Update Tarif Pajak dan Denda Sepeda Motor

No comment21647 views

Anda memiliki bermotor? Anda pasti sudah tidak asing lagi dengan dokumen-dokumen penting untuk bermotor Anda, salah satunya . atau Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor adalah bukti registrasi dan identifikasi kendaraan bermotor yang berfungsi sebagai kelengkapan bermotor.

Ilustrasi: Bayar Pajak di Samsat (sumber: dream)

Ilustrasi: Bayar di Samsat (sumber: dream)

STNK ini berlaku selama lima tahun sekali dan sesudahnya perlu diperpanjang. Selain perpanjangan, di dalam STNK juga tertera pajak kendaraan bermotor yang bersangkutan yang wajib dibayarkan setiap tahun. Jika tidak rutin membayar pajak ini, Anda kemungkinan besar akan dikenakan denda sesuai ketentuan yang berlaku.

Sayangnya, permasalahan umum berkaitan dengan STNK, serta perhitungan pajak dan denda ini masih banyak yang belum diketahui masyarakat. STNK sendiri adalah bukti registrasi dan identifikasi kendaraan bermotor yang berfungsi sebagai kelengkapan kendaraan bermotor ketika digunakan di jalan. Isinya, identitas , identitas kendaraan bermotor, nomor registrasi, dan masa berlaku termasuk pengesahan.

Tarif Pajak Motor

  • Untuk kepemilikan kendaraan bermotor pertama, sebesar 2% (dua persen);
  • Untuk kepemilikan kendaraan bermotor kedua, sebesar 2,5% (dua koma lima persen);
  • Untuk kepemilikan kendaraan bermotor ketiga, sebesar 3% (tiga persen);
  • Untuk kepemilikan kendaraan bermotor keempat, sebesar 3,5% (tiga koma lima persen);
  • Untuk kepemilikan kendaraan bermotor kelima, sebesar 4% (empat persen); dst.

Perlu dicatat bahwa tarif pajak kendaraan bermotor di atas berlaku untuk daerah DKI Jakarta. Di wilayah lain, besaran pajak bisa saja berbeda. Di Jabar, Jatim, dan Banten misalnya, tarif pajak masing-masing ditetapkan sebesar 1,75% sejak 2013 lalu, sedangkan di Jawa Tengah hingga kini masih ditetapkan sebesar 1,5%.

Menghitung Pajak Motor

Rumus penghitungan pajak adalah NJKB dikalikan persentase tarif pajak progresif. Jika kendaraan Anda kebetulan adalah Yamaha NMAX dan merupakan kepemilikan pertama, maka besaran PKB adalah 2% x Rp23.900.000 = Rp478.000. Ini masih ditambah dengan tarif Sumbangan Wajib Kecelakaan Lalu Lintas (SWDKLLJ) sebesar Rp35.000, sehingga total menjadi Rp513.000.

Faktur pajak sepeda motor (sumber: moneysmart.id)

Faktur pajak sepeda motor (sumber: moneysmart.id)

Denda Pajak Sepeda Motor

Apabila masa berlaku STNK sudah jatuh tempo dan Anda belum melakukan perpanjangan, maka akan dikenai denda PKB dan denda SWDKLLJ. Rumus perhitungan denda pajak sepeda motor adalah sebagai berikut.

  • Perhitungan denda PKB: 25 persen per tahun.
  • Terlambat 3 bulan = PKB x 25 persen x 3/12.
  • Terlambat 6 bulan = PKB x 25 persen x 6/12.
  • Denda SWDKLLJ untuk sepeda motor sebesar Rp32.000.

Misalnya, jika Anda punya sepeda motor dan terlambat membayar pajak 6 bulan. Jumlah PKB tertera di STNK sebesar Rp232.000 dan SWDKLLJ Rp35.000. Jadi, Anda dikenakan denda keterlambatan sebesar (Rp232.000 (PKB) x 25 persen x 6/12 ) + Denda SWDKLLJ (Rp32.000) = Rp61.000. Sehingga, total yang harus dibayar sebesar adalah Rp232.000 (PKB) + Rp35.000 (SWDKLLJ) + Rp61.000 (denda) = Rp328.000.

[Update: Panca]

Baca juga  Komponen dan Update Kisaran Biaya Hidup di Jerman

loading...
author
Sudah lama lulus dari S-1 di kampus PTN ternama. Penyuka musik dan sedikit audiophile.

Leave a reply "Update Tarif Pajak dan Denda Sepeda Motor"