Update Info Terbaru Harga Komoditas Cengkeh di Indonesia

Cengkeh alias cengkih hingga saat ini masih menjadi salah satu komoditas unggulan Indonesia. Selain digunakan sebagai salah satu bumbu untuk memasak, cengkeh banyak diburu untuk digunakan sebagai salah satu baku pembuatan rokok. Adapun untuk tahun 2018 ini prediksi jumlah angka produksi cengkeh diperkirakan akan lebih baik. Apabila tidak ada gangguan cuaca, produksi cengkeh bisa mencapai 110.000-130.000 ton.

Sebelum membahas mengenai harga cengkeh, kita ulas sedikit mengenai komoditas yang satu ini. Cengkeh adalah sejenis bunga kering dari Syzygium aromaticum. Cengkeh memiliki nama lain yakni cloves. Cengkeh memang berupa bunga dari pohon myrtaceae. Dalam keadaan segar, ini berwarna merah ketika mekar dan berwarna cokelat kehitaman apabila dikeringkan, berbentuk seperti bunga kecil, dan beraroma wangi.

Cengkeh - jakarta.tribunnews.com

Cengkeh - jakarta.tribunnews.com

Cengkeh banyak ditemui di Indonesia karena memang berasal dari Nusantara, terutama di Indonesia bagian timur. Cengkeh memiliki rasa sedikit pedas sehingga banyak digunakan untuk beberapa jenis masakan pedas ala Eropa. Selain itu, tanaman ini juga banyak digunakan sebagai bahan utama pembuat rokok kretek karena mampu menambah aroma ketika diisap. Cengkeh banyak dijual dalam bentuk kering atau bubuk. Sangat jarang ditemui cengkeh yang dijual dalam keadaan segar. Cengkeh memiliki banyak khasiat dan mudah ditemui di pasaran.

Sejarah Komoditas Cengkeh

Pada abad keempat, pemimpin Dinasti Han dari Tiongkok memerintahkan setiap orang yang mendekatinya untuk sebelumnya mengunyah cengkeh, agar napasnya harum. Cengkeh, pala, dan merica sangat mahal di zaman Romawi. Cengkeh menjadi bahan tukar-menukar oleh bangsa Arab di abad pertengahan.

Pada akhir abad ke-15, orang Portugis mengambil alih jalan tukar-menukar di Lautan India. Bersamaan dengan itu, diambil alih juga perdagangan cengkeh dengan perjanjian Tordesillas dengan Spanyol, selain itu dilakukan juga perjanjian dengan Sultan Ternate. Kemudian, bangsa Portugis membawa banyak cengkeh yang mereka peroleh dari Kepulauan Maluku ke Eropa. Pada saat itu, harga 1 kg cengkeh sama dengan harga 7 gram emas.

Perdagangan cengkeh selanjutnya didominasi oleh orang Belanda sekitar abad ke-17. Pada abad ke-17 dan ke-18, di Inggris, harga cengkeh sama dengan harga emas karena tingginya biaya impor. Pasalnya, cengkeh di negara tersebut dijadikan salah satu bahan yang sangat berkhasiat bagi warga dan sekitarnya yang mengonsumsi tanaman cengkeh tersebut. Sementara, di kurun waktu yang sama, dengan susah payah akhirnya warga Perancis berhasil membudidayakan pohon cengkeh di tanah jajahan mereka di Mauritius, tepatnya tahun 1770. Kemudian, cengkeh juga dibudidayakan di Guyana, Brasil, dan Zanzibar.

Manfaat Cengkeh

Cengkeh memiliki khasiat yang mengejutkan. Dalam bahan pangan sekecil cengkeh, terkandung banyak zat-zat bermanfaat seperti zat anti inflamasi, antibiotik, dan esensial. Cengkeh bermanfaat untuk mengobati sakit gigi, mencegah radang, dan menjaga pencernaan. Cengkeh juga berguna layaknya rempah-rempah lain yaitu untuk menghangatkan tubuh. Di samping itu, cengkeh juga bisa mengatasi sinusitis dan membantu merangsang keluarnya lendir yang tertahan. Tanaman ini juga baik untuk kecantikan, misalnya menghilangkan flek pada wajah dan menyembuhkan peradangan akibat jerawat.

Dalam masakan, cengkeh umumnya digunakan sebagai penambah aroma seperti pada gulai, kari, nasi kebuli, dan sebagainya. Masakan Timur Tengah banyak yang mengandung cengkeh sebagai penambah aroma. Tidak hanya itu saja, cengkeh juga dapat dijadikan hiasan misalnya pada kue nastar, bolu, dan sebagainya.

Perkembangan Komoditas Cengkeh di Indonesia

Merupakan tanaman asli Indonesia, cengkeh awalnya menjadi komoditas ekspor, namun berubah posisi menjadi komoditas yang harus diimpor karena pesatnya perkembangan industri rokok kretek di Tanah Air. Industri rokok kretek sendiri berkembang sejak akhir abad ke-19, dan tingginya kebutuhan devisa untuk memenuhi kebutuhan membuat pemerintah menetapkan swasembada cengkeh pada tahun 1970, di antaranya melalui perluasan lahan.

Cengkeh - www.kaskus.co.id

Cengkeh - www.kaskus.co.id

Hasil dari pelaksanaan program swasembada cengkeh adalah terjadinya perkembangan luas areal yang sangat mencolok dari 82.387 ha di tahun 1970 menjadi 724.986 ha pada tahun 1990. Swasembada dinyatakan tercapai pada tahun 1991, bahkan terlampaui, tetapi bersamaan dengan itu terjadi penurunan harga. Untuk membantu petani mengatasi hal tersebut pemerintah campur tangan dengan mengatur tata niaga melalui pembentukan Badan Penyangga dan Pemasaran Cengkeh (BPPC), mendiversifikasi hasil, dan mengonversi sebagian areal. Sayangnya, upaya-upaya ini tidak berhasil karena harga tidak kunjung membaik.

Harga Cengkeh

Pada tahun 2017 lalu, harga komoditas cengkeh berangsur naik karena produksi yang anjlok hingga 70 persen, sedangkan kebutuhan akan komoditas tersebut makin tinggi. Pada awal semester kedua atau bulan Juli 2017, harga cengkeh di Bali bisa mencapai Rp100 ribu per kilogram. Sayangnya, hasil panen yang anjlok membuat para petani cengkeh tidak dapat banyak menikmati kabar gembira tersebut.

Selain curah hujan yang cukup tinggi dan berlangsung dalam waktu yang cukup lama, menurunnya produksi tanaman cengkeh juga disebabkan cara pemetikan pada panen sebelumnya, di samping pemeliharaan yang kurang maksimal. Saat panen, daun pada pangkal bunga banyak yang rontok sehingga otomatis memengaruhi pertumbuhan bunga.

Sementara itu pada tahun 2018 ini meski memasuki masa panen raya, harga cengkeh di sejumlah wilayah rupanya kurang menggembirakan. Jika tahun lalu harga cengkeh bisa mencapai Rp 120 ribu per kilogram, maka tahun harga cengkeh di Purwakarta hanya berkisar Rp 88 ribu saja per kg. Sedangkan di Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan harga cengkeh juga berada di bawah Rp 100 ribu, yakni Rp 80 ribu per kg.

Nah, bagi Anda yang saat ini sedang membutuhkan informasi terbaru harga cengkeh, berikut kami sampaikan daftarnya untuk Anda.

WilayahHarga Cengkeh per Kg (Rp)
BasahKering
Cianjur, Jawa Barat-100.000
Ambon-102.000
Bali-100.000
Purworejo-150.000
Jakarta35.00095.000
Surabaya33.00093.000
Bandung32.00094.500
Medan31.00091.000
Semarang28.000 – 35.00092.000
Manado32.00094.000
Lampung32.00090.000
Denpasar-95.000
Balikpapan35.00093.000
Samarinda33.00092.000
Jawa Timur33.00090.000
Makassar33.00093.000
Manado32.00094.000

Daftar harga tersebut kami rangkum dari berbagai sumber dan bisa berbeda-beda di masing-masing wilayah, tergantung tingkat produksi dan permintaan.

[Dian]

Baca juga  Info Terbaru Harga Kayu Nangka (Berbagai Ukuran)
loading...
author
Sudah lama lulus dari S-1 di kampus PTN ternama. Penyuka musik dan sedikit audiophile.

Leave a reply "Update Info Terbaru Harga Komoditas Cengkeh di Indonesia"