Info Terkini Harga Kopi Robusta di Tingkat Petani

No comment10951 views

Saat ini, tren meminum bukan lagi sebagai penghilang kantuk, melainkan telah menjadi bagian dari gaya hidup, sehingga permintaan pun semakin melonjak. Dari sekian banyak yang ada di , jenis memang memiliki penggemar yang tidak sedikit. Selain rasanya yang nikmat, harganya pun relatif terjangkau.

Citarasa kopi tidak hanya terbatas pada kata ‘pahit’, karena rasa kopi lebih kompleks dan kaya. Rasa kopi umumnya ditentukan oleh banyak hal, mulai dari jenis atau varietasnya, lokasi penanamannya, lingkungan sekitar, serta pengolahan bijinya. Itu sebabnya, meski berjenis sama, rasa kopi tetap memiliki aroma yang berbeda.

Harga, kopi, robusta, di, tingkat, petani, jenis, varietas, arabica, arabika, per, kg, kilo, perbedaan, rasa,

Ilustrasi seduhan kopi robusta

Jenis kopi arabica dan robusta sendiri adalah varietas terbesar yang ada di dan digunakan di sebagian besar kedai kopi. Namun ternyata, tidak sedikit yang belum mengetahui karakteristik dari kedua varietas tersebut.  Pada varietas Robusta, kopinya berbentuk lebih bulat dan seringkali lebih besar. Kopi robusta bisa ditanam pada ketinggian di bawah 1.000 meter permukaan laut dengan suhu antara 24 hingga 30 derajat Celcius. Tanaman kopi jenis ini lebih kuat serta tahan

Kopi robusta konon ditemukan pertama kali di Kongo pada tahun 18981 oleh ahli botani asal Belgia. Robusta merupakan tanaman asli Afrika yang meliputi daerah Kongo, Sudan, Liberia, dan Uganda. Kop tersebut mulai dikembangkan secara besar-besaran di awal abad ke-20 oleh pemerintahan kolonial Belanda di Indonesia.

Hingga saat ini, perkebunan-perkebunan kopi di Indonesia didominasi jenis robusta. Dalam perdagangan komoditas kopi global, Indonesia merupakan penghasil kopi robusta terbesar dunia setelah Vietnam dan Brasil. Lebih dari 80% perkebunan kopi di Indonesia ditanami robusta, sekitar 17% ditanami arabika, dan sebagian kecil sisanya ditanami liberika dan excelsa.

Nama robusta diambil dari kata ‘robust’, istilah dalam bahasa Inggris yang artinya kuat. Sesuai dengan namanya, minuman yang diekstrak dari biji kopi robusta memiliki citarasa yang kuat dan cenderung lebih pahit dibanding arabika. Jika dibandingkan dengan arabica, robusta memiliki tingkat kafein yang lebih tinggi, antara 1,7% hingga 4% sehingga rasanya lebih pahit, dan tingkat keasamannya lebih rendah.

Biji kopi robusta banyak digunakan sebagai kopi siap saji (instan) dan pencampur kopi racikan (blend) untuk menambah kekuatan citarasa kopi. Selain itu, biasa juga digunakan untuk membuat minuman kopi berbasis susu seperti cappuccino, cafe latte, dan macchiato, karena harganya relatif lebih murah.

Biji kopi robusta memang dianggap inferior dan dihargai lebih rendah dibanding arabika. Secara global, produksi robusta menempati urutan kedua setelah arabika. Robusta bisa tiga kali panen dalam satu tahun, hal ini karena ditanam di suhu rendah. Beberapa daerah yang terkenal dengan kopi robusta di Indonesia antara lain Lampung, juga beberapa wilayah penghasil kopi di Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara. 

Kopi robusta cenderung memiliki variasi rasa yang netral, terkadang juga memiliki rasa atau aroma seperti gandum. Sebelum disangrai, biji kopi ini memiliki aroma kacang-kacangan. Yang disayangkan, amat jarang untuk menemukan robusta berkualitas tinggi di pasaran. Orang biasanya akan menjumpai rasa yang lebih menyerupai cokelat. Bau yang dihasilkan juga manis. Sementara, tekstur dari kopi ini cenderung kasar dan memiliki warna yang bervariasi. 

Sementara, untuk pohonnya, pohon robusta lebih rentan diserang serangga. Pohon Robusta tumbuh pada dataran rendah yaitu sekitar 700 m dpl, dengan jumlah biji kopi yang dihasilkan juga lebih tinggi. Untuk proses berbunga, diperlukan waktu hingga 10 bulan yang nantinya menjadi . Jenis kopi ini berbuah pada suhu udara yang lebih hangat.

Biji Kopi Matang - tanameracoffee.com

Biji Kopi Matang - tanameracoffee.com

Harga Kopi Robusta

Untuk harganya sendiri, saat ini harga kopi untuk jenis arabica dan robusta yang dijual oleh bervariasi tergantung kualitasnya. Kopi robusta di tingkat daerah Pangandaran misalnya, sekarang dijual dengan harga Rp18 ribuan per kg, sedangkan varian super harganya Rp45 ribuan per kg. Dibandingkan tahun sebelumnya, harga tersebut relatif stabil. Tahun lalu, harganya berkisar Rp17 ribu sampai Rp25 ribuan per kg.

Meski demikian, ada pula daerah yang menjual kopi robusta dengan harga yang lebih tinggi. Kopi asal Kampung Sarongge, Desa Ciputri, Kecamatan Pacet, Cianjur misalnya, tahun kemarin dihargai sekitar Rp30 ribuan per kg, dari semula Rp17 ribuan per kg. Melonjaknya harga komoditas ini terutama disebabkan naiknya permintaan dari berbagai daerah, sedangkan hasil panen tergolong minim.

(Panca)

Baca juga  Keunggulan, Cara Menanam, dan Harga Bibit Durian Montong
loading...
author
Mengetahui harga-harga, dan mengikuti dinamikanya adalah proses mengasah kecerdasan finansial. Be Smart!

Leave a reply "Info Terkini Harga Kopi Robusta di Tingkat Petani"