Update Cara Hitung Biaya Pemakaian Listrik Bulanan PLN 2017

1 comment 44987 views

Mengawali tahun , mendapat kado dari PT . Kado ini berupa penarikan subsidi bagi listrik berdaya 900 VA atau 900 Watt secara perlahan. Mulai tanggal 1 Januari 2017 lalu, pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melakukan penambahan satu golongan , yaitu rumah tangga mampu dengan daya 900 VA (R-1/900 VA-RTM). Adanya golongan tarif listrik baru ini sebagai bagian dari upaya pemerintah menerapkan kebijakan subsidi yang tepat sasaran.

Biaya Pemakaian Listrik - kendaripos.fajar.co.id

Pemakaian Listrik - kendaripos.fajar.co.id

Kepala Satuan Korporat PLN, I Made Suprateka, kala itu mengatakan bahwa sebelumnya telah ada golongan tarif listrik dengan daya 900 VA. Namun, karena adanya pencabutan subsidi pada sebagian pelanggan di golongan ini per 1 Januari 2017, maka pelanggan dengan daya 900 VA dipisahkan menjadi rumah tangga mampu dan rumah tangga miskin.

Dengan adanya kebijakan pemerintah dalam memberikan subsidi tepat sasaran, Made menambahkan, maka golongan tarif listrik R-1/900 VA khusus rumah tangga mampu akan diberlakukan kenaikan bertahap setiap 2 bulan, yaitu 1 Januari 2017, 1 Maret 2017, 1 Mei 2017, dan pada 1 Juli 2017.

Ketika masih menerima subsidi dari pemerintah, tarif listrik golongan 900 Watt ini membayar Rp585 untuk setiap konsumsi listrik per kWh. Kemudian, dibantu dengan subsidi pemerintah Rp875 per kWh, dengan rata-rata konsumsi listrik Rp125 kWh per bulan. Total, tagihan listrik per bulan “hanya” mencapai Rp74.740.

Biaya Pemakaian Listrik - www.bintang.com

Biaya Pemakaian Listrik - www.bintang.com

Setelah dicabutnya subsidi listrik tersebut, mulai 1 Januari 2017, maka tagihan listrik golongan 900 Watt adalah sebesar Rp1.450 per kWh, atau di atas konsumsi rata-rata Rp125 per kWh, sehingga tagihan yang dibayar mencapai Rp185.794 per bulan. Kemudian, di tahap kedua pada bulan Maret hingga April 2017, tarif listrik naik lagi menjadi Rp130 ribu per bulan. Dan, pada pencabutan subsidi tahap III (sudah tidak ada subsidi), Mei-Juni 2017, tagihan bayar listrik 900 Watt menjadi Rp185.794 per bulan. Namun, untuk pelanggan rumah tangga 900 VA yang termasuk miskin dan tidak mampu, masih tetap menggunakan tarif listrik subsidi, yaitu tetap Rp605 per kWh.

Selain itu, untuk tarif listrik non-subsidi, pemerintah sudah menjamin tidak akan berubah dalam jangka waktu April hingga Juni 2017, termasuk tarif listrik 1.300 VA yang ada di kategori tegangan rendah. Ini sesuai dengan instruksi Presiden Indonesia, Joko Widodo, yang menginginkan tarif listrik tidak berubah setiap periode-nya.

Menurut data dari PT PLN, tarif listrik non-subsidi per Januari 2017 adalah:

  • Tegangan rendah (TR) tercatat Rp1.467,28 per kWh.
  • Tegangan menengah (TM) Rp1.14,74 per kWh.
  • Tegangan tinggi (TT) Rp996,74 per kWh
  • khusus Rp1.644,52 per kWh.

Sementara, berikut tarif dasar listrik untuk daya 900 VA tanpa subsidi saat ini.

Periode Reguler Prabayar/kWh
Biaya Beban/kVA/bulan Biaya Pemakaian/kWh
1 Januari – 28 Februari 2017 Rp26.000 Blok I: 0 – 20 kWh = Rp360 Rp791
Blok II: di atas 20 kWh – 60 kWh = Rp582
Blok III: di atas 60 kWh = Rp692
1 Maret – 30 April 2017 Rp34.000 Blok I: 0 – 20 kWh = Rp470 Rp1.034
Blok II: di atas 20 kWh – 60 kWh = Rp761
Blok III: di atas 60 kWh = Rp1.014
1 Mei 2017 Diterapkan Rekening Minimum

RM1 = 40 (Jam Nyala) x Daya Tersambung (kVA) x Biaya Pemakaian

Rp1.352 Rp1.352
1 Juli 2017 Ikut mekanisme tariff adjustment

Karena cenderung mengalami kenaikan, maka masyarakat Indonesia memang disarankan untuk lebih hemat dalam menggunakan peralatan rumah tangga yang memakai tenaga listrik. Mereka pun disarankan untuk mengetahui cara menghitung pemakaian listrik agar dapat memperkirakan biaya listrik yang telah digunakan.

Rumusan pemakaian listrik adalah ukuran daya alat atau peralatan listrik (dalam Watt) dikalikan lama pemakaian (jam) per hari dan akan dihasilkan satuan Watt/jam. Kemudian, angka ini dibagi seribu (untuk dijadikan satuan kilo Watt jam atau kWh), lalu dikalikan dengan harga tarif tenaga listrik yang berlaku saat itu, rupiah per kWh-nya.

Misalnya, dalam suatu simulasi, pelanggan PLN dengan tarif atau daya RM1 atau 900 VA (Prabayar) menggunakan setrika listrik dengan daya 350 Watt, dengan pemakaian sehari selama 3 jam, maka hitungan pemakaian dalam 1 bulan adalah 350 Watt x 3 jam = 1.050 Watt/jam atau 1,050 kWh. Maka, pemakaian dalam sebulan adalah 1,050 kWh x 30 hari yaitu 31,5 kWh.

Nah, tarif listrik bisa dihitung dengan jumlah pemakaian kWh dikalikan harga per kWh, yaitu 31,5 kWh x Rp1.352 = Rp42.588. Catatan, harga per kWh tersebut diambil dari data harga tarif dasar listrik bulan Juni 2017 untuk tarif 900 VA sebesar Rp1.352. Jika ada beberapa alat, maka bisa dihitung terperinci sesuai ukuran alat dan lama waktu pemakaiannya, kemudian dijumlah keseluruhan.

Contoh lainnya adalah televisi dengan daya 0,8 Ampere, 220 Volt yang dioperasikan selama 12 jam sehari. Nilai daya dalam satuan Watt untuk 0,8 Ampere adalah 0,8 Ampere x 200 Volt, yaitu 176 Watt. Maka, biaya pemakaian daya televisi 0,8 Ampere dengan rata-rata pemakaian selama 12 jam sehari adalah (176 Watt : 1.000 x 12 jam) x Rp1.352 = (0.176 kWh x 12 jam) x Rp1.352 = 2,11 kWh x Rp1.352 = Rp 2.852,72 (dibulatkan menjadi Rp2.853). Nah, pemakaian sebulan menjadi Rp2.853 x 30 = Rp85.590 per bulan.

Baca juga  Update Ongkos Borongan Tukang Bangunan
loading...
author
Anak band yang gak suka nonton boyband. Sudah lama lulus dari S-1 di kampus PTN ternama. Pernah dipaksa baca berita infotainmen tiap hari sampai akhirnya memutuskan lebih suka info teknologi yang lebih sedikit gosip.

Leave a reply "Update Cara Hitung Biaya Pemakaian Listrik Bulanan PLN 2017"