Info Terbaru Harga Songkok Awing, Peci Beludru Produk Khas Gresik

bukan hanya dikenal sebagai Kota Wali. Daerah ini juga memiliki banyak produk unggulan khas santri, termasuk (kopiah). Bahkan Awing telah berhasil menembus pasar dunia, padahal hanya diproduksi di sebuah gang kecil yang ada di Kota Gresik.

Songkok atau kopiah tidak hanya dipakai untuk acara keagamaan atau ibadah. Sejak populer dikenakan oleh Presiden Pertama RI, Ir. Soekarno, songkok menjadi identitas di mata dunia.

Songkok Awing - (Sumber: grosirsarungmurahsurabaya.blogspot.co.id)

Songkok Awing - (Sumber: grosirsarungmurahsurabaya.blogspot.co.id)

Menurut Kepala Produksi Songkok Awing, kualitas songkok asal Gresik tersebut sudah tidak diragukan lagi. Bahkan barang produksinya tersebut menjadi favorit para pejabat sampai presiden, dari Bung Karno, sampai Pak Jokowi.

Songkok Awing didirikan sejak tahun 1986 oleh H. Anwar Ilyas dengan mengkoordinasi beberapa perajin songkok yang ada di Blandongan. Dengan salah satu orang kepercayannya, Abed Hakim atau biasa dipanggil Awing, mereka membuat inovasi songkok tanpa kertas. Dulunya, bagian dalam songkok menggunakan kertas karton. Selain tidak tahan lama, songkok cenderung panas jika dikenakan.

Oleh sebab itu, Songkok Awing beralih menggunakan bahan kain yang kaku dan keras sebagai pengganti kertas. Kelebihan mengggunakan kerangka berbahan kain keras ini lebih nyaman dan enak penggunaannya.

Kain-kain tersebut diimpor dari Jepang, sedangkan bagian luar berbahan beludru lokal maupun impor dari Korea Selatan dan Amerika Serikat. Harga kainnya mungkin memang lebih mahal, tetapi kualitasnya terjamin.

Harga awal songkok yang menggunakan kerangka berbahan kertas dijual Rp 3.000, sedangkan yang menggunakan bahan kain keras mencapai lima kali lipatnya, Rp 15.000. Produksi songkok tersebut direspons baik oleh .

Songkok seharga Rp 15 ribu bikinan Awing itu mampu menarik banyak konsumen. Dan perajin lain pun membuntuti langkah Awing. Perlahan-lahan Awing dikenal oleh banyak konsumen dan itu semakin mengembangkan sayapnya. Hingga tahun 1992, Awing membuka cabang di Jakarta dan kewalahan menerima order.

Dengan memproduksi songkok kualitas premium, Songkok Awing berhasil memimpin pasar domestik. Bahkan, sampai diekspor ke luar negeri, mulai Singapura, Brunei Darussalam, Malaysia, hingga ke Timur Tengah. Kantor cabangnya yang ada di Jakarta juga laris manis diburu pejabat dan masyarakat ekonomi menengah ke atas.

Harga Songkok Awing di tahun ini, dijual dengan kisaran harga Rp 70.000-Rp 100.000 ke atas. Mengenai informasi daftar harga Songkok Awing dapat dilihat pada tabel berikut.

Daftar Harga Songkok Awing 2017

Songkok Awing Harga (Rp)
Songkok Bulat Awing Merpati Border Perak Alhabsyi 115.000
Songkok Kopyah Awing Elegant Laser Pyramid 172.400-191.500
Peci Songkok Hitam Awing tinggi 12 105.000
Songkok Peci Awing Full AC 107.500
Kopyah Songkok Peci Awing AC Hitam GY-621 132.600-135.500
Songkok Kopyah Peci Awing Presiden 70.000-85.000
Songkok Putih Awing Lahore 102.500
Kopyah Songkok Awing Antique Emas 120.000
Songkok Peci Bulat Awing Hokie Teratai 107.500
Songkok Kopyah Peci Awing Zavier Perak 109.500
Songkok Kopyah Peci Susun Awing New 123.000

Permintaan songkok mencapai puncaknya pada tiga bulan menjelang Ramadan, dan saat bulan Syawal. Pesanan dapat meningkat hingga 30 persen dibandingkan dengan bulan-bulan biasa. Produksi Songkok Awing dapat mencapai lebih dari 90 ribu buah.

Sedangkan untuk dalam negeri, produksi songkok banyak dikirim ke daerah Jawa Barat, sekitar 20 ribu songkok. Hal ini dikarenakan, pasar produk tersebut berada di daerah Jawa Barat dan Jakarta.

Peci Beludru Awing - (Sumber: bukalapak.com)

Peci Beludru Awing - (Sumber: bukalapak.com)

Menyangkut omzet, pada saat memasuki bulan Ramadan, pendapatan yang masuk dapat mencapai angka Rp 4 miliar. Jika hari-hari biasa, penjualan songkok laku setengah dari penjualan saat memasuki Ramadan.

Dengan memperhatikan kualitas produknya, Songkok Awing kini memisahkan diri dari kerumunan persaingan industri songkok yang tidak sehat. Terbukti, Songkok Awing kini mampu menguasai pasar domestik dengan sebaran pemasaran hampir di seluruh provinsi di Indonesia.

Membidik konsumen menengah ke atas, Songkok Awing tidak luput memperhatikan pembeli cilik. Pemilik mengklaim, pihaknya juga pionir dalam penjualan songkok untuk anak-anak. Konsumen anak-anak cenderung tidak suka memakai songkok karena gerah dan terlihat seperti rang tua. Oleh sebab itu, dikeluarkanlah seri Soga atau Songkok Gaul atau Songkok Gambar, dengan gambar yang sedang menjadi tren masa kini, seperti Spongebob, Shaun the Sheep, hingga Naruto.

Lantas, darimana sebenarnya asal usul songkok/kopyah/peci tersebut? Konon, peci merupakan rintisan dari Sunan Kalijaga. Pada mulanya beliau membuat mahkota khusus untuk Sultan Fatah yang diberi nama kuluk yang memiliki bantuk lebih sederhana daripada mahkota ayahnya, Raja terakhir Majapahit Brawijaya V. Mahkota itu disebut Kuluk dan mirip kopyah, hanya ukurannya lebih besar.

Hal itu agar sesuai ajaran Islam yang egaliter. Raja dan rakyat sama kedudukannya di hadapan Allah SWT. Hanya ketakwaan yang membedakan. Namun, ada pula yang berpendapat bahwa Laksmana Ceng Ho yang membawa peci ke Indonesia.

Peci berasal dari kata Pe (artinya delapan) dan Chi (artinya energi), sehingga arti peci itu sendiri merupakan alat untuk penutup bagian tubuh yang bisa memancarkan energinya ke delapan penjuru angin. Penutup kepala khas ini, ada juga yang menyebutnya Songkok yang berarti ‘Kosong dari Mangkok’, artinya, hidup ini seperti mangkok yang kosong.

Harus diisi dengan ilmu dan berkah. Sementara kata Kopiah berasal dari ‘Kosong karena Dipuah’, maknanya, kosong karena dibuang (di-pyah). Apa yang dibuang? Kebodohan dan rasa iri hati serta dengki yang merupakan penyakit hati. Keabsahan kisah di atas memang masih perlu dipertanyakan. Tetapi, yang jelas, peci merupakan pemandangan umum di tanah melayu sejak abad 13.

loading...

Leave a reply "Info Terbaru Harga Songkok Awing, Peci Beludru Produk Khas Gresik"