Info Terbaru Rincian Biaya Tambahan yang Harus Dibayar dalam Proses Jual Beli Tanah

Seperti halnya kegiatan , dalam jual beli tanah ternyata juga ada sederet tambahan yang perlu Anda bayarkan di luar tanah yang telah disepakati. Beberapa biaya ada yang dilimpahkan pada pembeli dan ada pula yang dilimpahkan ke pihak penjual. Berikut ini rincian komponen biaya dalam proses jual beli tanah:

Jual Beli Tanah - www.seputarpendidikan.com

Jual Beli Tanah - www.seputarpendidikan.com

Biaya Pengecekan Tanah

Cek sertifikat tanah umumnya dilakukan di Badan Pertanahan Nasional (BPN) setempat. Pengecekan dilakukan untuk memastikan sertifikat tanah yang diperjual-belikan memang asli diterbitkan oleh BPN. Biaya pengecekan sertifikat tanah sendiri tergantung dari jumlah informasi yang diperlukan, biasanya Anda akan dikenai biaya Rp 25 ribuan per lembar.

Biaya Pembuatan Akta Jual Beli (AJB)

Akta Jual Beli (AJB) tanah dibuat oleh Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) dan bukan oleh . Biaya pembuatan AJB di PPAT berbeda-beda untuk tiap daerah. Namun umumnya tak boleh melebihi 1% dari harga yang tercantum dalam akta (berdasarkan PP No. 37 Tahun 1998 Pasal 32 ayat 1). Biaya AJB bisa ditanggung oleh pembeli, penjual, atau keduanya, tergantung dari kesepakatan bersama.

Pajak Penghasilan (PPh) untuk Penjual

Dalam jual beli tanah pihak penjual akan dikenai Pajak Penghasilan atas Penghasilan dari Pengalihan Hak atas Tanah dan/atau Bangunan. Biaya PPH adalah 5% dari harga transaksi. Misalnya saja jika Anda menjual tanah seharga Rp 100 juta, maka Anda wajib membayar PPh sejumlah Rp 5 juta (5% x Rp 100 juta). Namun terdapat beberapa kasus yang membuat penjual tidak dikenai PPh, yakni apabila nilai transaksi lebih rendah dari Rp 60 juta, penjualan dilakukan dalam rangka pembebasan tanah untuk kepentingan umum, hibah kepada keluarga sedarah, dan warisan.

Baca juga  Harga Cat Tembok Waterproof (All Merek)

Bea Perolehan Hak atas Tanah & Bangunan (BPHTB) untuk Pembeli

BPHTB adalah biaya yang akan ditanggung oleh pembeli. Besarnya BPHTB yang dikenakan pada pembeli adalah 5% x (harga transaksi – NJTKP). NJTKP adalah Nilai Jual Tidak Kena Pajak. Besarnya NJTKP ditetapkan secara regional dan bisa berbeda-beda antara satu wilayah dengan lainnya. Contohnya jika nilai tanah Anda Rp 100 juta dan NJTKP adalah Rp 60 juta, maka besarnya BPHTB yang harus dibayar adalah (5% x (Rp 100 juta – Rp 60 juta)) = 5% x Rp 40 juta = Rp 2 juta.

Biaya Pendaftaran Peralihan Hak (Balik Nama) Tanah

Biaya balik nama adalah biaya tambahan yang akan dikeluarkan oleh pembeli ketika pendaftaran peralihan hak di Kantor Pertanahan. Balik nama tanah dilakukan usai akta jual beli (AJB) ditandatangani dan disahkan oleh PPAT. Besarnya biaya balik nama ini umumnya berkisar antara Rp 1,5 juta – Rp 3 jutaan.

loading...
author
Pengamat produk dan harga komoditas. Saat ini tinggal di Kota Malang.

Leave a reply "Info Terbaru Rincian Biaya Tambahan yang Harus Dibayar dalam Proses Jual Beli Tanah"