Info Komponen dan Update Kisaran Biaya Hidup di Jerman

Selama ini, banyak orang yang menganggap bahwa hidup di Benua Eropa membutuhkan biaya yang cukup besar dibandingkan di Amerika. Anggapan itu memang tidak sepenuhnya salah, namun di antara negara-negara yang berada di zona Eropa, Jerman bisa menjadi salah satu negara tujuan Anda untuk bekerja maupun menimba ilmu. Mengapa demikian? Tak lain karena di Jerman ternyata relatif lebih terjangkau daripada di Amerika.

Lanskap Berlin, ibu kota Jerman
Lanskap Berlin, ibu kota Jerman

Secara garis besar, di Jerman rata-rata 810 euro, khusus untuk mahasiswa. Dibandingkan dengan negara-negara Eropa lainnya, biaya hidup di Jerman cukup terjangkau. Biaya untuk makan, akomodasi, pakaian, acara budaya, dll, rata-rata di garis standar Uni Eropa. Dari 810 euro, biaya terbesar yang akan Anda keluarkan adalah biaya untuk menyewa apartemen (tempat tinggal). Berikut kisaran biaya hidup di Jerman untuk mahasiswa.

Bacaan Lainnya

di Jerman

Komponen Biaya Biaya per Bulan
Sewa apartemen dan tagihan (listrik, air, dan gas) 550 – 1.000 euro (Rp8,2 juta – Rp15 juta)
Makan dan minum 200 – 250 euro (Rp3 juta – Rp3,7 juta)
Pakaian 15 – 30 euro (Rp226 ribu – Rp453 ribu)
kuliah 30 – 60 euro (Rp453 ribu – 905 ribu)
Transportasi umum 80 – 170 euro (Rp1,2 juta – Rp2,6 juta)
Asuransi kesehatan, biaya kesehatan, obat 35 – 128 euro (Rp528 ribu – Rp2 juta)
Tagihan telepon, TV, dan internet 40 euro (Rp604 ribu)
Rekreasi, olahraga, dll 70 – 120 euro (Rp1,1 juta – Rp1,8 juta)

Keterangan:

1 EUR = Rp15.075,15

Total di Jerman tahun 2022 sekitar 1.020 – 1.798 euro per bulan atau sekitar Rp15 jutaan hingga Rp27 jutaan per bulan. Jika dibandingkan tahun 2021, ada beberapa komponen yang mengalami kenaikan di tahun 2022. Sebagai contoh, sewa apartemen dan tagihan yang dibanderol 400 – 800 euro (Rp6,7 juta – Rp13,5 juta) tahun 2021, naik menjadi 550 – 1.000 euro (Rp8,2 juta – Rp15 juta) di tahun 2022.

Ilustrasi: Uang Negara Jerman (credit: packimpex)

Pada 2021, rupanya ada beberapa komponen biaya yang mengalami kenaikan dari tahun 2020, misalnya sewa apartemen dan tagihan yang hanya 300 euro tahun 2020, bisa meningkat drastis kisaran 400-800 euro tahun 2021. Kemudian untuk makan dan minum yang hanya 166 euro tahun 2021, melonjak jadi 170-200 euro tahun 2022. Jika ditotal, di Jerman bisa mencapai 1.351 euro atau sekitar Rp23 jutaan tahun 2021 (kurs 1 euro 2021 = Rp16.990,55).

Rata-rata per bulan di Jerman pada tahun adalah sekitar 801 euro atau sekitar Rp12,8 jutaan (kurs 1 euro = Rp16.027,60). Biaya tersebut sudah mencakup makan, tempat tinggal, hingga kebutuhan rekreasi Anda. Perlu Anda ketahui bahwa biaya hidup di Jerman di atas tidak terikat dan dapat berubah sewaktu-waktu. Pada 2019, total biaya hidup di Jerman sekitar Rp12,7 jutaan.

Namun, biaya hidup di Jerman juga sangat bergantung di kota mana Anda tinggal. Kota-kota seperti Munchen, Hamburg, dan Berlin umumnya memiliki biaya hidup yang lebih tinggi dibandingkan kota lainnya di Jerman. Namun, apabila Anda membandingkan dengan Oslo atau Zurich, rata-rata biaya hidup di kota-kota tersebut terbilang lebih rendah.

Ilustrasi mahasiswa di Jerman (sumber: qs.com)

Menurut salah seorang warga negara Indonesia yang pernah bekerja di Hamburg, ia harus mengeluarkan dana sebesar 310 euro sebulan untuk menyewa apartemen. Kemudian, jatah makan per bulan adalah 80 euro (yang artinya hanya memiliki jatah 20 euro per minggu untuk isi perut). Sementara, jatah kebutuhan sehari-hari selain makan, seperti membeli sabun, pasta gigi, dan perlengkapan lainnya, adalah 20 euro. Di samping itu, dirinya juga menyiapkan dana 50 euro untuk kebutuhan tidak terduga seperti makan di restoran, membeli baju, atau rekreasi.

Bagi Anda yang kuliah, di Jerman ada banyak universitas yang menawarkan beasiswa untuk para mahasiswa, terutama mahasiswa asal luar negeri. Biasanya, seluruh mahasiswa dikenakan biaya semester atau semester contribution (einschreibung) yang berkisar antara 250 euro hingga 500 euro, tergantung kampus mana tempat Anda kuliah. Kontribusi tersebut dialokasikan untuk kantin, asrama, fasilitas olahraga, mahasiswa, dan fasilitas penunjang perkuliahan lainnya.

[Update: Almas]

Pos terkait