Update Kisaran Biaya Tes DNA

Tes DNA atau deoxyribonucleic acid adalah salah satu tes yang kerap dipakai untuk mengetahui kaitan hubungan darah seseorang. Struktur DNA sendiri pertama kali diperkenalkan oleh Francis Crick, seorang ilmuwan asal Inggris, dan James Watson dari Amerika Serikat sejak tahun 1953 silam. Di negeri, tes semacam ini kabarnya telah tersedia bebas di sejumlah klinik dan sakit. Bahkan, ada pula yang mempromosikan tes DNA online yang bisa dilakukan cukup dengan mengirim sampel air liur atau saliva ke lembaga tertentu. Sayangnya, di Indonesia, tes DNA masih menjadi sebuah pemeriksaan yang memakan biaya mahal.

Ilustrasi: sampel kit tes DNA (sumber: tomsguide.com)
Ilustrasi: sampel kit tes DNA (sumber: tomsguide.com)

Apa Itu DNA?

DNA bisa dikatakan sebagai komponen kimia utama kromosom dan merupakan bahan yang menghasilkan gen.[1] Terkadang, DNA disebut juga sebagai molekul warisan karena komponen ini memang mewariskan sifat-sifat induk (bapak atau ibu). Dalam proses pembiakannya, DNA mereplikasi dan hasilnya dapat dipindahkan ke berbagai partikel-partikel terkecil yang menyebar ke dalam sel, baik dalam sel rumit atau sel eukaryotic yang terdapat pada tumbuhan, hewan, dan organisme multi-sel lainnya.[2]

Bacaan Lainnya

Dengan karakteristiknya yang sedemikian itu, DNA pada dasarnya amat potensial untuk dimanfaatkan dalam melacak asal-usul keturunan seseorang.[3] Terkait dengan itu, sekiranya terjadi tindak pidana dengan asal-usul keturunan seseorang, seperti pemerkosaan, pemalsuan wali, pemalsuan ahli waris, dan sebagainya, informasi genetik dalam DNA itu bisa sangat bermanfaat untuk upaya-upaya pembuktian di pengadilan.

Tidak hanya itu, dalam kenyataannya, penemuan DNA telah memberikan implikasi yang amat besar dalam kehidupan manusia. Bukan hanya karena DNA merupakan pondasi kehidupan itu sendiri, tetapi karena penemuan tersebut dapat memberikan peluang bagi manusia untuk melakukan berbagai bentuk aktivitas ilmiah lainnya, seperti kloning, penelitian medis, meningkatkan harapan hidup, dan juga kemungkinan penerapan teknik genetis dalam makanan dan forensik.

Baca juga  Informasi Terbaru Tarif Cargo Citilink
Ilustrasi: Sampel Tes DNA (credit: insider)
Ilustrasi: Sampel Tes DNA (credit: insider)

Jenis Tes DNA di Indonesia

Sebagian besar masyarakat Indonesia tentu tahu jika tes DNA biasanya dikaitkan dengan hukum. Oleh sebab itu, pelaksanaannya pun dilakukan dengan dokter forensik atau bekerja sama dengan lembaga-lembaga yang terkait dengan kepolisian. Umumnya, tes DNA di Indonesia dilakukan untuk kepentingan penyidikan polisi pada -kasus tertentu.

Meskipun tingkat akurasi dari tes DNA bisa mencapai 100 persen, rupanya pemeriksaan semacam ini tak bisa mengandalkan satu sampel saja. Hal inilah yang kemudian menyebabkan biaya tes DNA bisa sangat mahal karena pengujian bisa dilakukan hingga berkali-kali. Sebagai contoh, apabila Anda berencana untuk mengetahui hubungan biologis antara X dengan ayahnya, maka sampel DNA yang dibutuhkan adalah si X, si ibu, dan si ayah. Walau begitu, Anda juga dapat mengetahui hubungan darah seorang anak dengan ibu saja atau ayah saja, tergantung dari kebutuhan.

Di Indonesia sendiri, menganut dua jenis tes DNA, yakni Home DNA Paternity Test atau tes DNA yang tak berlandaskan hukum. Tes semacam ini bisa digunakan untuk urusan kekeluargaan dan pasangan bisa melakukan tes DNA ini secara mandiri dengan persetujuan dari pihak-pihak yang terkait. Karena sifatnya tak berlandaskan hukum, maka tes ini tentu tak dapat dijadikan landasan untuk tujuan-tujuan yang berkaitan dengan hukum.

Apabila memerlukan tes DNA untuk tujuan hukum, maka Anda harus melakukan Legal DNA Test. Syarat Legal DNA Test antara lain melakukannya secara sadar, pengambilan sampel dilakukan oleh tenaga ahli dan menghadirkan saksi-saksi, serta melalui proses legalisasi oleh aparat hukum (notaris, polisi, jaksa, atau hakim).

Ilustrasi: Analisis Tes DNA Oleh Tim Laboratorium (credit: dnatesting)
Ilustrasi: Analisis Tes DNA Oleh Tim Laboratorium (credit: dnatesting)

Prosedur Tes DNA

Lalu, bagaimana prosedur tes DNA tersebut dilakukan? Untuk home test, biasanya Anda akan memperoleh sample kit yang berisi material pengambilan sampel dan surat pernyataan yang harus ditandatangani pihak-pihak terkait. Kemudian, sampel akan diambil dari swab mukosa mulut. Seluruh petunjuk atau cara pengambilan sampel akan dipaparkan secara jelas pada kit tersebut.

Baca juga  Info Terbaru Biaya Berlangganan & Harga Perangkat Moka POS

Jika seluruh material telah dikumpulkan, maka sampelnya harus dikirim bersamaan dengan surat pernyataan yang sudah ditandatangani. Sampel tersebut yang nantinya dianalisis lebih lanjut oleh tim laboratorium. Proses analisis ini memakan waktu sekitar satu bulan. Ada juga lembaga yang hasil tes DNA baru keluar sekitar tiga bulan kemudian. Intinya, saat menjalani tes DNA, Anda harus bersabar menanti hasilnya.

Selain dilakukan setelah anak lahir, tes DNA pun juga dapat dilakukan sejak bayi masih dalam kandungan. Namun, tes semacam ini biasanya baru bisa dilakukan di negeri. Di lembaga ternama seperti DNA Worldwide, tes DNA pun tidak terbatas pada hubungan biologis antara anak, ayah, dan ibunya saja.

Terdapat beberapa jenis tes DNA yang disediakan oleh DNA Worldwide, misalnya seperti tes DNA untuk keluarga besar seperti mengetahui siapa ibunya, hubungan biologis dengan saudara, tes DNA paman & bibi, tes DNA kakek dan nenek, hingga tes DNA untuk kembar identik. Ada juga tes DNA untuk keperluan imigrasi, keturunan dalam keluarga (baik dari ayah maupun ibu), hingga tes DNA untuk keperluan mengetahui pola penggunaan obat-obatan dan alkohol seseorang.

Hingga kini, memang cukup sulit untuk menemukan informasi yang pasti mengenai nominal biaya yang dibutuhkan untuk melakukan tes DNA. Pasalnya, biaya tes DNA dapat berbeda-beda di setiap laboratorium maupun sakit yang dipilih. Biaya tes DNA juga akan berbeda, tergantung pada jenis dan tujuan tes yang dilakukan. Kisaran harganya antara Rp8 juta hingga belasan juta rupiah.

Ilustrasi: Pria Melakukan Swab Mukosa Mulit (credit: aarp.org)
Ilustrasi: Pria Melakukan Swab Mukosa Mulit (credit: aarp.org)

Biaya Tes DNA

Nama Lembaga Kisaran Biaya Tes DNA
RSUP Sanglah Rp7 juta – Rp8 juta per tes
RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo Rp10 juta
PT Cordlife Persada Rp8 juta per tes
Polri & Eijkman Institute for Molecular Biology Rp7,5 jutaan per tes
Division of Human Genetics Center for Biomedical Research Fakultas Kedokteran UNDIP Semarang Rp8 juta hingga Rp12 jutaan per tes
RS Mitra Keluarga Kemayoran Rp9,9 juta per tes
DNA Worldwide Paternity Test (mencari tahu siapa ayahnya): £ 99 (Rp1,68 jutaan)
Prenatal Paternity Test (Non Invasive) sebelum lahir: £ 995 (Rp16,9 jutaan)
Prenatal CVS/Amnio Paternity Test sebelum lahir (bayi dalam kandungan): £ 450 (Rp7,65 jutaan)
Baca juga  Update Kisaran Biaya Cetak Buku Satuan (Berbagai Ukuran)

Perlu diingat bahwa biaya tes DNA bisa berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya. Namun, jika dibandingkan tahun sebelumnya, tarif tes DNA ini masih relatif sama dan tidak banyak berubah. Selain lembaga-lembaga di atas, ada pula lembaga-lembaga lainnya di Indonesia yang juga dikabarkan melayani tes DNA, misalnya saja Laboratorium Riset Fakultas Kedokteran Unsoed (Universitas Jenderal Soedirman) dan h RS Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Untuk mengetahui berapa biaya tes DNA di sakit, Anda bisa langsung menanyakan pada pihak resepsionis di rumah sakit atau laboratorium yang bersangkutan.

Beberapa lembaga juga ada yang menyediakan layanan konseling serta konsultasi bagi Anda dan pasangan yang hendak melakukan tes DNA, apalagi karena mengingat bahwa biaya tes DNA di Indonesia cukup menguras kantong. Sebelum memutuskan untuk melakukan tes DNA yang sesungguhnya, ada baiknya jika Anda berkonsultasi terlebih dahulu pada dokter atau kuasa hukum jika memang hal ini berkaitan dengan aspek-aspek hukum yang berlaku di Indonesia seperti hak asuh anak atau sebagainya.

[Update: Panca]

 

[1] Tamimi, M. 2014. Tes DNA dalam Menetapkan Hubungan Nasab. Istinbath: Jurnal Hukum Islam, Vol. 13(1):  83-98.

[2] Strathern, Paul. 2003. Crick, Watson dan DNA (terjemahan Fransisca P.). Jakarta: PT Erlangga, hlm. 3-31.

[3] Fardhinand, Hilman Ali. 2015. Eksistensi Tes DNA (Deoxyribo Nucleic Acid) sebagai Alat Bukti dalam Pembuktian Hukum Pidana. Lex Crimen, Vol. IV(2): 199-207.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 Komentar