Info Terbaru UMP dan UMK di Provinsi Bali Tahun 2019

Semakin hari, kebutuhan untuk bertahan hidup memang semakin meningkat. Ini masih belum ditambah dengan kebutuhan-kebutuhan sekunder dan tersier yang lama-kelamaan berubah menjadi kebutuhan pokok bagi sebagian orang, seperti moda transportasi pribadi hingga gadget. Karena itu, tidak mengherankan jika kemudian hidup di Tanah juga semakin tinggi.

Ilustrasi: pendapatan gaji bulanan (sumber: tribunnews.com)

Ilustrasi: pendapatan gaji bulanan (sumber: tribunnews.com)

Untuk mengatasi persoalan tersebut, melalui Kementerian Ketenagakerjaan memang rutin melakukan revisi mengenai upah minimum yang wajib diterima para pekerja, terutama buruh. Menjelang akhir tahun, biasanya kementerian mengadakan rapat dan evaluasi, lalu memutuskan apakah upah minimum suatu provinsi, kota, dan kabupaten mengalami kenaikan atau tidak.

Pemerintah pusat melalui Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) resmi menetapkan kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) 2019 sebesar 8,03 persen. Dalam Surat Edaran Menteri Ketenagakerjaan per 15 Oktober 2018 yang menyebut, daerah yang upah minimumnya (UMP dan/atau ) masih di bawah nilai KHL, wajib menyesuaikan upah minimumnya sama dengan KHL paling lambat pada 2019.

Pada tahun 2019, UMP di naik dari sebelumnya Rp2.127.157 menjadi Rp2.297.967. Sementara, Upah Minimum Kabupaten (UMK) di Kota Denpasar mulai awal tahun 2019 naik tipis 8,03 persen. Dinas Ketenagakerjaan dan Sertifikasi Kompetensi Kota Denpasar mengklaim, kenaikan upah ini bakal ditaati oleh .

Tahun lalu dan sekarang, disebutkan, seluruh perusahaan di Denpasar sudah menerapkan UMK. Hal itu diukur dari nihilnya tingkat pelaporan pekerja ke Disnaker selama dalam kurun waktu 2017 dan 2018 yang belum mendapatkan upah sesuai UMK. Faktanya, masih ada karyawan perusahaan yang mendapat upah sesuai UMK.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Sertifikasi Kompetensi Kota Denpasar, IGA Rai Anom Suradi, menjelaskan bahwa pihaknya selama ini memang tidak pernah melakukan pendataan khusus. Terutama ke seluruh perusahaan yang jumlahnya mencapai ribuan.

Ilustrasi: aktivitas karyawan perusahaan (sumber: safetynet.asia)

Ilustrasi: aktivitas karyawan perusahaan (sumber: safetynet.asia)

Untuk kurun waktu saat ini, pihaknya belum pernah menerima keluhan tersebut. Diketahui, UMK pada tahun 2019 ini meningkat hingga 8,03 persen menjadi Rp2.553.000. Dia juga mengatakan, saat ini pihaknya sudah mendapatkan rekomendasi dari Pemprov Bali, yakni Gubernur Bali terkait kenaikan UMK yang diajukan Denpasar sebesar 8,03 persen dari Rp2.363.000 menjadi Rp2.553.000 untuk tahun 2019.

UMK tersebut akan berlaku untuk seluruh perusahaan, baik negeri maupun swasta, yang dalam kaitannya beroperasi di Kota Denpasar, dan wajib memberikan upah minimum. Kenaikan upah tersebut juga mengacu pada tingkat inflasi nasional dan pertumbuhan produk domestik bruto tahun 2018. Dengan persetujuan dari Pemprov Bali, penetapan kenaikan upah itu juga berdasarkan persetujuan Gubernur Bali yang tertuang dalam Gubernur (Pergub) Bali nomor 91 tahun 2018 tentang upah minimum Kabupaten/Kota. 

Penerapan tersebut mulai terhitung dari 1 Januari 2019 lalu. Dengan penerapan UMK dan UMP tersebut, diharapkan kinerja tenaga PNS maupun pegawai swasta juga bisa lebih baik dalam pelayanan. 

[: Galih Conainthata]

Baca juga  Update Biaya Resepsi Pernikahan Adat Jawa Sederhana
loading...
author
Sudah lama lulus dari S-1 di kampus PTN ternama. Penyuka musik dan sedikit audiophile.
  1. author

    abdul3 tahun ago

    seriously? 1,6? kirain lebih tinggi, soalnya harga barang disana mahal2

    Reply

Leave a reply "Info Terbaru UMP dan UMK di Provinsi Bali Tahun 2019"