Keunggulan dan Info Terbaru Biaya Transaksi QRIS

Kecanggihan digital membuat semuanya terasa lebih mudah, termasuk dalam hal ekonomi dan pembayaran. Nah, salah satu teknologi yang baru saja dirilis oleh BI (Bank Indonesia) untuk mempermudah proses pembayaran di seluruh negeri, yaitu QRIS. Meskipun terbilang efektif dan efisien, pengguna QRIS akan dibebankan biaya berdasarkan jenis transaksi.

Ilustrasi: transaksi menggunakan Qris (sumber: bca.co.id)
Ilustrasi: transaksi menggunakan Qris (sumber: bca.co.id)

QRIS sebagai Pembayaran

Dalam proses pembuatannya, QRIS diciptakan dengan basis QR code yang canggih. Bisa dibilang, konsepnya hampir sama saat Anda memakai e-money untuk bertransaksi. Sama juga dengan e-money, keberadaan QRIS yang berpotensi menggeser uang tunai sebagai pembayaran, dinilai lebih praktis dan mudah diaplikasikan oleh publik.[1]

Bacaan Lainnya

Dilansir dari website resminya, QRIS merupakan standar QR nasional untuk memfasilitasi pembayaran QR di Indonesia. QRIS secara resmi diluncurkan oleh Bank Indonesia dan Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) pada tanggal 17 Agustus lalu, bertepatan dengan HUT Kemerdekaan RI.

Dengan QR code yang bersifat nasional, segala macam transaksi yang dilakukan memakai QRIS konon lebih mudah, cepat, dan terjaga keamanannya. Selain itu, dengan adanya QRIS, a saat ini seluruh transaksi pembayaran berbasis QR code hanya memerlukan satu QR code. Bagi Anda yang memiliki usaha dagang, Anda tidak perlu memajang banyak gambar QR code di etalase. Ini karena QR QRIS sudah terintegrasi dengan seluruh aplikasi yang menyediakan atau menerima pembayaran QR code.

Baca juga  Update Terkini Harga Alat Tukang Kayu Makita

Model pembayaran QRIS dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu merchant presented mode dan customer presented mode. Pada merchant presented mode, QRIS akan muncul di pihak merchant yang kemudian akan dipindai oleh penggunanya. Sehingga, ketika akan menyelesaikan transaksi di merchant tertentu, Anda sebagai pengguna akan diberi QRIS oleh kasir dan melakukan pemindaian melalui ponsel masing-masing.

Sementara itu, untuk customer presented mode, Anda sebagai pengguna bisa menunjukkan QRIS yang bisa dipindai oleh kasir menggunakan scanner yang disediakan oleh penyedia pembayaran QR code. Dengan model pembayaran seperti ini, konsumen merasa lebih fleksibel dan nyaman dalam melakukan transaksi pembayaran. Sumber dana pada transaksi QRIS adalah debit, kartu kredit, atau uang elektronik dari berbagai instansi yang disetujui oleh bank.

Perlu Anda ketahui, nominal transaksi yang bisa Anda lakukan maksimal Rp2 juta per transaksi. Penyedia aplikasi pembayaran juga bisa menetapkan batas nominal kumulatif harian atau bulanan atas transaksi QRIS yang dilakukan oleh setiap pengguna. Nominal maksimal tersebut ditetapkan berdasarkan manajemen risiko mereka pribadi.

Baca juga  Info Terbaru Biaya Cabut Berkas (Mutasi) Mobil

Selain ketentuan nominal maksimal dalam transaksi, QRIS juga [ada tahun 2020 lalu menetapkan biaya transaksi bagi setiap penyelenggaranya. Namun, dilansir dari berbagai sumber, pada pertengahan tahun 2020 lalu, BI membebaskan biaya transaksi pembayaran non-tunai menggunakan QRIS bagi merchant atau pedagang, dari sebelumnya ditetapkan sebesar 0,75%.

Ilustrasi: pembayaran dengan QRIS (sumber: gobiz.co.id)
Ilustrasi: pembayaran dengan QRIS (sumber: gobiz.co.id)

Biaya Transaksi QRIS

Jenis Transaksi Rincian Biaya Contoh
Transaksi Reguler (transaksi pembelian barang) 0,7% MDR Bank Indonesia Transaksi Senilai Rp100.000 X 0,7% = Rp700, jadi uang bersih yang didapatkan Rp100.000 – Rp700 = Rp99.300
Transaksi Bidang Pendidikan 0,6% MDR Bank Indonesia Transaksi Senilai Rp100.000 X 0,06% = Rp600, jadi uang bersih yang didapatkan Rp100.000 – Rp600 = Rp99.400
Transaksi di SPBU 0,4% MDR Bank Indonesia Transaksi Senilai Rp100.000 X 0,4% = Rp400, jadi uang bersih yang didapatkan Rp100.000 – Rp400 = Rp99.600
Transaksi Yayasan/Organisasi 0% MDR Bank Indonesia Transaksi Senilai Rp100.000 X 0%, jadi uang bersih yang didapatkan tetap Rp100.000

Biaya transaksi QRIS di atas telah kami rangkum dari situs resminya. Biaya tersebut tentu saja tidak terikat dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kebijakan QRIS. Namun, jika dibandingkan tahun sebelumnya, biaya transaksi QRIS hingga saat ini masih belum berubah.

Baca juga  Syarat dan Update Biaya Pendaftaran Jaminan Fidusia
Alat Pembayaran Qris - www.bi.go.id
Pembayaran Qris – www.bi.go.id

Biaya Settlement QRIS

Transaksi Biaya Settlement
Akumulasi transaksi sampai Rp50.000 (Rp25.000 – Rp50.000) Rp2.000 per settlement
Akumulasi transaksi di atas Rp50.000 Rp3.000 per settlement
  • Settlement di bank selain BCA, BRI, dan Bank Mandiri berlaku minimal Rp50.000.
  • Selain BCA, Bank Mandiri, dan BRI, akan dikenakan biaya tambahan SKN sebesar Rp2.900 per settlement, sehingga total settlement adalah biaya admin + Rp2.900.

Settlement atau proses penyelesaian akhir transaksi merupakan fitur transfer yang disediakan oleh QRIS dari bank ke merchant atau toko. Settlement menampilkan total transaksi yang terjadi dalam satu hari, dan apabila tidak dilakukan settlement maka uang dari transaksi belum ditransfer. Settlement dapat dilakukan setiap hari jika saldo lebih dari Rp100.000 dan dapat ke rekening paling cepat 2 hari kerja, dan paling lama 5 hari kerja.

[Update: Panca]

[1] Saragih, Santa Frita & Elmor Benedict Waigu. 2019. Analisa Perencanaan Pembayaran Menggunakan Sistem QR Code di Industrial Universitas Advent Indonesia. Jurnal Teika, Vol. 9(1): 15-29.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.