Jadi, untuk harga Effendy mematok dari minat dan pasar yang ada. Jika bunga semakin banyak dicari, harganya juga bisa jadi makin tinggi. Hal senada disampaikan Suliman, 41, pedagang bunga lainnya. Dia menjelaskan, bunga pucuk merah selama setahun ini masih mampu menggaet peminat tanaman hias."Tanaman hias yang masih langgeng di tahun ini, ya, si Pucuk Merah, peminatnya juga masih banyak" tegas Suliman.
Sayangnya untuk penjualan bunga hias, cukup sulit karena sifatnya yang musiman. Bunga hias yang pasarannya bergantung dari tren dan musim membuat Suliman harus pintar-pintar menghitung pemesanan bunga agar tidak mengalami kerugian.
"Harga tanaman hias ini kapan pun bisa turun. Contohnya bunga gelombang cinta yang dulu Rp 4 juta sekarang dijual Rp 400 ribu pun tidak ada yang nawar," terang Suliman.
Berkaca dari musim-musim laris penjualan bunga, Suliman akan memperbanyak stok bunga hias dan toga di lapak bunganya. Menurutnya, tanaman yang sering dicari adalah tanaman hias dan tanaman toga di musim-musim menjelang Masa Orientasi Siswa (MOS). Karena kebanyakan dari mereka membutuhkan tanaman sebagai kebutuhan tugas ditambah lagi di musim menjelang hari raya. (mg1/c4/ris)
Kategori: Agribisnis, Lain-lain
Tag: bunga, Gresik, perumahan, tanaman hias