Info Terbaru Cara Hitung Denda Pajak Sepeda Motor

No comment 10257 views

Punya tentunya harus dilengkapi dengan -surat kepemilikan dan tanda nomor kendaraan. STNK ( Tanda Nomor Kendaraan) adalah bukti dan identifikasi kendaraan bermotor yang berfungsi sebagai kelengkapan bermotor.

Nah, sebagai warga negara yang baik, salah satu kewajiban yang harus dipenuhi adalah membayar pajak dan denda STNK. Lalu, berapa pajak yang harus dibayarkan untuk sepeda yang kita miliki?

Memang, permasalahan umum berkaitan dengan STNK, serta perhitungan pajak dan denda sepeda motor ini masih banyak yang belum diketahui masyarakat. STNK sendiri adalah bukti registrasi dan identifikasi kendaraan bermotor yang berfungsi sebagai kelengkapan kendaraan bermotor ketika digunakan di jalan. Isinya, identitas pemilik, identitas kendaraan bermotor, nomor registrasi, dan masa berlaku termasuk pengesahan.

Lalu, bagaimana cara menghitung besaran pajak motor yang kita miliki? Caranya cukup mudah. Pertama, Anda harus mengetahui NJK motor Anda terlebih dahulu. Misalnya, Anda memiliki lima motor dengan dan tahun yang sama. Jika PKB diketahui Rp450.000 dan SWDKLLJ (sumbangan wajib dana kecelakaan lalu lintas jalan) dikenakan Rp50.000, maka untuk mengetahui pajak tiap motor, Anda harus menghitung NJK terlebih dulu, yaitu (PKB x 2/3 x 100) = Rp450.000 x 2/3 x 100 = Rp30.000.000.

Baca juga  Spesifikasi dan Harga Terbaru Motor Trail Yamaha YZ125
  • Pajak untuk motor pertama adalah 1,5% x Rp30.000.000 = Rp450.000.
  • Pajak motor kedua: 2% x Rp30.000.000 = Rp600.000 (terjadi kenaikan).
  • Pajak motor ketiga: 2,5% x Rp30.000.000 = Rp750.000 (terjadi kenaikan).
  • Pajak motor keempat dst: 4% x Rp30.000.000 = Rp1.200.000 (terjadi kenaikan).

Meski bukan perkara yang mendesak, Anda memang sebaiknya membayar pajak motor tepat waktu. Pasalnya, jika terlambat, selain tunggakan akan menumpuk, Anda pun diwajibkan membayar denda pajak motor.

Jika akhirnya Anda harus membayar denda pajak motor, maka sebaiknya Anda harus tahu bagaimana cara menghitung denda pajak motor. Namun, sebelum itu, Anda harus mengetahui terlebih dahulu istilah-istilah yang terkait dengan pajak motor.

  • BBN KB (Bea Balik Nama kendaraan bermotor), besarnya 10% dari kendaraan (off the road) atau faktur untuk kendaraan baru, dan bekas (second) sebesar dua pertiga Pajak Kendaraan Bermotor (PKB).
  • PKB, besarnya 1,5% dari nilai jual kendaraan dan bersifat menurun tiap tahun, karena penyusutan nilai jual.
  • SWDKLLJ (sumbangan wajib dana kecelakaan lalu lintas jalan), sumbangan ini dikelola oleh Jasa Raharja.
  • BIAYA ADM (biaya administrasi), untuk kendaraan baru tidak dikenakan dan apabila ganti pelat nomor (5 tahun sekali) atau balik nama dikenai biaya administrasi.
  • Denda Pajak Kendaraan Bermotor , apabila jatuh tempo masa berlaku STNK belum melakukan perpanjangan maka akan dikenai denda PKB dan denda SWDKLLJ.
Baca juga  Daftar Lengkap dan Terbaru Harga Motor Suzuki di Indonesia (All Tipe)

Sementara, untuk perhitungan denda PKB adalah sebagai berikut.

  • Perhitungan Denda PKB: 25 % per tahun.
  • Terlambat 3 bulan = PKB x 25% x 3/12.
  • Terlambat 6 bulan = PKB x 25% x 6/12.
  • Denda SWDKLLJ = besarnya Rp32.000 untuk roda 2.

Sebagai contoh, jika Anda punya sepeda motor dan terlambat bayar 6 bulan, sedangkan jumlah PKB yang tertera di STNK Rp232.000 dan SWDKLLJ Rp35.000. Maka penghitungan denda Anda adalah: (Rp232.000 (PKB) x 25% x 6/12 ) + Denda SWDKLLJ (Rp32.000) = Rp61.000.

loading...
author
Anak band yang gak suka nonton boyband. Sudah lama lulus dari S-1 di kampus PTN ternama. Pernah dipaksa baca berita infotainmen tiap hari sampai akhirnya memutuskan lebih suka info teknologi yang lebih sedikit gosip.

Leave a reply "Info Terbaru Cara Hitung Denda Pajak Sepeda Motor"