Rincian Lengkap Tarif PPh Pasal 23 di Indonesia

No comment 897 views

Jika Anda seorang Wajib , pasti sudah tidak asing lagi dengan Penghasilan atau biasa disingkat dengan PPh. PPh merupakan yang dikenakan kepada orang pribadi atau badan yang sudah memiliki penghasilan, dengan ketentuan tertentu. PPh sendiri terdiri dari berbagai macam, salah satunya PPh Pasal 23.

Pajak Penghasilan - www.teropongbisnis.com

Pajak Penghasilan - www.teropongbisnis.com

PPh Pasal 23 adalah pajak yang dipotong atas penghasilan yang berasal dari modal, penyerahan , atau hadiah dan penghargaan, selain yang dipotong PPh Pasal 21. Biasanya, PPh Pasal 23 dikenakan saat adanya di antara dua pihak, dengan pihak yang berlaku sebagai penjual atau penerima penghasilan akan dikenakan PPh Pasal 23, sedangkan pihak pemberi penghasilan atau pembeli akan memotong dan melaporkannya kepada kantor pajak.

Secara umum, hampir semua penghasilan bisa dikenakan ketentuan PPh Pasal 23. Rincian detailnya dapat dilihat di bawah ini.

  • Dividen.
  • Bunga, termasuk premium, diskonto, dan imbalan sehubungan dengan jaminan pengembalian utang.
  • Royalti.
  • Hadiah, penghargaan, bonus, dan sejenisnya selain yang telah dipotong Pajak Penghasilan (PPh), yaitu penghasilan yang diterima atau diperoleh Wajib Pajak dalam negeri orang pribadi yang berasal dari penyelenggara kegiatan sehubungan dengan pelaksanaan suatu kegiatan.
  • Sewa dan penghasilan lain sehubungan dengan penggunaan harta, kecuali sewa dari penghasilan lain sehubungan dengan penggunaan harta yang telah dikenai PPh sebagaimana dimaksudkan dalam Pasal 4 ayat (2) UU PPh.
  • Imbalan sehubungan dengan jasa teknik, jasa manajemen, jasa konstruksi, jasa konsultan, dan jasa lain selain jasa yang telah dipotong PPh sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21 UU PPh.
Baca juga  Update Harga Pasang Iklan di Televisi Nasional 2017

PPh Pasal 23 dikenakan atas Dasar Pengenaan Pajak (DPP) atau jumlah bruto dari penghasilan. Di dalam PPh Pasal 23, terdapat dua jenis yang diberlakukan, yaitu 15 persen dan 2 persen, tergantung dari objek pajaknya. Berikut rincian lengkap PPh Pasal 23 yang berlaku di .

Tarif PPh Objek Pajak
15 persen dari jumlah bruto Dividen (kecuali pembagian dividen kepada orang pribadi dikenakan final, bunga, dan royalti)
Hadiah dan penghargaan selain yang telah dipotong PPh Pasal 21
2 persen dari jumlah bruto Sewa dan penghasilan lain sehubungan dengan penggunaan harta, kecuali sewa tanah dan/atau
2 persen dari jumlah bruto Imbalan jasa teknik, jasa manajemen, jasa konstruksi, dan jasa konsultan
2 persen dari jumlah bruto Imbalan jasa penilai, aktuaris, akuntansi, pembukuan, atestasi laporan keuangan, perancang, pengeboran bidang migas kecuali yang dilakukan BUT, penunjang penambangan migas, penambangan dan jasa penunjang penambangan selain migas, penunjang di bidang penerbangan dan bandara, penebangan hutan, pengolahan limbah, penyedia tenaga kerja, perantara dan/atau keagenan, bidang perdagangan surat-surat berharga, kustodian/penyimpanan/penitipan, pengisian suara (dubbing) dan/atau sulih suara, mixing film, sehubungan dengan software , sehubungan dengan software dan , perawatan/pemeliharaan/pemeliharaan mesin dan , maklon, penyelidikan dan keamanan, penyelenggara kegiatan atau event organizer, pengepakan, penyediaan tempat dan/atau waktu dalam media massa, pembasmian hama, kebersihan atau cleaning service, dan katering atau tata boga
Baca juga  Update Tarif Upah Tukang Bangunan (Harian dan Borongan)
loading...
author
Anak band yang gak suka nonton boyband. Sudah lama lulus dari S-1 di kampus PTN ternama. Pernah dipaksa baca berita infotainmen tiap hari sampai akhirnya memutuskan lebih suka info teknologi yang lebih sedikit gosip.

Leave a reply "Rincian Lengkap Tarif PPh Pasal 23 di Indonesia"