Info Terbaru Cara Hitung Biaya Listrik Bulanan

1 comment55296 views

Seringkali kita kesulitan ketika membuat perencanaan . Tidak hanya soal biaya pendidikan anak, tetapi juga biaya pembayaran air (PDAM) hingga biaya . Tak jarang, orang menganggarkan dana berlebihan untuk membayar . Beberapa orang bahkan merasa kekurangan ketika dihadapkan dengan listrik.

Meteran listrik (sumber: okezone.com)

Meteran listrik (sumber: okezone.com)

Untungnya, seiring dengan kecanggihan teknologi saat ini, membayar listrik tidak harus langsung melalui loket . Ada banyak sekali cara mudah untuk membayar listrik, apalagi kebanyakan orang sudah menggunakan listrik berbasis token. Untuk menggunakan listrik berbasis token, Anda bisa memilih mulai Rp20 ribu, Rp50 ribu, Rp100 ribu, Rp200 ribu, hingga Rp1 juta. Pembayaran bisa Anda lakukan dengan mudah melalui beberapa minimarket. Namun, sebelum Anda melakukan pembelian token listrik, Anda juga perlu mengetahui apakah biaya yang Anda anggarkan sudah cukup atau belum. 

Kebijakan Tarif Listrik

Seperti diketahui, mengawali tahun 2017 lalu, melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melakukan penambahan satu golongan tarif baru, yaitu rumah tangga mampu dengan daya 900 VA (R-1/900 VA-RTM)‎. Dengan adanya kebijakan dalam memberikan subsidi tepat sasaran, maka golongan tarif listrik R-1/900 VA khusus rumah tangga mampu akan diberlakukan kenaikan bertahap setiap 2 bulan, yaitu 1 Januari 2017, 1 Maret 2017, 1 Mei 2017, dan pada 1 Juli 2017.

Ketika masih menerima subsidi dari pemerintah, tarif listrik golongan 900 Watt ini sebesar Rp585 untuk setiap listrik per kWh. Kemudian, dibantu dengan subsidi pemerintah Rp875 per kWh, dengan rata-rata listrik Rp125 kWh per bulan. Total, tagihan listrik per bulan “hanya” mencapai Rp74.740.

Setelah subsidi listrik tersebut dicabut, mulai 1 Januari 2017, maka tagihan listrik golongan 900 Watt adalah sebesar Rp1.450 per kWh, atau di atas konsumsi rata-rata Rp125 per kWh, sehingga tagihan yang dibayar mencapai Rp185.794 per bulan. Kemudian, di tahap kedua pada bulan Maret hingga April 2017, tarif listrik naik lagi menjadi Rp130 ribu per bulan. Dan, pada pencabutan subsidi tahap III (sudah tidak ada subsidi), Mei-Juni 2017, tagihan bayar listrik 900 Watt menjadi Rp185.794 per bulan. Namun, untuk pelanggan rumah tangga 900 VA yang termasuk miskin dan tidak mampu, masih tetap menggunakan tarif listrik subsidi, yaitu tetap Rp586 per kWh.

Nah, untuk tahun 2020, pemerintah sudah memastikan bahwa tarif tenaga listrik bagi 13 pelanggan non-subsidi per 1 Juli hingga 30 September 2020 tidak mengalami kenaikan atau tetap sama. Bahkan, per Oktober 2020, tarif dasar listrik pelanggan non-subsidi diturunkan sebesar Rp22,58 per kWh. Sementara, untuk pelanggan tegangan menengah dan tinggi, tarif retap.

Kebijakan tersebut diambil lantaran Indonesia, dan juga dunia, sedang dilanda wabah virus corona. Pandemi ini menyebabkan banyak orang tidak bisa keluar rumah dan bekerja seperti biasa, sehingga menyebabkan pendapatan menurun drastis. Bahkan, PLN memberikan stimulus berupa pembebasan tagihan rekening listrik pelanggan rumah tangga daya 450 VA dan pelanggan dan industri kecil daya 450 VA, serta potongan tagihan sebesar 50 persen untuk pelanggan rumah tangga daya 900 VA subsidi.

Ilustrasi: instalasi listrik (sumber: cermati.com)

Ilustrasi: instalasi listrik (sumber: cermati.com)

Tarif Listrik Tahun 2020

Golongan PelangganTarif Dasar Listrik
SubsidiRumah tangga 450 VA : Rp415 per kWh
Rumah tangga 900 VA tidak mampu : Rp586 per kWh
900 VARp1.352 per kWh
1.300 VARp1.444,70 per kWh
2.200 VARp1.444,70 per kWh
3.500 VA – 5.500 VARp1.444,70 per kWh
6.600 VA ke atasRp1.444,70 per kWh
6.600 VA – 200 kVARp1.444,70 per kWh
200 kVA ke atas Rp1.114,74 per kWh
30.000 kVA ke atasRp996,74 per kWh

Daftar tarif dasar listrik di atas kami rangkum dari berbagai sumber, termasuk pemberitahuan resmi PLN. Daftar tarif dasar listrik tersebut tidak mengikat dan dapat berubah sewaktu-waktu, tergantung kebijakan PLN. Untuk mendapatkan informasi lebih lengkap, silakan datang ke kantor cabang PLN terdekat atau mengunjungi situs resmi PLN.

Ilustrasi: bayar tagihan listrik PLN (sumber: tagihanlistrik.com)

Ilustrasi: bayar tagihan listrik PLN (sumber: tagihanlistrik.com)

Rumus Menghitung Biaya Listrik

Meski tidak mengalami kenaikan, namun masyarakat Indonesia tetap disarankan untuk lebih hemat dalam menggunakan peralatan rumah tangga yang memakai tenaga listrik. Mereka pun disarankan untuk mengetahui cara menghitung pemakaian listrik agar dapat memperkirakan biaya listrik yang telah digunakan.

Rumusan pemakaian listrik adalah ukuran daya alat atau peralatan listrik (dalam Watt) dikalikan lama pemakaian (jam) per hari dan akan dihasilkan satuan Watt/jam. Kemudian, angka ini dibagi seribu (untuk dijadikan satuan kilo Watt jam atau kWh), lalu dikalikan dengan tarif tenaga listrik yang berlaku saat itu, rupiah per kWh-nya.

Misalnya, dalam suatu simulasi, pelanggan PLN dengan tarif atau daya RM1 atau 900 VA (Prabayar) menggunakan setrika listrik dengan daya 350 Watt, dengan pemakaian sehari selama 3 jam, maka hitungan pemakaian dalam 1 bulan adalah 350 Watt x 3 jam = 1.050 Watt/jam atau 1,050 kWh. Jadi, pemakaian dalam sebulan adalah 1,050 kWh x 30 hari yaitu 31,5 kWh.

Nah, tarif listrik bisa dihitung dengan jumlah pemakaian kWh dikalikan harga per kWh, yaitu 31,5 kWh x Rp1.444,70 = Rp45.508,05. Catatan, harga per kWh tersebut diambil dari data harga tarif dasar listrik tahun 2020 untuk tarif 1.300 VA tegangan tinggi sebesar Rp1.444,70. Jika ada beberapa alat, maka bisa dihitung terperinci sesuai ukuran alat dan lama waktu pemakaiannya, kemudian dijumlah keseluruhan.

Contoh lainnya adalah televisi dengan daya 0,8 Ampere, 220 Volt yang dioperasikan selama 12 jam sehari. Nilai daya dalam satuan Watt untuk 0,8 Ampere adalah 0,8 Ampere x 200 Volt, yaitu 176 Watt. Jadi, biaya pemakaian daya televisi 0,8 Ampere dengan rata-rata pemakaian selama 12 jam sehari adalah (176 Watt : 1.000 x 12 jam) x Rp1.444,70= (0,176 kWh x 12 jam) x Rp1.444,70 = 2,11 kWh x Rp1.444,70 = Rp3.048,317 (dibulatkan menjadi Rp3.048). Nah, pemakaian sebulan menjadi Rp3.048 x 30 = Rp91.440 per bulan. 

Baca juga  Update Terkini Harga (Ongkos) Borongan Tukang Bangunan
author
Sudah lama lulus dari S-1 di kampus PTN ternama. Penyuka musik dan sedikit audiophile.

Leave a reply "Info Terbaru Cara Hitung Biaya Listrik Bulanan"