Update Harga Daging Kambing Tahun 2020

No comment9403 views

Selain ayam dan sapi, daging kambing juga banyak disukai masyarakat Indonesia, terutama mereka yang merupakan penggemar sate. Saat ini, tidak sulit untuk mendapatkan daging kambing karena sudah banyak dijual di tradisional maupun ritel modern. Meski demikian, kambing daging memang cenderung fluktuatif, tidak terkecuali pada tahun 2020 ini.

Daging kambing, seperti namanya, adalah daging yang dihasilkan dari kambing. Sekitar enam persen daging yang diperdagangkan di dunia adalah daging kambing, dan lebih dari 70 persen penduduk global mengonsumsi daging ini, dengan masyarakat Benua Afrika, Asia, Amerika Tengah, Amerika Latin, dan beberapa negara di Eropa memakan daging kambing.

Daging kambing dipotong dadu (sumber: boonsupermarket.com)

Daging kambing dipotong dadu (sumber: boonsupermarket.com)

Secara umum, daging kambing memiliki rasa yang kuat, namun hal tersebut amat bergantung bagaimana seekor kambing dibesarkan. Masakan Karibia biasanya menggunakan daging kambing yang sudah tua dengan aroma yang lebih kuat. Daging bagian iga, Ioin, dan tenderloin cocok dimasak secara cepat, sedangkan bagian lainnya lebih pas direbus dalam waktu yang lama.

Manfaat dan Risiko Kesehatan Daging Kambing

Menurut situs resmi USDA, lembaga pengawas makanan dari AS, setiap 100 daging kambing dikatakan mengandung 27 protein, 143 kkal kalori, lemak cukup rendah sebesar 3 , namun punya kandungan kolesterol yang mencapai 75 mg. Selain itu, seperti halnya daging sapi, daging kambing juga diperkuat zat besi, vitamin B12, fosfor, dan selenium.

Beberapa sumber menyebutkan, daging kambing memiliki banyak manfaat untuk kesehatan tubuh. Untuk wanita hamil, daging ini disebutkan mampu mencegah anemia, meningkatkan kadar hemoglobin dalam darah ibu, dan menyuplai darah ke karena mengandung zat besi sebanyak 3 mg dalam 100 gram daging, sehingga mampu mengurangi risiko cacat lahir pada .

Selain itu, kandungan zat besi pada daging kambing juga dikatakan mampu memulihkan kondisi ketika wanita mengalami nyeri saat haid. Sementara, vitamin B12 pada daging ini disebutkan dapat membuat kulit Anda tetap sehat, mengalahkan stres dan depresi; sedangkan kalium dan sodium yang rendah dapat membantu mengontrol tekanan darah serta mencegah penyakit ginjal dan stroke.

Lalu, bagaimana dengan klaim bahwa daging kambing memicu tekanan darah yang lebih tinggi? Sebenarnya, klaim ini tidak (atau belum) dapat dibuktikan secara ilmiah. Berdasarkan data dari Departemen Pertanian AS, daging kambing merupakan daging yang dianggap paling sehat di antara daging merah lainnya, dengan menghasilkan kalori paling sedikit daripada daging ayam, sapi, babi, maupun domba untuk per 100 gram.

Meski demikian, masyarakat disarankan untuk memasak dengan cara yang tepat agar bisa mendapatkan manfaat penuh dari daging kambing. Sementara, bagi pecinta sate kambing, disarankan agar tidak memanggang daging hingga gosong. Pasalnya, protein pada daging kambing yang terkena panas tinggi bisa berubah menjadi zat karsinogen, yang diklaim mampu memicu kanker.

Olahan Masakan Daging Kambing - www.splendidtable.org

Olahan Masakan Daging Kambing - www.splendidtable.org

Harga Daging Kambing per Kilogram

Saat ini, harga terendah untuk daging kambing berkisar Rp100 ribuan per kg di pasaran sementara harga tertinggi mencapai Rp130 ribuan. Harga tahun 2020 ini terbilang stabil dan belum banyak berubah dari harga tahun 2019 lalu. Dilansir dari Info Pangan Jakarta, harga kambing tertinggi ada di Pasar Rawamangun yang menawarkan daging kambing seharga Rp130 ribuan per kilo. Sedangkan untuk harga terendah Rp100 ribu per kg ada di Pasar Koja Baru. Rata-rata sebagian pasar tradisional di Jakarta memasang harga Rp120 ribu untuk sekilo daging kambing.

Harga daging kambing ini dianggap stagnan dan tidak menurun jika diperhatikan ketika menjelang perayaan Idul Adha beberapa waktu lalu. Padahal pemerintah menginginkan harga daging kambing tidak lebih dari Rp80 ribu per kg.

Namun, Ketua Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) Abdullah Mansuri menjelaskan jika tingginya harga daging sapi di pasaran membuat masyarakat memilih untuk mengonsumsi daging kambing dan ayam. Ketika menjelang Natal memang permintaannya cukup tinggi dan alternatif yang dipilih konsumen adalah daging kambing dan ayam.

Meski harga daging kambing lokal dan impor sama di level eceran, namun sejumlah pedagang mengaku lebih untung menjual daging kambing impor karena adanya selisih harga. Menurut mereka harga daging impor di Rumah Potong (RPH) tahun 2019 lalu lebih murah Rp20 ribu sampai Rp30 ribuan per kg daripada harga daging kambing lokal.

Meski terdapat jenis daging kambing impor, Ian mengatakan kebanyakan konsumen tidak mengetahui bagaimana perbedaan daging kambing lokal dan daging kambing impor. Ini berarti harga jual daging kambing tergantung pada kebijakan masing-masing pedagang. Namun ia mengaku lebih memilih berjualan daging kambing lokal karena lebih terjamin halalnya dibandingkan daging kambing impor.

Sementara itu, pada Mei 2020 ini penjualan daging kambing di tengah pandemi Covid-19 kabarnya tak terlalu banyak. Hal ini diungkapkan langsung oleh pedagang daging di Pasar Wage Purwokerto, Rasito. Menurutnya, meski masih ada yang membeli daging, jumlahnya tak sebanyak saat Ramadan tahun 2019 lalu. Stok penjualan pun tak terlalu banyak.

Sebagai informasi, selain dijual dalam daging kiloan (kg). Masyarakat umumnya juga membeli kambing atau domba hidup untuk beberapa jenis acara seperti aqiqah dan menjelang tradisi Qurban saat Idul Adha. Nah, mumpung banyak daging kambing, coba olah dengan benar dan konsumsi dalam jumlah yang tepat. Asal tidak berlebihan dan tidak mengonsumsi bagian yang berlemak tidak akan jadi masalah.

[Dian]

Baca juga  Harga Cetakan Kembang Goyang/Antari (Semua Varian)
loading...
author
Sudah lama lulus dari S-1 di kampus PTN ternama. Penyuka musik dan sedikit audiophile.

Leave a reply "Update Harga Daging Kambing Tahun 2020"