Update Terkini Harga Selada per Kg di Pasaran

No comment20595 views

Selama ini selada nyaris lebih banyak menjadi penghias makanan, padahal kaya zat gizi dan sangat baik bagi kesehatan. Jenis sayuran ini dapat melindungi paru, mencegah kanker dan stroke, memelihara hati, serta mengatasi anemia dan bronkitis. Oleh sebab itu selada banyak diminati untuk makanan sehari-hari, terlebih karena harga banderolnya juga relatif terjangkau.

Selada (Lactuca sativa) jika dilihat sepintas bentuknya seperti lobak yang berdaun kembang. Selada merupakan tanaman paling populer di antara tanaman salad lainnya. Pada tahun 1952, nilai komersial tanaman selada sebagai sayuran di Amerika Serikat, hanya dapat dilampaui oleh kentang dan .

Ilustrasi: Menanam Selada (credit: Gilmour)

Ilustrasi: Menanam Selada (credit: Gilmour)

Tanaman yang satu ini diperkirakan telah mulai dijadikan usaha sejak 2.500 tahun lalu. Tanaman selada diduga berasal dari Asia Barat. Berawal dari kawasan Asia Barat dan Amerika, tanaman ini kemudian meluas ke berbagai negara. Daerah penyebaran selada antara lain Karibia, Malaysia, Afrika Timur, Afrika Tengah, Afrika Barat, dan Filipina.

Dalam perkembangan selanjutnya, pembudidayaan selada meluas ke negara-negara yang beriklim sedang maupun panas. Beberapa negara telah mengembangkan dan menciptakan varietas unggulan, seperti di Jepang, Taiwan, Thailand, Amerika Serikat, dan Belanda.

Di Indonesia, selada belum berkembang pesat sebagai sayuran komersial. Daerah yang banyak ditanami selada masih terbatas pada pusat-pusat produsen sayuran seperti Cipanas (Cianjur) dan Lembang (Bandung). Selada termasuk famili Asteraceae dan genus Lactuca. Yang termasuk dalam famili ini adalah selada daun. Selama ini banyak orang salah kaprah dan menganggap selada daun sama dengan selada air, padahal selada air berasal dari famili yang berbeda.

Selada daun memiliki daun berwarna hijau segar, tepinya bergerigi atau berombak, dan lebih enak dimakan mentah. Varietas selada daun yang ditanam di Indonesia umumnya berasal dari luar negeri. Selada air berasal dari famili Brassicaceae dan mempunyai nama Latin berbeda, yaitu Nasturtium officinale. Selada air mempunyai ciri-ciri batang berongga dengan daun lonjong bertangkai. Daerah asalnya adalah wilayah timur Mediterania dan wilayah yang berbatasan dengan Asia.

Selada air mengandung komponen antioksidan lengkap, sehingga mampu meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan mendetoksifikasi racun tubuh. Sebuah studi telah memfokuskan pada sifat-sifat antikanker yang dimiliki selada air, terutama kandungan antioksidannya yang tinggi. Jenis selada ini juga terbukti mampu mengobati tuberkulosis, kudis, dan bersifat antibakteri. Kualitas antikudis ini sudah digunakan sejak berabad-abad lalu dengan menggunakan selada sebagai tradisional.

Harga, selada, per, kg, air, daun, jenis, romaine, lettuce, jenis, sayuran, penghias, makanan, zat, gizi, kesehatan, kanker, stroke, paru, hati, anemia, bronkitis, fluktuasi, pasar, manfaat, kebutuhan, pangan, musim, kutu, jamur, petani, pupuk, penelitian, komponen, antioksidan, panen, komersial,

Mengolah selada untuk dikonsumsi

Dalam penelitian terbaru, selada air mengindikasikan dapat melindungi paru-paru perokok dari bahan karsinogenik yang ada dalam tembakau maupun asap rokok. Konsumsi selada air membantu menghambat terbentuknya NKK, yaitu zat karsinogenik dalam tembakau yang menyumbang terjadinya kanker paru, kanker mulut, dan tenggorokan.

Hal ini dimungkinkan karena daun selada air mengandung PEITC (phenethyl isothiocyanate) yang keluar bila daun ini dikunyah, yang merupakan kemopreventif pelawan kanker paru. Penelitian juga membuktikan bahwa selada air berkhasiat menangkal radang selaput lendir pada saluran pernapasan.

Di Jerman, selada air digunakan untuk mengobati saluran kencing pada anak-anak. Bubuk daun selada di India digunakan sebagai peluruh dahak untuk mengobati bronkitis dan gangguan liver. Selain itu, selada air juga bersifat peluruh kencing, pencahar, peningkat stamina. Berguna pula dalam mengatasi anemia, eksim, gangguan ginjal dan liver, tumor, bisul, dan kutil karena kaya akan antioksidan dan fitokimia.

Dalam pengobatan tradisional, daun selada air segar digunakan untuk membersihkan darah dan mengobati pasien yang mengalami gangguan metabolik kronis serta astenia (kelemahan). Daun selada air yang dilumatkan lalu digunakan sebagai masker wajah bisa mengatasi jerawat, bintik-bintik, atau noda hitam.

Selada kaya akan kandungan vitamin A, C, E, beta karoten, seng, asam folat, magnesium, kalsium, zat besi, mangan, fosfor, dan natrium. Namun, dalam beberapa kasus, selada air dapat mengganggu orang yang mempunyai masalah pencernaan berat atau tukak lambung. Seperti jenis sayur-sayuran lainnya, selada juga mengandung komponen gizi yang cukup baik, terutama vitamin A dan vitamin K. Kandungan gizi tiap jenis selada berbeda-beda.

Kandungan vitamin A paling banyak terdapat pada selada yang berwarna merah. Sementara kandungan vitamin C tertinggi terdapat pada selada jenis romaine lettuce. Kombinasi vitamin C dan betakaroten pada selada sangat baik untuk menjaga kesehatan jantung karena dapat mencegah oksidasi kolesterol.

Selada Romaine

Ilustrasi: Romaine Lettuce (credit: Medical News Today)

Ilustrasi: Romaine Lettuce (credit: Medical News Today)

Romaine lettuce atau yang lebih dikenal dengan selada romaine masuk dalam keluarga Lactuca Sativa (selada). Tanaman sayur yang bernama Latin Lactuca Sativa var. Longifolia ini dapat dibudidayakan dengan dua cara, yakni cara konvensional lewat tanah dan hidroponik lewat media air.

Para petani selada air di Indonesia pun bisa memilih diantara kedua cara budidaya tersebut. Sistem hidroponik dianggap sebagai cara tercepat untuk membudidayakan selada romaine dibandingkan cara konvensional. Mahalnya harga bibit selada romaine membuat para petani harus memutar otak untuk menutup biaya produksi dengan waktu panen lebih cepat.

Benih selada romaine harganya mencapai Rp400.000 per 100 gram. Sistem hidroponik lebih cepat dan praktis. Tidak perlu repot memindahkan media tanam juga. Kalau di tanah, harus dipindah ke media yang lebih luas. Butuh waktu sekitar 50 hari selada romaine siap panen.

Namun, menanam selada romaine lewat hidroponik membutuhkan pasokan air dan kondisi wadah yang bersih. Selain itu, nutrisi berupa pupuk cair juga harus rutin diberikan.

Pupuk cair diberikan setiap pergantian air yang dilakukan satu atau dua minggu sekali. Kebersihan air dan wadah ini bakal berpengaruh pada timbulnya penyakit yang kerap menyerang tanaman selada romaine. Jika air dan wadahnya kotor, maka penyakit akan mudah datang. Kalau musim kemarau biasanya kutu, kalau musim hujan biasanya jamur atau mata kodok. Wabah kutu maupun jamur menyerang daun tanaman selada romaine. Penyakit tersebut cepat menular. Cara yang paling ampuh untuk menghentikannya adalah dengan menyiangi daun yang terkena kutu atau jamur.

Harga, selada, per, kg, air, daun, jenis, romaine, lettuce, jenis, sayuran, penghias, makanan, zat, gizi, kesehatan, kanker, stroke, paru, hati, anemia, bronkitis, fluktuasi, pasar, manfaat, kebutuhan, pangan, musim, kutu, jamur, petani, pupuk, penelitian, komponen, antioksidan, panen, komersial,

Selada romaine dijual di supermarket (sumber: newscientist.com)

Harga Selada per Kg

MarketplaceHarga per Kg Sebelumnya (Rp)Harga per Kg Sekarang (Rp)
Pasar Induk Nusantara20.000 (selada keriting)

40.000 (selada Romaine)

25.000 (selada keriting)

30.000 (selada Romaine)

Blibli 23.000 (selada keriting)

30.000 (selada Romaine)

18.000 (selada keriting)

50.000 (selada Romaine)

Tokopedia33.000 (selada keriting)

24.000 (selada Romaine)

20.300 (selada keriting)

27.100 (selada Romaine)

Brambang28.000 (selada keriting)

90.500 (selada Romaine)

23.400 (selada keriting)

74.000 (selada Romaine)

Sejumlah harga sayuran di pasaran bergerak naik selama 2019. Misalnya di Medan, selada yang biasa dipasarkan dengan harga Rp13 ribu per kg. Padahal untuk harga normalnya dapat dijual Rp10 ribu per kg. Terlebih saat erupsi Gunung Sinabung pertengahan tahun 2019 lalu membuat harga selada kembali melonjak sampai Rp14 ribu per kg. Kemudian, pada tahun 2021 ini harga selada per kilo rata-rata banyak yang turun dari tahun 2020 lalu.

Tak heran jika di pasaran online, harga selada dipatok dengan harga Rp20 ribuan per kg untuk jenis selada keriting. Berbeda dengan selada Romaine yang justru lebih mahal mulai Rp25 ribuan sampai Rp90 ribuan tergantung marketplace tempat Anda membeli.

[Update: Dian]

Baca juga  Update Harga Telur Ayam Kampung di Pasaran
author
Mengetahui harga-harga, dan mengikuti dinamikanya adalah proses mengasah kecerdasan finansial. Be Smart!

Leave a reply "Update Terkini Harga Selada per Kg di Pasaran"