Biaya – Biaya yang Harus Dibayarkan dalam Proses Jual Beli Tanah

Bagi Anda yang ingin membeli sebidang tanah dalam waktu dekat, ada baiknya menyiapkan lain di luar yang mungkin muncul pada jual beli tersebut. Berbeda dengan jual beli kendaraan bermotor, prosedur jual beli tanah cenderung lebih kompleks. Dalam jual-beli tanah terjadi pengalihan hak atas tanah yang dalam prosesnya diperlukan peranan dari pejabat kantor pertanahan.

Pengalihan hak atas tanah ini dilakukan dengan menggunakan Akta Jual Beli (AJB) yang dibuat oleh Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) dan balik nama ke kantor pertanahan setempat. Mengapa hal ini perlu dilakukan? karena tanpa adanya campur tangan pihak PPAT dalam pembuatan AJB, maka transaksi jual beli tanah tersebut dianggap tidak sah.

jual-tanah

Prosedur tersebut tentu saja mengandung biaya yang harus dibayarkan agar proses jual beli tanah menjadi lancar tanpa kendala. Biaya-biaya yang tercakup di dalamnya adalah termasuk biaya , biaya perpajakan, biaya PPAT, serta biaya balik nama.

Baca juga  Update Cara Menghitung Biaya Membangun Rumah

Biaya Sertifikasi Tanah

Besarnya biaya ini ditentukan dalam 2 rumus

Rumus perhitungan 1 : (Luas tanah / 500 X Hsbk) + Rp 100.000
Rumus perhitungan 2 : (1 / 1000 x nilai tanah) + Rp 50.000

Biaya Perpajakan

Dalam proses jual beli tanah, terdapat 2 jenis biaya yang harus dibayarkan, yakni Penghasilan (PPh) yang harus dibayarkan oleh pihak penjual dan Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) yang harus dibayarkan oleh pihak pembeli.

Pajak PPh yang dibayarkan oleh penjual merupakan pajak yang dikenakan oleh pihak penjual tanah atas penghasilannya yang diterima dari penjualan tanah tersebut. Besarnya nominal Pajak PPh ditentukan sebesar 5% dari harga transaksi tanah.

Sedangkan untuk menghitung Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) yang dibayarkan pihak pembeli, terlebih dahulu harus mengetahui Nilai Jual Tidak Kena Pajak (NJTKP)-nya. Hasil perhitungan NJTKP didapatkan dari pengurangan nilai Nilai Perolehan Obyek Pajak (NPOP) oleh Nilai Perolehan Obyek Pajak Tidak Kena Pajak (NPOPTKP). Besarnya BPHTB adalah sebesar 5% dari NJTKP. Sehingga jika dirumuskan, biaya BPHTB menjadi sebagai berikut :

BPHTB = 5% x (NPOP – NPOPTKP) atau 5% x NJTKP

Biaya Jasa PPAT

Biaya yang  terakhir adalah biaya jasa pembuatan Akta Jual Beli (AJB) oleh PPAT. Biaya ini tergolong relatif, karena umumnya harga yang dipatok oleh masing-masing PPAT bervariasi. Umumnya untuk tanah berukuran di bawah 100 m2, petugas PPAT mengenakan berkisar Rp 1,5-3 juta untuk pembuatan AJB saja. Sedangkan untuk pembuatan AJB yang disertai dengan balik nama, biayanya berkisar mulai Rp 3 juta hingga Rp 5 juta.

Baca juga  Info Terbaru Biaya Dak Rumah per M2
loading...
author
Gadis rumahan yang gak terlalu suka jalan-jalan, kecuali buat window shopping memantau perkembangan harga-harga :) Pernah tercatat sebagai mahasiswi di satu PTN ternama di Malang.

Leave a reply "Biaya – Biaya yang Harus Dibayarkan dalam Proses Jual Beli Tanah"