Pengertian dan Update Rumus Biaya Produksi Jangka Pendek

Di dalam suatu perusahaan, salah satu jenis biaya yang sangat penting adalah biaya produksi. Secara simpel, ini dapat dikatakan sebagai semua pengeluaran yang dilakukan oleh suatu entitas (misalnya perusahaan) untuk memperoleh faktor-faktor produksi dan bahan-bahan mentah yang akan digunakan untuk menciptakan barang-barang yang diproduksi perusahaan tersebut. sendiri dapat dibedakan menjadi beberapa macam, salah satunya biaya produksi jangka pendek.

Ilustrasi: lini produksi di pabrik otomotif (sumber: istockphoto)
Ilustrasi: lini produksi di pabrik otomotif (sumber: istockphoto)

Apa Itu Biaya Produksi?

Ada banyak pengertian biaya produksi. dapat dikatakan sebagai sumber ekonomi yang dikorbankan untuk menghasilkan keluaran, dengan nilai keluaran diharapkan lebih besar daripada masukan yang dikorbankan.[1] Pengertian lainnya, adalah biaya yang digunakan untuk mengubah bahan baku menjadi barang jadi, dan biasanya terdiri dari tiga unsur, yakni bahan baku langsung, tenaga kerja langsung, dan overhead pabrik.[2]

Bacaan Lainnya

Unsur

  • Biaya bahan baku langsung, bahan baku langsung adalah bahan baku yang merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari produk selesai dan dapat ditelusuri langsung kepada produk selesai. Contoh dari bahan baku langsung adalah kayu dalam pembuatan mebel, kain dalam pembuatan pakaian, karet dalam pembuatan ban, tepung dalam pembuatan kue, minyak mentah dalam pembuatan bensin, kulit dalam pembuatan sepatu, dan lain-lain.
  • Biaya tenaga kerja langsung, biaya ini merupakan tenaga kerja yang digunakan dalam mengubah atau mengonversi bahan baku menjadi produk selesai dan dapat ditelusuri secara langsung kepada produk selesai. Contoh dari biaya tenaga kerja langsung adalah upah tukang serut dan potong kayu dalam pembuatan mebel, tukang jahit, bordir, pembuatan pola dalam pembuatan pakaian, operator mesin jika menggunakan mesin, dan lain-lain.
  • Biaya overhead pabrik, adalah biaya selain bahan baku langsung dan tenaga kerja langsung, tetapi membantu dalam mengubah bahan menjadi produk selesai. Biaya ini tidak dapat ditelusuri secara langsung hingga produk selesai. Biaya overhead dapat dikelompokkan menjadi elemen bahan tidak langsung (bahan pembantu atau penolong), tenaga kerja tidak langsung, dan biaya tidak langsung lainnya).
  • Biaya variabel, biaya yang totalnya meningkat secara proporsional terhadap peningkatan dalam aktivitas dan menurun secara proporsional terhadap penurunan dalam aktivitas.

Definisi Jangka Pendek

sendiri masih terbagi lagi menjadi beberapa jenis, salah satunya biaya produksi jangka pendek. Ini dapat dikatakan sebagai biaya yang menunjukkan sebagian faktor produksi tidak dapat ditambah jumlahnya, dengan salah satu faktor produksi bersifat tetap dan yang lain berubah. Jangka pendek di sini adalah suatu periode ketika salah satu atau beberapa faktor produksi yang digunakan dalam usaha perusahaan jumlahnya tetap (faktor produksi tetap), sehingga perubahan kuantitas produksi dalam periode tersebut diperoleh melalui perubahan penggunaan faktor produksi variabel.[3]

Perhitungan biaya (entrepreneur.com)

Ditinjau dari hubungannya dengan produksi, biaya ini dibedakan menjadi dua, yakni dalam hubungannya dengan tujuan biaya, yang mencakup biaya langsung dan biaya tidak langsung, serta dalam hubungannya dengan perubahan volume kegiatan, yang mencakup biaya tetap total, biaya variabel total, biaya total, biaya tetap rata-rata, biaya variabel rata-rata, dan biaya total rata-rata.

Ketika melakukan analisis jangka pendek, setidaknya ada tiga fungsi yang dihitung, yaitu biaya tetap total (total fixed cost/TFC), dengan f adalah konstan, biaya variabel total (total variable cost/TVC), dengan f merupakan output atau Q, serta total cost/TC, yang dapat dihitung dengan menggunakan rumus TC=TFC + TVC.

Variabel Jangka Pendek

  • Biaya total (TC) adalah jumlah total biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk memperoleh input produksi.
  • Biaya tetap (TFC) adalah yang jumlahnya tetap dan tidak terpengaruh dengan jumlah produk yang diproduksi perusahaan.
  • Biaya variabel (TVC) adalah yang jumlahnya berubah-ubah mengikuti jumlah produk yang diproduksi perusahaan.

Rumus Biaya Produksi Jangka Pendek

Selain itu, ada beberapa jenis biaya lagi yang perlu dihitung, seperti average fixed cost/AFC yang memiliki rumus AFC=TFC/Q, average variable cost/AVC dengan rumus AVC=TVC/Q, average cost yang dapat dihitung memakai rumus AC=TC/Q atau TFC=TVC/Q, atau AFC+AVC, serta biaya marjinal atau marginal cost (MC) yang dapat diperoleh melalui hasil penambahan biaya produksi yang digunakan untuk menambah produksi satu unit barang, yang secara matematis dapat dirumuskan MC = TC/Q.

Di beberapa titik, memang ada kemungkinan biaya produksi akan mulai meningkat dengan output. Ada tiga alasan untuk perubahan itu, yaitu setidaknya dalam jangka pendek, ruang pabrik dan kapasitas mesin dapat membuat keadaan lebih sulit bagi pekerja untuk melakukan pekerjaan secara efektif; mengelola sebuah perusahaan besar, mungkin menjadi lebih kompleks dan tidak efisien karena jumlah tugas meningkat; dan keuntungan dari membeli dalam jumlah besar mungkin telah menghilang setelah mencapai titik tertentu.

[Update: Panca]

[1] Felicia dan Robinhot Gultom. 2018. Pengaruh Biaya Produksi, Biaya Kualitas dan Biaya Promosi terhadap Laba Bersih pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2013-2015. Jurnal Ilmu Manajemen Methonomix, Vol. 1(1): 1-12.

[2] Worotitjan, Calvin Riedel Fredrik dan Jenny Morassa. 2016. Analisis Perhitungan Biaya Produksi pada PT. Manado Nusantara Informasi (Koran Sindo). Jurnal EMBA, Vol. 4(1): 974-981.

[3] Sardjono, S. 2017. Ekonomi Mikro – Teori dan Aplikasi (Ed. Putri C.). Yogyakarta: Andi.

Pos terkait