Manfaat, Biaya, & Risiko Tanam Benang (Thread Lift) di Indonesia

Kecantikan kini ternyata bisa ditempuh melalui berbagai cara. Selain mengonsumsi sehat atau menjalani gaya hidup sehat, banyak orang menempuh cara instan dengan cara melakukan operasi bedah plastik hingga menjalani yang dinamakan thread lift atau yang lebih populer disebut tanam benang. Teknik ini kabarnya telah diperkenalkan pertama kali di Amerika Serikat mulai tahun 1990 silam.

Tanam Benang - mappangerang.wordpress.com

Tanam Benang - mappangerang.wordpress.com

Dibandingkan oplas, tanam benang lebih disukai karena tak membutuhkan banyak tindakan dan masa penyembuhan atau recovery-nya relatif lebih singkat daripada operasi plastik. Di samping itu, biayanya juga lebih murah dibanding oplas, sehingga dapat menjangkau berbagai kalangan konsumen di Indonesia.

Tanam benang atau thread lift adalah sebuah metode kecantikan dengan cara memasukkan benang ke bawah jaringan subkutan dan diharapkan terjadi proses pembentukan kolagen yang bisa mengencangkan wajah. Prosedur tanam benang disebut-sebut memiliki untuk mengencangkan kulit karena bersifat lifting. Metode ini mengencangkan kulit dengan cara membentuk kolagen. Oleh sebab itu benang yang ditanam pun adalah jenis benang khusus yang nantinya akan berubah menjadi kolagen.

Selain diklaim bisa membuat kulit menjadi kencang, prosedur tanam benang juga disebut-sebut dapat mencerahkan wajah. Namun metode tanam benang ini kabarnya lebih ideal dilakukan untuk mereka yang sudah mencapai usia 55 tahun, sebab tekstur kulitnya masih dalam kondisi bagus. Sedangkan orang-orang yang berumur di atas 50 tahun biasanya mempunyai kulit wajah yang kurang cerah, oleh sebab itu tanam benang bisa menjadi salah satu alternatif metode untuk mencerahkan kulit wajah.

Tanam Benang - enhaka.co.id

Tanam Benang - enhaka.co.id

Terdapat beberapa jenis benang yang digunakan dalam teknik thread lift, yakni benang bergerigi dan benang polos. Benang bergerigi umumnya memiliki permukaan yang sangat kasar dan ada atau cone-nya. Benang bergerigi biasanya digunakan untuk menarik kulit yang kendur ke arah atas (later orbital). Sementara itu benang polos kerap ditanam di bawah kulit dan di sekitar benang akan terjadi reaksi pembentukan jar fibrinogen dan pembentukan collagen.

Setiap tipe benang memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Benang bergerigi disebut-sebut jauh lebih kuat untuk menarik kulit yang kendur, memiliki daya tahan lebih lama sekitar 3-5 tahun, benang akan bertahan 8-12 bulan kemudian akan hancur dan diserap kulit, pengerjaannya membutuhkan jarum khusus dengan ukuran lebih besar, down time lebih lama sekitar 3-7 hari yang ditandai dengan hematom atau bengkak, selain itu harganya juga lebih mahal sekitar Rp 1,5 jutaan sampai Rp 2,5 jutaan per 1 benang.

Sementara itu, tipe benang polos memiliki daya tahun 8-12 bulan dan penanamannya harus diulang, benang akan mudah diserap tubuh dalam jangka waktu 1-2 bulan, benang sudah menempel pada jarum, pengerjaan lebih mudah, kurang cocok untuk kulit wajah yang sudah sangat kendur atau Anda yang memiliki otot wajah yang tebal, bisa untuk bagian tubuh yang lain, serta harganya relatif lebih murah daripada benang bergerigi.

Tanam benang dapat dilakukan untuk beberapa bagian wajah, misalnya saja seperti pipi bagian bawah dan tengah, dahi, leher, perut, hingga payudara. Akan tetapi proses tanam benang tersebut wajib dilakukan oleh ahlinya dan tak boleh asal memilih kecantikan.

Proses tanam benang sendiri relatif singkat, yakni antara 30 menit hingga 1 jam, tergantung berapa banyak area yang ingin Anda perbaiki. Prosedur awal dalam penanaman benang biasanya dimulai dengan proses menyuntikkan bius lokal di area wajah yang hendak ditanami benang. Kemudian dokter akan mulai memasukkan benang khusus ke bawah kulit. Setelah proses tanam benang selesai, Anda sudah dapat meninggalkan klinik dan hasil baru dapat dirasakan dalam kurun waktu sekitar 1-2 hari.

Efek Samping & Risiko Tanam Benang

Seperti halnya prosedur kecantikan lainnya, thread lift alias tanam benang ternyata juga berpotensi menimbulkan beberapa resiko tertentu. Misalnya saja merasakan nyeri di bagian belakang telinga dan rasa tidak nyaman di wajah. Anda juga bisa saja mengalami pembengkakan, memar, atau kesulitan membuka mulut.

Apabila Anda merasa kulit wajah Anda mengerut, maka Anda tak perlu cemas. Kabarnya efek yang kurang mengenakkan tersebut akan menghilang dengan sendirinya dalam jangka waktu 14-21 hari. Walaupun prosedur tanam benang memang digolongkan sebagai tindakan yang terlalu invasif, ada beberapa risiko yang mungkin terjadi ketika Anda menjalani tanam benang, antara lain:

  • Infeksi
  • Nyeri di area ujung benang
  • Benang putus
  • Benang dapat terlihat
  • Benang bergeser
  • Akumulasi darah (hematoma)
  • Muncul benjolan pada kulit (granuloma)

Biaya Tanam Benang

Biaya melakukan tanam benang bisa sangat bervariasi, tergantung area tubuh yang ingin anda ‘vermak’ dan di klinik kecantikan mana Anda melakukannya. Untuk tanam benang di area bagian pipi bawah biayanya sekitar Rp 6-7 jutaan, sedangkan di bagian tengah pipi sedikit lebih mahal yakni antara Rp 7-9 jutaan. Ada juga yang menyebutkan bahwa biaya tanam benang paling mahal bisa mencapai Rp 30 jutaan.

Saat ini sudah banyak klinik kecantikan di Indonesia yang melayani prosedur tanam benang dengan hasil yang cukup memuaskan dan peralatan serba canggih, sehingga Anda tak perlu jauh-jauh pergi ke luar negeri hanya demi mendapatkan hasil tanam benang yang sempurna sesuai keinginan Anda. Untuk memastikan berapa biaya yang harus Anda keluarkan untuk melakukan tanam benang, Anda bisa langsung menanyakan ke pihak klinik kecantikan yang akan Anda tuju.

Baca juga  Daftar Harga Alat Tensi Darah (Tensimeter) Analog dan Digital
loading...
author
Pengamat produk dan harga komoditas. Saat ini tinggal di Kota Malang.
  1. author

    Ayu Dwi astuti9 bulan ago

    Aduh efeknya serem banget bisa infeksi segala … pngn sih pasang tanam benang … kira2 gmana nanggulangin sakitnya itu 😭😭

    Reply
    • author

      redaktur8 bulan ago

      Makanya hati-hati aja kalau mau pakai terapi berbau medis seperti ini, pastikan yang melakukan benar-benar dokter terlatih

Leave a reply "Manfaat, Biaya, & Risiko Tanam Benang (Thread Lift) di Indonesia"