Update Rincian Biaya Jual Beli Tanah

No comment20278 views

Seperti halnya kegiatan jual , dalam tanah ternyata juga ada sederet tambahan yang perlu Anda bayarkan di luar tanah yang telah disepakati. Beberapa biaya ada yang dilimpahkan pada pembeli dan ada pula yang dilimpahkan ke pihak penjual. Berikut ini rincian komponen biaya dalam proses jual beli tanah.

Tanah dijual (sumber: erahomeindonesia.com)

Tanah dijual (sumber: erahomeindonesia.com)

Biaya Pengecekan Sertifikat Tanah

Cek sertifikat tanah umumnya dilakukan di Badan Pertanahan Nasional (BPN) setempat. Pengecekan dilakukan untuk memastikan sertifikat tanah yang diperjualbelikan memang asli diterbitkan oleh BPN. Biaya pengecekan sertifikat tanah sendiri tergantung dari jumlah informasi yang diperlukan, namun umumnya relatif terjangkau.

Biaya Akta Jual Beli (AJB)

Akta Jual Beli (AJB) tanah dibuat oleh Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) dan bukan oleh . Biaya pembuatan AJB di PPAT berbeda-beda untuk tiap daerah. Namun umumnya, tak boleh melebihi 1% dari harga transaksi yang tercantum dalam akta (berdasarkan PP No. 37 tahun 1998 Pasal 32 ayat 1). Biaya AJB bisa ditanggung oleh pembeli, penjual, atau keduanya, tergantung dari kesepakatan bersama.

Pajak Penghasilan (PPh) untuk Penjual

Dalam jual beli tanah, pihak penjual akan dikenai Pajak Penghasilan atas Penghasilan dari Pengalihan Hak atas Tanah dan/atau Bangunan. Biaya PPh adalah 2,5% dari harga transaksi. Namun, terdapat beberapa kasus yang membuat penjual tidak dikenai PPh, yakni apabila nilai transaksi lebih rendah dari Rp60 juta, penjualan dilakukan dalam rangka pembebasan tanah untuk kepentingan umum, hibah kepada keluarga sedarah, dan warisan.

Bea Perolehan Hak atas Tanah & Bangunan (BPHTB) untuk Pembeli

BPHTB adalah jenis biaya yang akan ditanggung oleh pembeli. Besarnya BPHTB yang dikenakan pada pembeli adalah 5% x (harga transaksi – NJTKP). NJTKP adalah Nilai Jual Tidak Kena Pajak. Besarnya NJTKP ditetapkan secara regional dan bisa berbeda-beda antara satu wilayah dengan lainnya.

Biaya Pendaftaran Peralihan Hak (Balik Nama) Tanah

jual, beli, tanah, rumah, biaya, tambahan, sertifikat, hak, balik, nama, peralihan, PPh, PPAT, milik, peraturan, pemerintah, undang-undang, berlaku, ketentuan, per, lembar, transaksi, pendaftaran

Penjualan lahan milik pribadi

Biaya balik nama adalah biaya tambahan yang akan dikeluarkan oleh pembeli ketika pendaftaran peralihan hak di Kantor Pertanahan. Balik nama tanah dilakukan usai akta jual beli (AJB) ditandatangani dan disahkan oleh PPAT. Besaran biaya balik nama ini pun bervariasi.

Biaya Jual Beli Tanah

Komponen BiayaKisaran Biaya
Biaya Pengecekan Sertifikat TanahRp50.000 per sertifikat yang dicek
Biaya Pembuatan Akta Jual Beli5% dari harga transaksi penjualan tanah
Pajak Penghasilan (PPh) untuk Penjual2,5% dari harga transaksi
BPHTB2,5% dari jumlah bruto nilai pengalihan hak atas tanah selain pengalihan hak atas tanah dan/atau bangunan berupa Rumah Sederhana
1% dari jumlah bruto nilai pengalihan hak atas tanah dan/atau bangunan berupa Rumah Sederhana dan Rumah Susun Sederhana
0% atas pengalihan hak atas tanah dan/atau bangunan kepada pemerintah, badan usaha milik negara yang mendapat penugasan khusus dari Pemerintah
Biaya Balik Nama Sertifikat TanahPendaftaran : Rp50.000
Pengurusan : Tergantung nilai tanah (NJOP)

Keabsahan jual beli tanah jika ditinjau dari Undang-Undang ataupun Peraturan Pemerintah yaitu jual beli tanah yang dilakukan di hadapan pejabat pembuat akta tanah atau jual beli dengan akta autentik yang disahkan oleh pejabat berwenang. Hal tersebut sesuai dengan PP No.24 tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah dalam Pasal 37 angka 1 yang menyebutkan bahwa peralihan hak atas tanah dan hak milik atas satuan rumah susun melalui jual beli, tukar menukar, hibah pemasukan dalam perusahaan dan perbuatan hukum pemindahan hak lainnya.

[Update: Panca]

Baca juga  Update Tarif Hotel Alam Indah Semarang
loading...
author
Pengamat produk dan harga komoditas. Saat ini tinggal di Kota Malang.

Leave a reply "Update Rincian Biaya Jual Beli Tanah"