Kelebihan & Beda Tabungan Haji dengan Tabungan Biasa

Menjalankan ibadah haji memang perlu perencanaan yang matang. Selain dari segi persiapan fisik maupun mental, Anda pun perlu menyiapkan dana yang cukup. Salah satu produk yang bisa Anda gunakan untuk merencanakan dana naik haji adalah dengan menggunakan tabungan haji. Lantas, apa beda tabungan haji dengan tabungan biasa?

Ilustrasi: Ibadah Haji (credit: timesofisrael)

Ilustrasi: Ibadah Haji (credit: timesofisrael)

Tabungan haji dikhususkan untuk para nasabahnya yang akan menunaikan ibadah haji atau umrah. Tabungan ini hampir sama saja dengan tabungan biasa, namun ditambah lagi dengan beberapa fasilitas khusus.Di antara kelebihan tabungan haji adalah pelayanan pendaftaran haji. Nasabah yang sudah memiliki dana yang cukup akan langsung didaftarkan oleh bank untuk mendapatkan jatah kursi naik haji. Bank akan secara proaktif membantu dalam pengurusan dokumen administrasi yang menjadi persyaratan calon jemaah haji ke Kementerian Agama.

Bank juga bisa memberikan dana talangan naik haji untuk nasabah. Dana talangan ini tentunya tidak dimaksudkan meminjamkan uang pada nasabah untuk naik haji. Yang dilakukan bank memberi dana talangan hanya sebatas talangan untuk pendaftaran atau pelunasan. Dan nasabah harus sudah mengembalikan dana talangan tersebut sebelum keberangkatan. Dana talangan yang dapat diberikan bisa sampai 50 persen dari biaya yang diperlukan.

Baca juga  Update Syarat & Biaya Rekening Tahapan Berjangka BCA

Setiap nasabah yang memiliki rekening tabungan haji diproteksi oleh asuransi jiwa dan kecelakaan, sehingga bisa lebih tenang jika terjadi musibah, baik itu musibah ketika masih berada di Tanah Air maupun ketika berada di Tanah Suci. Misalnya saja Anda sudah memiliki tabungan haji dan berencana untuk naik haji beberapa tahun lagi. Jika terjadi musibah pada Anda sampai meninggal dunia misalnya, maka keluarga yang Anda tinggalkan akan mendapatkan santunan. Bahkan, dana yang sudah Anda kumpulkan akan digenapkan sehingga tercukupi ONH untuk yang Anda tinggalkan.

Dana yang Anda simpan di tabungan haji juga tidak akan mandek begitu saja. Dana tetap berkembang seperti tabungan lain yaitu menerima bagi hasil sebagai keuntungan bagi nasabah. Tapi persentasenya lebih kecil dibandingkan dengan tabungan biasa atau deposito. Hal ini sebetulnya wajar saja, karena tabungan haji sudah memiliki banyak fasilitas lain.

Karena itulah tabungan haji ini lebih cocok untuk menyimpan dana naik haji dalam jangka pendek saja. Jika Anda berencana untuk mengumpulkan dana naik haji dalam jangka panjang, mungkin ada baiknya menggunakan produk investasi yang lainnya. Jika jumlahnya sudah hampir mencukupi, barulah dipindahkan ke dalam tabungan haji ini.[1] Agar lebih memahami, berikut ini ulasan mengenai tabungan haji dengan tabungan biasa.

Ilustrasi: Tabungan Haji (credit: itimaar.co.uk)

Ilustrasi: Tabungan Haji (credit: itimaar.co.uk)

Perbedaan Tabungan Haji dengan Tabungan Biasa

Seperti yang telah dipaparkan sebelumnya, perbedaan mendasar antara tabungan haji dan tabungan biasa adalah peruntukannya. Tabungan haji ditujukan bagi Anda yang berencana naik haji dan mendaftar nomor porsi haji secara resmi di Kemenag.

Baca juga  Keuntungan dan Biaya Terbaru Transaksi m-Banking BCA (m-BCA)

Berbeda dari tabungan biasa, di beberapa bank seperti BNI maupun Mandiri misalnya, menyediakan fasilitas autodebet di mana setoran bulanan bisa dilakukan secara otomatis dengan mengambil saldo dari rekening tabungan biasa. Dengan demikian, dana perencanaan untuk haji bisa terkumpul tepat pada waktunya (dengan asumsi nilai setoran untuk memperoleh nomor porsi adalah Rp25 juta).

Selain itu, tabungan haji pada umumnya tidak dikenai biaya administrasi alias gratis potongan bulanan. Dengan demikian, Anda tak perlu khawatir jika saldo tabungan haji yang sudah dikumpulkan akan terpotong oleh biaya pengelolaan rekening seperti pada tabungan biasa.

Meski tiap bank bisa saja menerapkan aturan yang berbeda-beda untuk produk tabungannya, namun untuk pembukaan rekening tabungan haji biasanya disarankan untuk dilakukan di cabang bank sesuai domisili Anda dalam satu provinsi yang sama.Yang lebih menarik lagi, tabungan haji juga sudah disertai asuransi jiwa, sedangkan pada tabungan biasa tidak semua bank menyediakan fasilitas asuransi jiwa untuk para nasabahnya.

Ilustrasi: Cara Membuka Tabungan Haji (credit: duitologi)

Ilustrasi: Cara Membuka Tabungan Haji (credit: duitologi)

Cara Buka Tabungan Haji

Cara mendaftar tabungan haji hampir sama seperti tabungan biasa, setiap bank memiliki kebijakan yang berbeda-beda. Setidaknya Anda harus menyiapkan setoran awal yang umumnya berkisar antara Rp100 ribu hingga Rp500 ribu. Kemudian, siapkan pula dokumen persyaratan seperti KTP, akta kelahiran (untuk nasabah di bawah umur 17 tahun), dan juga NPWP.

Baca juga  Update Info Fasilitas dan Biaya TabunganKu BCA

Untuk informasi lebih jelas, Anda bisa langsung menghubungi pihak bank yang bersangkutan yang ditunjuk sebagai Bank Penerima Setoran (BPS) Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH), seperti: Bank Mandiri, , Bank , Bank BRI Syariah, Bank BNI, Bank BNI Syariah, Bank Muamalat, Bank Mega, dan Bank ‘daerah’.[2]

[1]Susanto, H dkk. 2013. Bijak Meminjam dan Menggunakan Uang Bank (hlm 180-181). Jakarta: Elex Media Komputindo.

[2] Sulaiman, HT. 2013. Kisah Perjalanan Haji (hlm 3). Jakarta: Elex Media Komputindo.

author
Pengamat produk dan harga komoditas. Saat ini tinggal di Kota Malang.

Leave a reply "Kelebihan & Beda Tabungan Haji dengan Tabungan Biasa"