Update Biaya Pajak dan Non-Pajak dalam Proses Balik Nama Mobil Bekas

Anda baru saja membeli bekas? Jika iya, sebaiknya Anda segera melakukan pergantian balik nama untuk kendaraan yang baru saja Anda beli. Pasalnya, penggantian identitas kendaraan bermotor ini penting dilakukan untuk memudahkan urusan Anda di kemudian hari, terutama ketika melakukan perpanjangan STNK mobil.

Proses Balik Nama Mobil - bprd.jakarta.go.id

Proses Balik Nama Mobil - bprd.jakarta.go.id

Untuk mengurus balik nama kendaraan sebenarnya cukup mudah. Pertama, Anda hanya perlu mempersiapkan beberapa yang dibutuhkan, seperti STNK asli beserta fotokopi, KTP Anda beserta fotokopi, BPKP asli beserta fotokopi, serta kuitansi pembelian kendaraan yang ditandatangani di atas materai Rp6.000. Sementara, langkah-langkah yang mesti dilakukan dalam pengurusan balik nama kendaraan ini, adalah:

  • Datang ke Kantor Manunggal Satu Atap (SAMSAT).
  • Lakukan cek fisik kendaraan.
  • Mengisi formulir balik nama yang didapat dari loket pendaftaran balik nama.
  • Serahkan formulir dengan melampirkan syarat-syarat yang dibutuhkan.
  • Petugas akan memberikan tanda terima bahwa berkas sedang dalam proses.
  • Tunggu dan lanjut ke tahapan selanjutnya sesuai waktu yang ditentukan.
  • Tahapan selanjutnya adalah Pajak Kendaraan Bermotor (PKB).
  • Tunggu sampai STNK balik nama selesai.
  • Setelah menerima STNK yang telah balik nama, cek dahulu apakah ada salah ketik.

Balik Nama Mobil Bekas

Untuk biaya mengurus balik nama mobil bekas, ada dua macam biaya yang dikenakan yaitu biaya pajak dan biaya di luar pajak. Biaya pajak mencakup BBN KB (Bea Balik Kendaraan Bermotor), PKB (Pajak Kendaraan Bermotor), SWDKLJJ (Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan), biaya administrasi STNK, dan biaya administrasi TNKB (Tanda Nomor Kendaraan Bermotor).

Berdasarkan ketentuan Peraturan Pemerintah Nomor 60 tahun 2016 tentang Jenis dan Tarif atas Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), ditetapkan tarif baru untuk pengurusan surat-surat bermotor, termasuk perpanjangan STNK, baik roda dua maupun roda empat, mulai tanggal 6 Januari 2017. Peraturan ini dibuat untuk menggantikan Peraturan Pemerintah Nomor 50 tahun 2010 tentang Jenis dan Tarif atas Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Jadi, berdasarkan ketentuan baru tersebut, ada perubahan biaya yang terjadi dalam pengurusan STNK dan juga BPKB. Namun, yang perlu diingat, Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) tidak mengalami kenaikan, apalagi hingga 100 persen. Jadi, untuk besaran PKB untuk mobil bekas masih sama dengan patokan yang tertera pada STNK.

Lalu, bagaimana menghitung bea balik nama untuk mobil bekas secara keseluruhan? Jika bea balik nama mobil baru dikenakan sebesar 10 persen dari nilai kendaraan, maka bea balik nama untuk mobil bekas hanya satu persen dari nilai kendaraan (wilayah Jakarta). Jadi, jika Anda membeli mobil bekas seharga Rp100 juta misalnya, maka Anda harus membayar BBN sebesar 1 persen x Rp100 juta, yaitu sebesar Rp1 juta.

Nah, BBN ini kemudian ditambah dengan SWDKLJJ yang umumnya senilai Rp143.000, biaya administrasi pembuatan STNK sebesar Rp200.000, dan biaya TNKB yang sebesar Rp100.000. Jadi, total perkiraan biaya pajak balik nama sekaligus perpanjangan STNK adalah Rp1.000.000 + Rp143.000 + Rp200.000 + Rp100.000 = Rp1.443.000 (di luar denda jika ada keterlambatan).

Sementara, biaya yang dikeluarkan di luar biaya pajak yang tercantum di STNK antara lain, pengesahan hasil cek fisik kendaraan sebesar Rp50.000, pendaftaran balik nama STNK sebesar Rp30.000, dan penerbitan BPKB sebesar Rp375.000. Jadi, total biaya yang dikeluarkan di luar pajak berkisar Rp725.000, dan total biaya yang harus dikeluarkan adalah Rp2.168.000.

[Dian]

Baca juga  Update Biaya Umroh dan Haji Plus Shafira Tour & Travel
loading...
author
Sudah lama lulus dari S-1 di kampus PTN ternama. Penyuka musik dan sedikit audiophile.

Leave a reply "Update Biaya Pajak dan Non-Pajak dalam Proses Balik Nama Mobil Bekas"