Update Biaya Persalinan Normal di Rumah Sakit

Setelah hamil selama sembilan bulan, Anda pasti sudah tak sabar menantikan proses persalinan untuk dapat segera menimang buah hati. Tak sedikit yang memimpikan persalinan normal untuk kelahiran bayinya, apalagi yang dikenakan terbilang ringan. Meski begitu, dalam kondisi tertentu yang tidak memungkinkan persalinan normal, kerap kali ibu hamil dianjurkan menjalani prosedur operasi di rumah sakit dengan biaya tertentu.

Ilustrasi: Proses Persalinan (sumber: wbtv.com)
Ilustrasi: Proses Persalinan (sumber: wbtv.com)

Bicara soal persalinan, proses ini diartikan sebagai pengeluaran hasil konsepsi ( dan uri) yang telah cukup bulan atau dapat hidup di luar kandungan melalui jalan lahir atau bukan jalan lahir, dengan bantuan atau tanpa bantuan (kekuatan sendiri). Persalinan juga dikatakan sebagai proses membuka dan menipisnya serviks, hingga janin turun ke dalam jalan lahir. Persalinan dianggap abnormal jika prosesnya terjadi pada usia cukup bulan (setelah 37 minggu) tanpa disertai dengan penyulit.

Bacaan Lainnya

Nah, untuk persalinan normal, pengeluaran yang terjadi pada kehamilan cukup bulan antara 37 hingga 42 minggu. Kelahiran bersifat spontan dengan presentasi belakang kepala yang berlangsung dalam 18 jam, tanpa komplikasi, baik pada ibu maupun janin. Kondisi persalinan normal tidak memerlukan alat-alat atau pertolongan istimewa serta tidak melukai ibu dan bayi yang umumnya berlangsung dalam waktu kurang dari 24 jam. Selain berlangsung secara spontan, WHO (World Health Organization)  menegaskan persalinan normal cenderung memiliki risiko yang rendah pada awal persalinan dan tetap demikian selama proses persalinan. Setelah persalinan, ibu maupun bayi berada dalam kondisi sehat.

Baca juga  Keunggulan dan Info Terbaru Biaya Transaksi QRIS

Terjadinya persalinan biasanya disebabkan sejumlah faktor, seperti penurunan kadar hormon progesteron. Selama kehamilan, terdapat keseimbangan antara progesteron dan estrogen di dalam darah. Saat kehamilan mulai masuk usia tujuh bulan dan seterusnya, sekresi estrogen terus meningkat, berbeda dengan sekresi progesteron yang relatif konstan atau mungkin sedikit menurun, sehingga terjadi kontraksi braxton hicks saat akhir kehamilan yang selanjutnya bertindak sebagai kontraksi persalinan.

Teori lainnya menyebutkan, menjelang persalinan, terjadi peningkatan reseptor oksitosin dalam otot rahim sehingga mudah terangsang saat disuntikkan oksitosin dan menimbulkan kontraksi. Hal tersebut diduga bahwa oksitosin dapat menimbulkan pembentukan prostaglandin dan persalinan dapat berlangsung.[1]

Tahapan Persalinan Normal

  • Kala 1. Kala 1 disebut juga dengan pembukaan yang berlangsung antara pembukaan 0 sampai dengan pembukaan lengkap (10 cm). Pada permulaan his, kala pembukaan berlangsung tidak begitu kuat, sehingga pasien masih dapat berjalan-jalan. Proses pembukaan dibedakan dua fase, yakni laten dan aktif.
  • Kala 2. Proses ini disebut kala pengeluaran, dimulai dari pembukaan lengkap (10 cm) sampai bayi lahir yang berlangsung sekitar 2 jam.
  • Kala 3. Setelah kala 2, kontraksi uterus berhenti sekitar 5 sampai 10 menit. Plasenta sudah mulai terlepas pada lapisan Nitabuch karena sifat retraksi otot rahim.
  • Kala 4. Proses ini merupakan observasi karena perdarahan postpartum paling sering terjadi pada 2 jam pertama. Observasi yang dilakukan meliputi tingkat kesadaran penderita, pemeriksaan tanda-tanda vital, kontraksi uterus, hingga terjadi pendarahan.
Baca juga  Update Kisaran Biaya Operasi Kista Rahim, Ovarium, Genital Wanita

Selanjutnya adalah tahapan asuhan persalinan yang bertujuan untuk mencapai derajat kesehatan yang tinggi bagi ibu dan bayi. Caranya dengan deteksi dini sekaligus pencegahan komplikasi yang dapat dimanfaatkan untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian ibu dan bayi baru lahir. Dalam asuhan persalinan normal, sistem pencatatan yang digunakan adalah partograf. Hasil pemeriksaan yang tidak dicatat pada partograf dapat diartikan bahwa pemeriksaan tersebut tidak dilakukan.

Persalinan Normal

Ilustrasi: persalinan normal (sumber: kjivf.com)
Ilustrasi: persalinan normal (sumber: kjivf.com)
Nama Rumah Sakit Persalinan Normal
RSAB Harapan Kita Kelas I : Rp7.800.000
Kelas II : Rp10.500.000
Kelas III : Rp12.000.000
VIP B : Rp15.500.000
VIP A : Rp19.000.000
RSUD Ibnu Sina Gresik Rp1.000.000 (belum termasuk kamar dan tindakan lainnya jika diperlukan)
RSUD Bandung Kiwari Kelas III : Rp3.000.000 – Rp4.000.000
Kelas II : Rp4.000.000 – Rp5.000.000
Kelas I : Rp5.000.000 – Rp6.000.000
VIP : Rp4.500.000 – Rp9.500.000
Junior Suite : Rp6.500.000 – Rp11.500.000
President Suite : Rp11.500.000 – Rp16.500.000
Rumah Sakit JIH Kelas III : Rp6.500.000
Kelas II : Rp7.000.000
Kelas I : Rp8.000.000
VIP C : Rp9.000.000
VIP B : Rp9.000.000
VIP A : Rp10.000.000
RSIA Puri Bunda Kelas Srikandi : Rp7.500.000
Kelas Madri : Rp8.500.000
Kelas Shakuntala : Rp9.500.000
VIP Kausalya : Rp11.000.000
Super VIP Supraba : Rp13.000.000
VIP Executive Kunti : Rp15.000.000
Suite Sita : Rp22.000.000
RS PKU Solo Kelas III : Rp8.500.000
Kelas II : Rp7.500.000
Kelas I : Rp8.500.000
VIP : Rp10.000.000
VVIP : Rp11.500.000
Suite : Rp16.000.000
Mitra Keluarga Bintaro Kelas III : Rp10.000.000
Kelas II : Rp12.000.000
Kelas I : Rp14.000.000
Eksekutif : Rp18.000.000
Suite Room : Rp19.000.000
Baca juga  Update Harga Joran Daiwa Tatula

Informasi persalinan normal di atas kami rangkum langsung dari situs masing-masing rumah sakit. Perlu Anda catat bahwa tarif tersebut tidak mengikat dan dapat berubah sewaktu-waktu. Sebagai perbandingan, pada tahun sebelumnya, kisaran persalinan normal di rumah sakit mulai Rp7 jutaan, tergantung kebijakan masing-masing rumah sakit.

[Update: Panca]

[1] Mutmainnah, Annisa. 2018. Asuhan Persalinan Normal dan Bayi Baru Lahir. Yogyakarta: Penerbit Andi.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *