Update Terbaru Biaya Pajak dan Denda Sepeda Motor

No comment13787 views

Anda memiliki ? Anda pasti sudah tidak asing lagi dengan dokumen-dokumen penting untuk Anda, salah satunya . atau Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor adalah bukti registrasi dan identifikasi kendaraan bermotor yang berfungsi sebagai kelengkapan bermotor.

Faktur pajak sepeda motor (sumber: moneysmart.id)

Faktur sepeda motor (sumber: moneysmart.id)

STNK ini berlaku selama lima tahun sekali dan sesudahnya perlu diperpanjang. Selain perpanjangan, di dalam STNK juga tertera pajak kendaraan bermotor yang bersangkutan yang wajib dibayarkan setiap tahun. Jika tidak rutin membayar pajak ini, Anda kemungkinan besar akan dikenakan denda sesuai ketentuan yang berlaku.

Sayangnya, permasalahan umum berkaitan dengan STNK, serta perhitungan pajak dan denda sepeda motor ini masih banyak yang belum diketahui masyarakat. STNK sendiri adalah bukti registrasi dan identifikasi kendaraan bermotor yang berfungsi sebagai kelengkapan kendaraan bermotor ketika digunakan di jalan. Isinya, identitas , identitas kendaraan bermotor, nomor registrasi, dan masa berlaku termasuk pengesahan.

Lalu, bagaimana cara menghitung besaran pajak motor yang Anda miliki? Caranya cukup mudah. Pertama, Anda harus mengetahui NJK motor Anda terlebih dahulu. Misalnya, Anda memiliki lima motor dengan dan tahun yang sama. Jika PKB diketahui Rp450.000 dan SWDKLLJ (sumbangan wajib dana kecelakaan jalan) dikenakan Rp50.000, maka untuk mengetahui pajak tiap motor, Anda harus menghitung NJK terlebih dulu, yaitu (PKB x 2/3 x 100) = Rp450.000 x 2/3 x 100 = Rp30.000.000.

  • Pajak untuk motor pertama adalah 1,5% x Rp30.000.000 = Rp450.000.
  • Pajak motor kedua: 2% x Rp30.000.000 = Rp600.000 (terjadi kenaikan).
  • Pajak motor ketiga: 2,5% x Rp30.000.000 = Rp750.000 (terjadi kenaikan).
  • Pajak motor keempat dst: 4% x Rp30.000.000 = Rp1.200.000 (terjadi kenaikan).

lain, misalnya Anda sudah terlambat membayar pajak STNK motor jenis Supra X 125 selama kurang lebih 1 (satu) tahun. Misalnya pada STNK tertera besaran PKB (Pajak Kendaraan Bermotor) Rp 196.500, dan SWDKLLJ (Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan) sebesar Rp 67.000, maka pajak yang harus dibayar:

Pajak yang harus dibayar

STNK, motor, PKB, SWDKLLJ, perhitungan, pajak, dan, denda, sepeda, permasalahan, umum, bukti, registrasi, identifikasi, istilah, keseluruhan, yang, harus, dibayar, jenis

Ilustrasi Pajak Kendaraan (www.breakingnews.co.id)

Biaya PKB: Rp 196.500

SWDKLLJ: Rp 67.000

Total biaya (pajak yang harus dibayar): Rp 263.500 (tertera pada STNK). Jika terlambat membayar biaya pajak, maka terkena denda PKB + denda SWDKLLJ.

Perhitungan denda telat membayar pajak motor selama 1 (satu) tahun, yaitu:

Denda PKB per tahun: 25%

Terlambat 1 bulan: PKB x 25% x 1/12

Terlambat 2 bulan: PKB x 25% x 2/12

Terlambat 1 tahun: PKB x 25% x 12/12

Denda (PKB + SWDKLLJ)

Baca juga  Update Daftar Harga Popcorn XXI

Denda PKB 1 tahun= Biaya PKB x 25% x 12/12, yaitu 196.500 x 25% x 1= Rp 49.125

Denda SWDKLLJ= Rp 32.000

Maka, denda keseluruhan= Denda PKB + Denda SWDKLLJ= Rp 49.125 + Rp 32.000= Rp 81.125

Biaya pajak yang harus dibayarkan:

Biaya PKB + SWDKLLJ + denda keseluruhan= Rp 196.500 + 32.000 + 81.125= Rp 309.625

Meski bukan perkara yang mendesak, Anda memang sebaiknya membayar pajak motor tepat waktu. Pasalnya, jika terlambat, selain tunggakan akan menumpuk, Anda pun diwajibkan membayar denda pajak motor.

Jika akhirnya Anda harus membayar denda pajak motor, maka sebaiknya Anda harus tahu bagaimana cara menghitung denda pajak motor. Namun, sebelum itu, Anda harus mengetahui terlebih dahulu istilah-istilah yang terkait dengan pajak motor.

[Update: Galih Conainthata]

loading...
author
Sudah lama lulus dari S-1 di kampus PTN ternama. Penyuka musik dan sedikit audiophile.

Leave a reply "Update Terbaru Biaya Pajak dan Denda Sepeda Motor"