Info Terbaru Biaya Persalinan Normal di Rumah Sakit

No comment1744 views

Setelah selama sembilan bulan, Anda pasti sudah tak sabar menantikan proses persalinan untuk dapat segera menimang buah hati. Tak sedikit yang memimpikan persalinan normal untuk kelahiran bayinya, apalagi biaya yang dikenakan terbilang ringan. Meski begitu, dalam kondisi tertentu yang tidak memungkinkan persalinan normal, kerap kali ibu hamil dianjurkan menjalani prosedur operasi di rumah sakit dengan biaya tertentu.

Ilustrasi: Proses Persalinan (sumber: wbtv.com)

Ilustrasi: Proses Persalinan (sumber: wbtv.com)

Bicara soal persalinan, proses ini diartikan sebagai pengeluaran hasil konsepsi (janin dan uri) yang telah cukup bulan atau dapat hidup di kandungan melalui jalan lahir atau bukan jalan lahir, dengan bantuan atau tanpa bantuan (kekuatan sendiri). Persalinan juga dikatakan sebagai proses membuka dan menipisnya serviks, hingga janin turun ke dalam jalan lahir. Persalinan dianggap abnormal jika prosesnya terjadi pada usia cukup bulan (setelah 37 minggu) tanpa disertai dengan penyulit.

Nah, untuk persalinan normal, pengeluaran janin yang terjadi pada kehamilan cukup bulan antara 37 hingga 42 minggu. Kelahiran bersifat spontan dengan presentasi belakang kepala yang berlangsung dalam 18 jam, tanpa komplikasi, baik pada ibu maupun janin. Kondisi persalinan normal tidak memerlukan alat-alat atau pertolongan istimewa serta tidak melukai ibu dan bayi yang umumnya berlangsung dalam waktu kurang dari 24 jam. Selain berlangsung secara spontan, WHO (World Health Organization)  menegaskan persalinan normal cenderung memiliki risiko yang rendah pada awal persalinan dan tetap demikian selama proses persalinan. Setelah persalinan, ibu maupun bayi berada dalam kondisi sehat.

Terjadinya persalinan biasanya disebabkan sejumlah faktor, seperti penurunan kadar hormon progesteron. Selama kehamilan, terdapat keseimbangan antara progesteron dan estrogen di dalam darah. Saat kehamilan mulai masuk usia tujuh bulan dan seterusnya, sekresi estrogen terus meningkat, berbeda dengan sekresi progesteron yang relatif konstan atau mungkin sedikit menurun, sehingga terjadi kontraksi braxton hicks saat akhir kehamilan yang selanjutnya bertindak sebagai kontraksi persalinan.

Teori lainnya menyebutkan, menjelang persalinan, terjadi peningkatan reseptor oksitosin dalam otot rahim sehingga mudah terangsang saat disuntikkan oksitosin dan menimbulkan kontraksi. Hal tersebut diduga bahwa oksitosin dapat menimbulkan pembentukan prostaglandin dan persalinan dapat berlangsung.[1]

Ilustrasi: Proses Persalinan Normal di Rumah Sakit (credit: pregnancymagazine)

Ilustrasi: Proses Persalinan Normal di Rumah Sakit (: pregnancymagazine)

Tahapan Persalinan Normal

  • Kala 1. Kala 1 disebut juga dengan pembukaan yang berlangsung antara pembukaan 0 sampai dengan pembukaan lengkap (10 cm). Pada permulaan his, kala pembukaan berlangsung tidak begitu kuat, sehingga pasien masih dapat berjalan-jalan. Proses pembukaan dibedakan dua fase, yakni laten dan aktif.
  • Kala 2. Proses ini disebut kala pengeluaran, dimulai dari pembukaan lengkap (10 cm) sampai bayi lahir yang berlangsung sekitar 2 jam.
  • Kala 3. Setelah kala 2, kontraksi uterus berhenti sekitar 5 sampai 10 menit. Plasenta sudah mulai terlepas pada lapisan Nitabuch karena sifat retraksi otot rahim.
  • Kala 4. Proses ini merupakan observasi karena perdarahan postpartum paling sering terjadi pada 2 jam pertama. Observasi yang dilakukan meliputi tingkat kesadaran penderita, pemeriksaan tanda-tanda vital, kontraksi uterus, hingga terjadi pendarahan.

Selanjutnya adalah tahapan asuhan persalinan yang bertujuan untuk mencapai derajat kesehatan yang tinggi bagi ibu dan bayi. Caranya dengan deteksi dini sekaligus pencegahan komplikasi yang dapat dimanfaatkan untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian ibu dan bayi baru lahir. Dalam asuhan persalinan normal, sistem pencatatan yang digunakan adalah partograf. Hasil pemeriksaan yang tidak dicatat pada partograf dapat diartikan bahwa pemeriksaan tersebut tidak dilakukan.

Ilustrasi: Setelah Proses Persalinan (sumber: wexnermedical)

Ilustrasi: Setelah Proses Persalinan (sumber: wexnermedical)

Tarif Persalinan Normal di Rumah Sakit

Nama Rumah SakitKategori KelasBiaya per Pasien
Rumah Sakit National Hospital SurabayaKelas III (4 pasien per kamar)Rp12.500.000
Kelas II (3 pasien per kamar)Rp16.500.000
Kelas I (1 pasien per kamar)Rp26.500.000
Kelas VIPRp36.000.000
Kelas VVIPRp41.000.000
RSIA Tambak JakartaSuper VIPRp24.000.000
Kelas VIPRp21.000.000
Kelas UtamaRp19.000.000
Kelas IRp17.500.000
Kelas IIRp15.000.000
Kelas IIIRp13.000.000
RS Siloam Ruang RegulerRp7.000.000 - Rp12.000.000
RS Permata DepokRuang RegulerRp8.428.932 ‐ Rp22.300.866
RS Columbia Asia Hospital SemarangPlatinum PackageRp14.650.000
Gold PackageRp13.500.000
Silver PackageRp12.500.000

Harga paket melahirkan normal di atas kami rangkum dari berbagai sumber, termasuk situs resmi rumah sakit terkait dan website ALODOKTER. Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, tarif melahirkan normal di tiap rumah sakit tahun ini Ada yang naik dan turun. Sebagai contoh, harga paket melahirkan normal di RS Columbia Asia Hospital Semarang yang awalnya mulai Rp8 juta, naik menjadi mulai Rp12,5 juta per pasien. Sementara itu, biaya melahirkan normal di Rumah Sakit National Hospital Surabaya kelas III yang semula Rp21,5 juta, turun menjadi Rp12,5 juta per pasien.

[Update: Almas]

 

[1] Mutmainnah, Annisa. 2018. Asuhan Persalinan Normal dan Bayi Baru Lahir. : Penerbit Andi.

Baca juga  Update Biaya Operasi Lasik Mata Silinder
author
Pengamat dinamika harga. Pengelola toko dan counter. Ex-wartawati media lokal.

Leave a reply "Info Terbaru Biaya Persalinan Normal di Rumah Sakit"