Info Terbaru Harga Cengkeh di Indonesia

No comment5466 views

Cengkeh alias cengkih hingga saat ini masih menjadi salah satu unggulan Indonesia. Selain digunakan sebagai salah satu bumbu untuk memasak, cengkeh banyak diburu untuk digunakan sebagai salah satu bahan baku pembuatan rokok. Di , harga cengkeh cenderung fluktuatif, tergantung banyaknya stok dan permintaan.

Cengkeh (sumber: cookist.com)

Cengkeh (sumber: cookist.com)

Sebelum membahas mengenai harga cengkeh, kita ulas sedikit mengenai komoditas yang satu ini. Cengkeh adalah sejenis bunga kering dari Syzygium aromaticum. Cengkeh memiliki nama lain yakni cloves. Cengkeh memang berupa bunga dari pohon myrtaceae. Dalam keadaan , ini berwarna merah ketika mekar dan berwarna cokelat kehitaman apabila dikeringkan, berbentuk seperti bunga kecil, dan beraroma wangi.

Cengkeh banyak ditemui di Indonesia karena memang berasal dari Nusantara, terutama di Indonesia bagian timur. Cengkeh memiliki rasa sedikit pedas sehingga banyak digunakan untuk beberapa masakan pedas ala Eropa. Selain itu, tanaman ini juga banyak digunakan sebagai bahan utama pembuat rokok kretek karena mampu menambah aroma ketika diisap. Cengkeh banyak dijual dalam bentuk kering atau bubuk. Sangat jarang ditemui cengkeh yang dijual dalam keadaan segar. Cengkeh memiliki banyak khasiat dan mudah ditemui di pasaran.

Sejarah Komoditas Cengkeh

Pada abad keempat, pemimpin Dinasti Han dari Tiongkok memerintahkan setiap orang yang mendekatinya untuk sebelumnya mengunyah cengkeh, agar napasnya harum. Cengkeh, pala, dan merica sangat mahal di zaman Romawi. Cengkeh menjadi bahan tukar-menukar oleh bangsa Arab di abad pertengahan.

Pada akhir abad ke-15, orang Portugis mengambil alih jalan tukar-menukar di Lautan India. Bersamaan dengan itu, diambil alih juga perdagangan cengkeh dengan perjanjian Tordesillas dengan Spanyol, selain itu dilakukan juga perjanjian dengan Sultan Ternate. Kemudian, bangsa Portugis membawa banyak cengkeh yang mereka peroleh dari kepulauan Maluku ke Eropa. Pada saat itu, harga 1 kg cengkeh sama dengan harga 7 gram emas.

Perdagangan cengkeh selanjutnya didominasi oleh orang Belanda sekitar abad ke-17. Pada abad ke-17 dan ke-18, di Inggris, harga cengkeh sama dengan harga emas karena tingginya biaya impor. Pasalnya, cengkeh di negara tersebut dijadikan salah satu bahan yang sangat berkhasiat bagi warga dan sekitarnya yang mengonsumsi tanaman cengkeh tersebut. Sementara, di kurun waktu yang sama, dengan susah payah akhirnya warga Perancis berhasil membudidayakan pohon cengkeh di tanah jajahan mereka di Mauritius, tepatnya tahun 1770. Kemudian, cengkeh juga dibudidayakan di Guyana, Brasil, dan Zanzibar.

Manfaat Cengkeh

Cengkeh memiliki khasiat yang mengejutkan. Dalam bahan pangan sekecil cengkeh, terkandung banyak zat-zat bermanfaat seperti zat anti inflamasi, antibiotik, dan minyak esensial. Cengkeh bermanfaat untuk mengobati sakit gigi, mencegah radang, dan menjaga sistem pencernaan. Cengkeh juga berguna layaknya rempah-rempah lain yaitu untuk menghangatkan tubuh. Di samping itu, cengkeh juga bisa mengatasi sinusitis dan membantu merangsang keluarnya lendir yang tertahan. Tanaman ini juga baik untuk kecantikan, misalnya menghilangkan flek pada wajah dan menyembuhkan peradangan akibat jerawat.

Cengkeh segar (sumber: tinderbox.com.au)

Cengkeh segar (sumber: tinderbox.com.au)

Dalam masakan, cengkeh umumnya digunakan sebagai penambah aroma seperti pada gulai, kari, nasi kebuli, dan sebagainya. Masakan Timur Tengah banyak yang mengandung cengkeh sebagai penambah aroma. Tidak hanya itu saja, cengkeh juga dapat dijadikan hiasan misalnya pada kue nastar, bolu, dan sebagainya.

Perkembangan Komoditas Cengkeh di Indonesia

Merupakan tanaman asli Indonesia, cengkeh awalnya menjadi komoditas ekspor, namun berubah posisi menjadi komoditas yang harus diimpor karena pesatnya perkembangan industri rokok kretek di Tanah Air. Industri rokok kretek sendiri berkembang sejak akhir abad ke-19, dan tingginya kebutuhan devisa untuk memenuhi kebutuhan membuat pemerintah menetapkan program swasembada cengkeh pada tahun 1970, di antaranya melalui perluasan lahan.

Hasil dari pelaksanaan program swasembada cengkeh adalah terjadinya perkembangan luas areal yang sangat mencolok dari 82.387 ha di tahun 1970 menjadi 724.986 ha pada tahun 1990. Swasembada dinyatakan tercapai pada tahun 1991, bahkan terlampaui, tetapi bersamaan dengan itu terjadi penurunan harga. Untuk membantu mengatasi hal tersebut pemerintah campur tangan dengan mengatur tata niaga melalui pembentukan Badan Penyangga dan Pemasaran Cengkeh (BPPC), mendiversifikasi hasil, dan mengonversi sebagian areal. Sayangnya, upaya-upaya ini tidak berhasil karena harga tidak kunjung membaik.

Pada tahun 2017 lalu, harga komoditas cengkeh berangsur naik karena yang anjlok hingga 70 persen, sedangkan kebutuhan akan komoditas tersebut makin tinggi. Pada awal semester kedua atau bulan Juli 2017, harga cengkeh di Bali bisa mencapai Rp100 ribu per kilogram. Sayangnya, hasil panen yang anjlok membuat para petani cengkeh tidak dapat banyak menikmati kabar gembira tersebut.

Selain curah hujan yang cukup tinggi dan berlangsung dalam waktu yang cukup lama, menurunnya produksi tanaman cengkeh juga disebabkan cara pemetikan pada panen sebelumnya, di samping pemeliharaan yang kurang maksimal. Saat panen, daun pada pangkal bunga banyak yang rontok sehingga otomatis memengaruhi pertumbuhan bunga.

Kemudian, pada tahun 2019, harga cengkeh ternyata mengalami penurunan. Memang, dari segi hasil panen, jumlah cengkeh terbilang berlimpah. Namun, untuk harga, banyak petani mengaku dilematis karena harganya cenderung turun di pasaran. Jika di bulan Agustus bisa mencapai angka Rp75 ribuan per kilogram, maka mengalami penurunan menjadi Rp68 ribuan per kilogram di bulan September.

Harga Cengkeh di Indonesia

Cengkeh - jakarta.tribunnews.com

Cengkeh - jakarta.tribunnews.com

WilayahHarga Cengkeh
AmbonRp69.000 per kg
Boolang Mongondow Rp73.000 – Rp75.000 per kg
BoneRp68.000 per kg
Bulukumba Rp60.000 per kg
Jembrana BaliRp75.000 per kg
ManadoRp70.000 per kg
PurwakartaRp70.000 per kg
SukabumiRp60.000 – Rp70.000 per kg

Perlu diketahui, harga cengkeh di atas merupakan harga untuk cengkeh kering. Sementara, untuk cengkeh basah, harganya sekarang berada di kisaran Rp20 ribu hingga Rp25 ribuan per kg. Harga cengkeh kering tersebut kami rangkum dari berbagai sumber dan bisa berubah sewaktu-waktu, tergantung hasil panen dan permintaan.

[Update: Panca]

Baca juga  Info Terbaru Harga Jeruk Lemon Lokal dan Impor per Kg
loading...
author
Sudah lama lulus dari S-1 di kampus PTN ternama. Penyuka musik dan sedikit audiophile.

Leave a reply "Info Terbaru Harga Cengkeh di Indonesia"