Berapa Biaya Mengurus Perpanjangan HGB (Hak Guna Bangunan)?

Hak Guna atau HGB merupakan sertifikat yang menyebutkan pemegang sertifikat berhak memiliki dan mendirikan di atas tanah yang bukan kepunyaan pemilik . Tanah tersebut dapat berupa tanah yang dikuasai langsung oleh negara maupun tanah yang dikuasai oleh perorangan atau badan .

Biaya Mengurus Perpanjangan Hak Guna Bangunan - www.cermati.com

Mengurus Perpanjangan Hak Guna Bangunan - www.cermati.com

Sertifikat Hak Guna Bangunan mempunyai batas waktu kepemilikan 30 tahun, dan dapat diperpanjang hingga batas waktu 20 tahun. Menurut Pasal 36 ayat (1) UUPA, Hak Guna Bangunan dapat dimiliki oleh setiap WNI dan badan hukum yang didirikan menurut hukum Indonesia dan berkedudukan di Indonesia.

Hak Guna Bangunan dapat terjadi karena beberapa alasan berikut.

  • Hak Guna Bangunan atas tanah negara ini terjadi dengan keputusan pemberian hak oleh Menteri Agraria atau pejabat yang ditunjuk.
  • Hak Guna Bangunan atas tanah hak pengelolaan terjadi dengan keputusan pemberian hak oleh Menteri Agraria atau pejabat yang ditunjuk berdasarkan usul dari pemegang hak pengelolaan.
  • Hak Guna Bangunan atas tanah milik terjadi dengan pemberian oleh pemegang hak milik dengan akta perjanjian yang dibuat oleh Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT).
Baca juga  Info Terbaru Biaya Jasa Instalasi Listrik Material & Non Material

Keuntungan membeli yang memilik Sertifikat Hak Guna Bangunan di antaranya tidak membutuhkan dana besar dan membuka peluang usaha yang lebih besar. dengan status HGB biasanya dijadikan pilihan untuk mereka yang berminat memiliki tetapi tidak bermaksud untuk menempati dalam waktu lama. Selain itu, dengan HGB ini juga bisa dimiliki oleh non-WNI.

Seperti diutarakan sebelumnya, Hak Guna Bangunan juga bisa berakhir atau hangus. Salah satu penyebab berakhirnya Hak Guna Bangunan adalah tidak adanya perpanjangan HGB yang bersangkutan. Dampak yang ditimbulkan adalah status tanah kembali menjadi tanah negara jika HGB itu atas tanah negara. Sementara, untuk tanah hak milik, dampaknya kembali menjadi tanah hak milik.

Menurut Peraturan No. 46 tahun 2002, biaya perpanjangan HGB dihitung dengan rumus jangka waktu perpanjangan HGB (20 tahun) yang diberikan dibagi 30 tahun dikalikan 1 persen. Hasil perhitungan tersebut kemudian dikalikan dengan pengurangan Nilai Perolehan Tanah (NPT) dengan NPT Tidak Kena Uang Pemasukan (NTPTTKUP) lalu dikalikan 50 persen. Besaran NPT dan NPTTKUP sendiri bisa dilihat pada SPT PBB tanah yang akan diperpanjang HGB-nya.

Baca juga  Update Biaya atau Tarif Sedot WC yang Mampat

Misal, apartemen sebanyak 3.500 unit dengan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) sebagai acuan NPT yang berlaku saat ini Rp15 juta/meter persegi, maka dapat diasumsikan bahwa total NPT untuk apartemen dengan luas area 5 hektar (50.000 meter persegi) adalah sebesar Rp750 miliar. Hitungannya 20 tahun dibagi 30 tahun dikalikan 1 persen, maka diperoleh angka 0,0067.

Dengan asumsi tersebut, maka dapat dihitung biaya perpanjangan HGB adalah 0,0067 dikalikan Rp750 miliar dikalikan dengan 50 persen. Hasilnya, besar biaya yang harus ditanggung untuk memperpanjang HGB apartemen tersebut adalah Rp2,5 miliar. Angka ini kemudian dibagi berdasarkan unit yang ada dalam satu area sesuai simulasi 3.500 unit, yaitu sekitar Rp714.000 per unit.

loading...
author
Anak band yang gak suka nonton boyband. Sudah lama lulus dari S-1 di kampus PTN ternama. Pernah dipaksa baca berita infotainmen tiap hari sampai akhirnya memutuskan lebih suka info teknologi yang lebih sedikit gosip.

Leave a reply "Berapa Biaya Mengurus Perpanjangan HGB (Hak Guna Bangunan)?"