Info Update Biaya Tes HIV

Human Immunodeficiency Virus atau HIV merupakan virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh dan melemahkan kemampuan tubuh untuk melawan infeksi maupun penyakit. Hingga kini, masih belum ditemukan obat yang dapat benar-benar menyembuhkan penyakit HIV. Untuk mengetahui apakah seseorang terkena HIV atau tidak, bisa melakukan tes dengan biaya yang ternyata relatif terjangkau.

Infeksi, pasien, penderita, pengobatan, penyakit, sistem, virus, tes, HIV, rumah sakit, klinik, yayasan, aids, angsa merah, jakarta, Siloam, subsidi, Human Immunodeficiency, imun
Tes HIV di rumah sakit (hivequal.com)

Apa Itu HIV?

Mungkin Anda sudah sering mendengar tentang penyakit HIV, tetapi belum begitu paham seperti apa gangguan ini. HIV adalah virus yang menyebabkan turunnya imun tubuh dengan menginfeksi dan merusak sistem kekebalan manusia,[1] atau sel CD4. Semakin banyak sel CD4 yang dihancurkan, maka kekebalan tubuh akan semakin lemah, sehingga pasien rentang diserang berbagai penyakit.

Bacaan Lainnya

Jika seseorang mengidap virus HIV, maka ia akan divonis mengalami penyakit AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome). Setidaknya, ada dua jenis virus HIV, yakni HIV-1 dan HIV-2, dengan penyebab utama AIDS di dunia saat ini mayoritas adalah HIV-1.[2] WHO (World Health Organization) sendiri telah menetapkan HIV sebagai epidemi negara, dengan Afrika Selatan menjadi epidemi terbesar di dunia dengan jumlah 7,7 juta penderita.[3]

Bagi mereka yang divonis mengidap virus HIV, bukan cuma tekanan mental dan fisik yang harus ditanggung, tetapi juga dari lingkungan sosial. Orang yang hidup dengan AIDS, sering pula disebut OHIDA, sering mendapatkan perlakuan diskriminatif dari lingkungan sekitar, termasuk keluarga.[4] Padahal, situasi tersebut dapat membuat pasien mengurangi keinginan individu untuk melakukan tes, mengungkapkan status dirinya, mempraktikkan seks aman, serta mengakses pelayanan kesehatan dan untuk mengambil ARV.

Biaya Tes HIV (sumber: japantimes.co.jp)

Pentingnya Tes HIV

HIV perlu didiagnosis dan dideteksi keberadaannya sejak dini agar sang pasien atau penderita dapat memperoleh penanganan yang tepat. Jika segera dideteksi dan memperoleh perawatan, pengidap HIV tidak akan berubah menjadi AIDS. AIDS sendiri merupakan stadium akhir dari infeksi virus HIV. Pada tahapan tersebut, kemampuan tubuh sang penderita untuk melawan infeksi dan penyakit sudah benar-benar hilang.

Oleh sebab itu, jika Anda atau orang terdekat Anda merasa berisiko terinfeksi virus HIV, maka satu-satunya cara untuk mengetahuinya adalah dengan menjalani tes HIV beserta konseling. tes HIV dan konseling kini lebih populer disebut VCT (Voluntary Counseling and Testing) atau KTS (Konseling dan Tes HIV Sukarela). Jangan khawatir Anda akan dicemooh atau diperlakukan tidak ramah saat menjalani tes HIV, sebab keamanan dan kerahasiaan data diri Anda akan benar-benar terjaga ketika menjalani tes HIV.

Tes HIV dilakukan dengan cara mengambil sampel atau contoh darah kita dengan jarum sekali pakai. Biasanya ada juga yang memakai teknik mengambil darah dengan menusuk jari pasien dengan jarum sekali pakai. Tes biasanya dilakukan beberapa kali dengan cara yang berbeda untuk memastikan hasilnya akurat dan bisa dinyatakan positif. Hasil tes umumnya dapat diketahui secara cepat karena di menggunakan metode tes cepat (rapid test) yang hasilnya bisa terlihat setelah 20-30 menit setelah sampel darah diambil.

Lantas berapa biaya yang harus Anda keluarkan untuk melakukan tes HIV? Biaya untuk melakukan tes ini sangat terjangkau, bahkan gratis di beberapa puskesmas. Pada tahun lalu, Puskesmas Kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan tidak mematok biaya registrasi untuk pasien sudah terdaftar sebagai anggota BPJS.

Sementara, apabila merupakan pasien umum dan tidak punya BPJS, maka harus membayar biaya pendaftaran hanya sebesar Rp5.000 per orang, sambil menunjukkan KTP untuk pendataan. Biaya pendaftaran tahun 2022 tersebut masih sama seperti tahun 2021. Selain di puskesmas, tes HIV juga bisa Anda lakukan di banyak klinik kesehatan maupun rumah sakit.

Ilustrasi: Test HIV (sumber: aidsinfonyc.org)

Biaya Tes HIV

Nama Rumah Sakit/Klinik Kesehatan Biaya Tes HIV
Klinik Globalindo Jakarta Administrasi : Rp50.000
WNI : Rp250.000
WNA : Rp250.000
Klinik Angsamerah Fatmawati Administrasi : Rp75.000 – Rp100.000
Anti HIV : Rp190.000
HIV Viral Load : Rp938.000
Klinik Pratama Merial Health Jakarta Rp318.000
Klinik Kiara Kramat Jati, Jakarta Rp340.000
Laboratorium Klinik Kimia Farma Cihampelas Bandung Rp470.000
Siloam Hospitals Bogor Rp488.000
Amalia Medical Center Jakarta Rp561.000
Global Doctor Jakarta Rp585.000
RS Hermina Arcamanik Bandung Rp624.000
Laboratorium Pramita Rp1.000.000 – Rp1.500.000

Biaya tes HIV di atas kami rangkum dari berbagai sumber, termasuk situs resmi klinik kesehatan yang bersangkutan. Jika dibandingkan dengan tahun 2020, besaran biaya tes HIV di sejumlah klinik atau rumah tahun 2021 hingga 2022 relatif stabil dan tak banyak mengalami perubahan. Biaya tes HIV untuk WNA di Klinik Globalindo Jakarta misalnya, dipatok Rp260 ribu tahun 2020, sedikit turun menjadi Rp250 ribu di tahun 2021 hingga 2022.

[Update: Almas]

[1] Sasono, Tri Nurhudi. 2021. Analisis Faktor Kepatuhan Obat ARV saat Pandemi Covid-19 di Yayasan Cakap Peduli AIDS Turen. Jurnal Kesehatan Islam, Vol. 10(1): 20-25.

[2] Ismail, Yulia Sari, dkk. 2012. HIV Genotype Analysis from HIV Infected Patients in East Java Area. Jurnal Natural, Vol. 12(2): 23-29.

[3] Sasono, Tri Nurhudi. Op cit.

[4] Maqfiroch, Arrum Firda Ayu dan Zahroh Shaluhiyah. 2014. Respons Orang Hidup dengan HIV AIDS (OHIDHA) dalam Upaya Penanggulangan HIV AIDS di Kabupaten Sukoharjo dan Grobogan. Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia, Vol. 9(2): 136-151.

Pos terkait