Besaran Tarif PPh Pasal 21 dan Cara Perhitungannya

No comment 1700 views

Sudah menjadi rahasia umum, bagi setiap warga yang telah memiliki penghasilan sendiri, wajib membayar . Pasalnya, merupakan salah satu sumber pendapatan negara yang banyak digunakan untuk infrastruktur dan prasarana publik. Orang bijak taat , istilahnya.

Tarif PPh Pasal 21 - accorner.wordpress.com

PPh Pasal 21 - accorner.wordpress.com

Pajak penghasilan atau PPh sendiri telah diatur dengan undang-undang dan memiliki beberapa macam, salah satunya PPh Pasal 21 atau PPh 21. Menurut Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-32/PJ/2015, PPh 21 merupakan pajak atas penghasilan berupa gaji, upah, honorarium, tunjangan dan pembayaran lain dengan nama dan dalam bentuk apa pun yang sehubungan dengan pekerjaan atau jabatan, jasa, dan kegiatan yang dilakukan oleh orang pribadi subjek pajak dalam .

Peserta wajib pajak PPh 21 ialah orang yang dikenai pajak atas penghasilannya atau penerima penghasilan yang dipotong PPh21 berdasarkan peraturan Direktur Jenderal Pajak PER-32/PJ/2015 Pasal 3 wajib pajak PPh 21. Secara garis besar, peserta wajib pajak ini terbagi menjadi enam kategori, yaitu pegawai, bukan pegawai, penerima pensiun dan pesangon, anggota dewan komisaris, mantan pegawai, serta peserta kegiatan.

Baca juga  Update Perkiraan Biaya Hidup & Kuliah di Australia

Dasar Pengenaan Pajak (DPP) bagi para peserta wajib pajak PPh 21 berdasarkan ketentuan Direktur Jenderal Pajak PER-32/PJ/2015, antara lain:

  • Penghasilan kena pajak yang berlaku bagi pegawai tetap, penerima pensiun berkala, pegawai tidak tetap yang penghasilannya dibayar secara bulanan atau jumlah kumulatif penghasilan yang diterima dalam 1 bulan kalender telah melebihi Rp3.000.000, dan bukan pegawai yang menerima imbalan bersifat berkesinambungan.
  • DPP untuk jumlah penghasilan yang melebihi Rp300.000 per hari, berlaku bagi pegawai tidak tetap atau tenaga kerja lepas yang menerima upah harian, upah mingguan, upah satuan atau upah borongan, sepanjang penghasilan kumulatif yang diterima dalam 1 bulan kalender telah melebihi Rp3.000.000.
  • DPP sebesar 50 persen dari jumlah penghasilan bruto yang berlaku bagi bukan pegawai sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Direktur Jenderal Pajak No. PER-32/PJ/2015 Pasal 3 huruf c yang menerima imbalan yang tidak bersifat berkesinambungan.
  • DPP untuk jumlah penghasilan bruto yang berlaku bagi penerima penghasilan selain penerima penghasilan di atas.
Baca juga  Update Klasifikasi dan Contoh Biaya Tetap

Lalu, berapa besaran tarif PPh 21? Pada dasarnya, besaran tarif PPh 21 mengacu pada Undang-Undang Pajak Penghasilan Pasal 17 ayat (1), yaitu tarif yang digunakan dalam pemotongan PPh Pasal 21 bersifat progresif, artinya semakin besar jumlah penghasilan, maka semakin tinggi pula tarifnya. Berikut rincian lengkap tarif PPh Pasal 21.

Ketentuan Tarif PPh
Wajib Pajak dengan penghasilan tahunan sampai Rp50.000.000 5 persen
Wajib Pajak dengan penghasilan tahunan di atas Rp50.000.000 sampai Rp250.000.000 15 persen
Wajib Pajak dengan penghasilan tahunan di atas Rp250.000.000 sampai Rp500.000.000 25 persen
Wajib Pajak dengan penghasilan tahunan di atas Rp500.000.000 30 persen
Wajib Pajak yang tidak memiliki NPWP 20 persen lebih tinggi dari mereka yang memiliki NPWP

Selain itu, diatur pula tarif Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) dengan perhitungan PPh 21 dalam satu tahun berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan No. 122/PMK010/2015 dan Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-32/PJ/2015, yaitu:

  • Rp36.000.000, untuk diri Wajib Pajak orang pribadi dan istri yang penghasilannya digabung dengan penghasilan suami.
  • Rp3.000.000, tambahan untuk Wajib Pajak yang kawin.
  • Rp3.000.000, tambahan untuk setiap anggota keluarga sedarah dan keluarga semenda dalam garis keturunan lurus serta anak angkat yang menjadi tanggungan sepenuhnya, paling banyak 3 orang untuk setiap keluarga.
Baca juga  Dibanderol Harga Cukup Terjangkau di Alfamart, Apakah Minyak Kemiri Juga Tersedia di Apotek?

Contoh kasus, Pak X seorang pegawai di salah satu perusahaan di Indonesia. Pada tahun 2016, dia menerima penghasilan bruto Rp600.000.000. Setelah dikurangi biaya jabatan dan lain-lain, termasuk PTKP, penghasilan kena pajak yang diperoleh Pak X adalah Rp550.000.000. Maka penghitungan tarif PPh 21 pendapatan Pak X adalah:

Penghasilan Tarif PPh PPh 21
Rp50.000.000 5 persen Rp2.500.000
Rp250.000.000 15 persen Rp37.500.000
Rp250.000.000 25 persen Rp62.500.000
Total Rp102.500.000
loading...
author
Anak band yang gak suka nonton boyband. Sudah lama lulus dari S-1 di kampus PTN ternama. Pernah dipaksa baca berita infotainmen tiap hari sampai akhirnya memutuskan lebih suka info teknologi yang lebih sedikit gosip.

Leave a reply "Besaran Tarif PPh Pasal 21 dan Cara Perhitungannya"