari STNK sudah habis dan anda belum juga membayar tepat waktu maka akan diberikan denda PKB dan denda SWDKLLJ.

Untuk kepemilikan kendaraan lebih dari satu dalam 1 alamat juga dikenai pajak progresif dengan persentase sebagai berikut:

Urutan Kepemilikan Kendaraan Persentase Tarif Pajak
Motor pertama 1,5%
Motor kedua 2%
Motor ketiga 2,5%
Motor keempat dan seterusnya 4%

Perhitungan pajak progresif motor cukup mudah. Misalnya Anda mempunyai 4 sepeda motor dengan tipe dan tahun yang sama, dengan PKB sebesar Rp 450.000 dan SWDKLLJ Rp 50.000, maka untuk mengetahui pajak setiap motor harus menghitung NJK terlebih dahulu, yakni (PKB x 2/3 x 100) = Rp 450.000 x 2/3 x 100 = Rp 30.000.000.

  • Pajak motor pertama: 1,5% x Rp 30.000.000 = Rp 450.000
  • Pajak motor kedua: 2% x Rp 30.000.000 = Rp 600.000 (terjadi kenaikan)
  • Pajak motor ketiga: 2,5% x Rp 30.000.000 = Rp 750.000 (terjadi kenaikan)
  • Pajak motor keempat dan seterusnya: 4% x Rp 30.000.000 = Rp 1.200.000 (terjadi kenaikan)

Lalu bagaimana cara menghitung denda pajak motor yang terlambat dibayar? Rupanya cara menghitung denda pajak motor cukup mudah, rumusnya hanya dengan menambahkan denda PKB dengan denda SWDKLLJ. Besaran SWDKLLJ untuk kendaraan roda dua atau sepeda motor adalah Rp 35.000, sedangkan untuk kendaraan roda 4 atau mobil adalah Rp 143.000.

Denda Pajak Sepeda Motor - dzulfikaralala.com

Denda Pajak Sepeda Motor - dzulfikaralala.com

Jika Anda hanya terlambat membayar pajak tahunan kendaraan bermotor selama 1 hari kerja setelah tanggal jatuh tempo, maka Anda tak akan dikenai denda. Denda baru akan dikenakan apabila Anda membayar pada hari kerja berikutnya. Selama ini beredar isu bahwa jika terlambat membayar pajak sepeda motor selama 2 hari kerja, maka Anda akan dikenai denda sebesar 1 tahun. Padahal hal itu tidak benar. Apabila Anda telat membayar 2 hari kerja, maka Anda hanya perlu membayar denda keterlambatan selama 1 bulan. Perhitungan denda pajak motor didasarkan pada hitungan bulan.

Rumus menghitung denda Pajak Kendaraan Bermotor (PKB)

Biaya PKB x 25% x n/12.

Keterangan:
n = bulan keterlambatan.

Jadi, jika Anda terlambat membayar pajak selama 1 bulan, maka rumus menghitung denda pajaknya = PKB x 25% x 1/12, jika terlambat 2 bulan = PKB x 25% x 2/12, jika terlambat 1 tahun maka rumusnya = PKB x 25% x 12/12. Agar tidak bingung, Anda bisa melihat contoh perhitungannya di bawah ini.

Misalnya saja Anda memiliki sepeda motor dengan nominal PKB (Pajak Kendaraan Bermotor) yang tertera sebesar Rp 202.500 + SWDKLLJ sebesar Rp 35.000, maka total pajak tahunan yang harus Anda bayar normalnya adalah Rp 237.500. Namun perhitungan tersebut akan menjadi lain apabila Anda terlambat membayar.

Jika terlambat membayar 1 tahun, maka perhitungannya menjadi:

PKB x 25% x 12/12 = 202.500 x 25% x 12/12 (jumlah bulan yang terlambat dibayar)
Hasilnya = Rp 50.625

Denda keseluruhan = Denda PKB + denda SWDKLLJ = 50.625 + 32.000
Hasilnya = Rp 82.625

Baca juga  Info Terbaru Syarat, Biaya, dan Alur Daftar Nikah di KUA

Jadi, jumlah pajak motor yang harus Anda bayar apabila telat membayar 1 tahun = PKB + SWDKLLJ + denda keseluruhan. Hasilnya = 202.500 + 35.000 + 82.625 = Rp 320.125.

Bagaimana? Cukup besar bukan dendanya? Jika Anda tak ingin terkena denda, sebaiknya usahakan untuk membayar pajak tahunan sepeda motor atau mobil Anda sebelum tanggal jatuh tempo yang telah ditetapkan. Terlebih saat ini sudah banyak pajak tahunan yang disediakan di mall atau pusat perbelanjaan dan juga Samsat Online.

loading...
author
Pengamat produk dan harga komoditas. Saat ini tinggal di Kota Malang.

Leave a reply "Update Info Terbaru Cara Menghitung Denda Pajak Sepeda Motor"