Gambar ilustrasi: Burung nuri dusky sering menjadi incaran karena penampilannya yang unik. (Kredit: birdsville)
Di Indonesia, terdapat sekitar 85 jenis burung nuri, dengan 30 di antaranya terancam punah menurut data terbaru dari IUCN per 2025. Hal ini disebabkan oleh perburuan ilegal, hilangnya habitat akibat deforestasi, dan perubahan iklim yang semakin parah. Daya tarik utama burung nuri, selain warnanya, adalah kemampuan berbicara yang membuatnya menjadi hewan peliharaan yang menghibur. Namun, dengan meningkatnya kesadaran akan konservasi, pemerintah Indonesia telah memperketat regulasi melalui Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, mendorong pembelian dari penangkaran resmi untuk menghindari perdagangan ilegal.
Jenis Burung Nuri
- Nuri Kepala Hitam: Spesies ini dilindungi dan langka, berasal dari Ternate, Papua, dan Ambon. Populasi terus menurun, membuatnya semakin jarang ditemukan di pasaran.
- Nuri Ternate/Kepala Merah: Dikenal bisa bicara dan dilindungi, dengan ciri fisik dominan warna merah. Harga sering tinggi karena status konservasinya.
- Nuri Pelangi: Memiliki warna tubuh indah dan banyak ditemukan di Papua. Jenis ini sering menjadi pilihan untuk peliharaan, meski perlu perawatan khusus.
- Nuri Dora: Mirip dengan nuri pelangi, ukurannya mencapai 25 cm. Populer di kalangan penghobi burung karena sifatnya yang aktif.
- Nuri Maluku: Didominasi warna merah cerah, habitat asli di hutan primer dan mangrove. Perubahan iklim telah memengaruhi populasi liarnya.
- Nuri Talaud: Warna merah dan biru mencolok, hidup berkelompok. Jenis ini semakin langka, sehingga harganya bisa melonjak di pasaran ilegal.
- Nuri Tanimbar: Ukuran tubuh sekitar 31 cm dengan warna merah dan garis biru. Perlu perhatian khusus untuk menjaga kesehatan di penangkaran.
- Nuri Sayap Hitam: Disebut juga nuri merah bika, panjang sekitar 30 cm. Bulu merah cerah dengan sayap hitam, cocok untuk pemula dalam merawat burung.
- Nuri Kalung Ungu: Terdistribusi dari Maluku Utara hingga Papua, dengan tubuh merah dan corak biru kehitaman. Sering diburu untuk peliharaan, tapi kini lebih diatur.
- Nuri Telinga Biru: Dominan warna merah dengan telinga biru, panjang sekitar 24 cm. Kemampuan bicaranya membuatnya diminati.
- Nuri Hitam: Hidup berkelompok di hutan terbuka dan dilindungi karena terancam punah. Perdagangannya sangat terbatas untuk melindungi spesies.
- Nuri Aru: Bulu hijau kusam dengan mahkota merah. Habitatnya di pulau-pulau kecil, membuatnya rentan terhadap perubahan lingkungan.
- Nuri Macan: Cenderung pendiam dan mudah dijinakkan, warna dominan hijau. Cocok untuk rumah tangga dengan anak-anak.
- Nuri Raja Ambon: Ditemukan di Papua Barat dan Maluku, ukuran sedang dengan bagian atas merah. Populasi menurun, memerlukan upaya konservasi.
- Nuri Bayan: Ukuran besar sekitar 43 cm, dengan perbedaan warna antara jantan dan betina. Sering digunakan dalam acara hiburan.
- Nuri Tanau: Ukuran sedang 18 cm, habitat dari dataran rendah hingga perbukitan. Lebih mudah beradaptasi di penangkaran.
- Nuri Dusky: Corak tubuh hitam gelap dengan campuran oranye di dada dan perut. Paruh bengkok, mata merah, berukuran 24 cm, berat rata-rata 300 gram, dan bisa hidup hingga 32 tahun. Jenis ini relatif lebih mudah ditemukan di pasaran legal.
Gambar: Nuri dusky dalam kondisi alami. (Sumber: Twitter)
Harga Nuri Dusky
| Usia Nuri Dusky | Harga |
| Nuri Dusky Anakan | Rp750.000 – Rp1.100.000 per ekor |
| Nuri Dusky Dewasa | Rp2.200.000 – Rp3.000.000 per ekor |
Untuk merawat nuri dusky, kebersihan kandang harus menjadi prioritas. Bersihkan secara rutin dengan disinfektan untuk mencegah penyakit, dan berikan makanan bergizi seperti buah-buahan (misalnya apel, pisang), biji-bijian, dan sayuran hijau. Burung ini juga membutuhkan interaksi sosial untuk mengembangkan kemampuan bicaranya, sehingga pelatihan harian sangat dianjurkan. Selain itu, dengan isu konservasi yang semakin mendesak, pemilik disarankan untuk membeli dari sumber legal dan mendukung program pelestarian, seperti yang diadvokasi oleh WWF Indonesia. Burung nuri dusky bisa menjadi teman setia selama puluhan tahun, asal dirawat dengan baik, dan kontribusi Anda dalam menjaga kelestarian alam akan berdampak positif bagi lingkungan.
Gambar: Burung nuri dusky di alam liar. (Sumber: www.petguide.com)
Dalam era digital seperti sekarang, tren peliharaan burung nuri juga dipengaruhi oleh konten media sosial, di mana banyak pemilik membagikan video burung mereka yang bisa berbicara atau melakukan trik. Hal ini meningkatkan minat masyarakat, tetapi juga menyoroti pentingnya edukasi tentang etika peliharaan. Menurut data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan per 2025, upaya penangkaran burung nuri telah meningkat, dengan lebih banyak fasilitas yang memproduksi burung secara berkelanjutan. Dengan demikian, memelihara nuri dusky bukan hanya soal hobi, tapi juga tanggung jawab untuk melestarikan biodiversitas Indonesia.
(Panca)
[1] Mangunjaya, Fachruddin. 2004. Hidup Berdampingan dengan Alam. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia, hlm. 53.
Kategori: Hobi
Tag: anakan, betina, burung, dewasa, habitat, harga, harga burung, hewan peliharaan, jantan, jenis, jual, warna